<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri ESDM: 97 Tahun Dikelola, Blok Rokan Masih Punya Sumber Migas</title><description>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengunjungi fasilitas produksi Wilayah Kerja (WK) Blok Rokan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/15/320/2486681/menteri-esdm-97-tahun-dikelola-blok-rokan-masih-punya-sumber-migas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/15/320/2486681/menteri-esdm-97-tahun-dikelola-blok-rokan-masih-punya-sumber-migas"/><item><title>Menteri ESDM: 97 Tahun Dikelola, Blok Rokan Masih Punya Sumber Migas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/15/320/2486681/menteri-esdm-97-tahun-dikelola-blok-rokan-masih-punya-sumber-migas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/15/320/2486681/menteri-esdm-97-tahun-dikelola-blok-rokan-masih-punya-sumber-migas</guid><pubDate>Jum'at 15 Oktober 2021 10:34 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/15/320/2486681/menteri-esdm-97-tahun-dikelola-blok-rokan-masih-punya-sumber-migas-793Ya9ganM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM minta produksi blok rokan tidak turun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/15/320/2486681/menteri-esdm-97-tahun-dikelola-blok-rokan-masih-punya-sumber-migas-793Ya9ganM.jpg</image><title>Menteri ESDM minta produksi blok rokan tidak turun (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengunjungi fasilitas produksi Wilayah Kerja (WK) Blok Rokan. Selain Lapangan Duri, rombongan juga mengunjungi Lapangan Minas serta meninjau sumur yang sudah menerapkan chemical enhanced oil recovery di Lapangan Minas untuk meningkatkan produksinya.
Menteri ESDM mengatakan, Blok Rokan yang sebelumnya dikelola perusahaan multinasional selama 97 tahun ini masih potensial menghasilkan minyak dan gas bumi karena itu kegiatan eksplorasi harus dimasifkan.
Baca Juga: Tujuan RI Ambil Alih Freeport hingga Blok Rokan
 
&quot;Setelah 97 tahun dikelola perusahaan multinasional Blok Rokan diyakini masih memiliki sumber migas yang potensial untuk ke depannya. Untuk itu memang managemen Pertamina harus melakukan pekerjaan eksplorasi drilling yang masif untuk bisa meningkatkan produksi lagi. Kalau dulu ada program steam flood mungkin ke depannya ada Chemical Enhanced oil recovery (CEOR),&quot; ujar Arifin dikutip Jumat (15/10/2021).
Selain kegiatan eksplorasi dengan menambah sumur-sumur baru, Menteri Arifin juga mengapresiasi upaya efisiensi dan penerapan teknologi dalam kegiatan produksinya, seperti yang diterapkan di pusat digitalisasi Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC) untuk meningkatkan produksi.
Baca Juga: Ambil Alih Freeport hingga Blok Rokan, Jokowi: Ini untuk Kepentingan Nasional!
 
&quot;Jangan pernah lelah untuk terus melakukan proses penyempurnaan. Terus mencari terobosan nilai tambah. Jangan lengah dengan perkembangan teknologi yang ada dan terus memonitor teknologi yang bisa memberikan manfaat besar bagi perusahaan. Anda semua adalah pahlawan devisa,&quot; lanjut Arifin.
Direktur Utama PHR Jaffee A Suardin mengatakan, fasilitas CGS 10 yang ditinjau Menteri ESDM ini merupakan stasiun pengumpul minyak terbesar di Lapangan Duri yang mengolah sekitar 240.000 barel fluida per hari dan memproduksi minyak sekitar 20.000 barel per hari. Lapangan Duri merupakan salah satu lapangan injeksi uap (steamflood) terbesar di dunia yang berteknologi tinggi dan ramah lingkungan.
&quot;Teknologi ini terbukti berhasil meningkatkan kinerja produksi Lapangan Duri lima kali lebih baik dibandingkan teknologi konvensional,&quot; ujar Jaffee.Sementara itu, lanjut Jaffee, pusat digitalisasi IODSC yang juga  ditinjau Menteri ESDM merupakan pusat kegiatan digitalisasi Wilayah  Kerja (WK) Rokan. Penerapan digitalisasi di WK Rokan setidaknya  memberikan empat manfaat utama, yakni peningkatan kinerja keselamatan,  penurunan signifikan dari potensi kehilangan produksi hingga sekitar  40%, optimalisasi kemampuan fasilitas produksi, dan peningkatan  efisiensi.
Blok Rokan merupakan salah satu WK Migas terbesar di Indonesia.  Melalui Keputusan Menteri ESDM No. 1923 K/10/MEM/2018 Tanggal 6 Agustus  2018 Sejak tanggal 9 Agustus 2021 pukul 00.01 WIB, pengelolaan WK Rokan  di Provinsi Riau beralih ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) setelah 80  tahun atau sejak tahun 1951 dikelola PT Chevron Pasific Indonesia (CPI)  ke. Alih kelola ini menjadi tonggak sejarah pengelolaan hulu migas di  Indonesia. Saat ini, Rokan menyumbang 24% dari total produksi minyak  Indonesia.
WK penyumbang produksi minyak terbesar nomor 2 secara nasional ini  memiliki luas wilayah 6.220,29 km2 dengan 10 lapangan utama yaitu Minas,  Duri, Bangko, Bekasap, Balam south, Kota Batak, Petani, Lematang,  Petapahan dan Pager. Cadangan status 1 Januari 2020, minyak 350,73  MMSCFD dan gas bumi 9.071 BSCF.
WK Rokan merupakan salah satu wilayah kerja strategis yang sejak  tahun 1951 hingga 2021, telah menghasilkan 11,69 miliar barel minyak  dengan produksi rata-rata tahun 2021 sampai dengan Juli 2021 sebesar  160,5 ribu barel minyak per hari untuk minyak bumi atau sekitar 24% dari  produksi nasional dan 41 MMSCFD untuk gas bumi.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengunjungi fasilitas produksi Wilayah Kerja (WK) Blok Rokan. Selain Lapangan Duri, rombongan juga mengunjungi Lapangan Minas serta meninjau sumur yang sudah menerapkan chemical enhanced oil recovery di Lapangan Minas untuk meningkatkan produksinya.
Menteri ESDM mengatakan, Blok Rokan yang sebelumnya dikelola perusahaan multinasional selama 97 tahun ini masih potensial menghasilkan minyak dan gas bumi karena itu kegiatan eksplorasi harus dimasifkan.
Baca Juga: Tujuan RI Ambil Alih Freeport hingga Blok Rokan
 
&quot;Setelah 97 tahun dikelola perusahaan multinasional Blok Rokan diyakini masih memiliki sumber migas yang potensial untuk ke depannya. Untuk itu memang managemen Pertamina harus melakukan pekerjaan eksplorasi drilling yang masif untuk bisa meningkatkan produksi lagi. Kalau dulu ada program steam flood mungkin ke depannya ada Chemical Enhanced oil recovery (CEOR),&quot; ujar Arifin dikutip Jumat (15/10/2021).
Selain kegiatan eksplorasi dengan menambah sumur-sumur baru, Menteri Arifin juga mengapresiasi upaya efisiensi dan penerapan teknologi dalam kegiatan produksinya, seperti yang diterapkan di pusat digitalisasi Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC) untuk meningkatkan produksi.
Baca Juga: Ambil Alih Freeport hingga Blok Rokan, Jokowi: Ini untuk Kepentingan Nasional!
 
&quot;Jangan pernah lelah untuk terus melakukan proses penyempurnaan. Terus mencari terobosan nilai tambah. Jangan lengah dengan perkembangan teknologi yang ada dan terus memonitor teknologi yang bisa memberikan manfaat besar bagi perusahaan. Anda semua adalah pahlawan devisa,&quot; lanjut Arifin.
Direktur Utama PHR Jaffee A Suardin mengatakan, fasilitas CGS 10 yang ditinjau Menteri ESDM ini merupakan stasiun pengumpul minyak terbesar di Lapangan Duri yang mengolah sekitar 240.000 barel fluida per hari dan memproduksi minyak sekitar 20.000 barel per hari. Lapangan Duri merupakan salah satu lapangan injeksi uap (steamflood) terbesar di dunia yang berteknologi tinggi dan ramah lingkungan.
&quot;Teknologi ini terbukti berhasil meningkatkan kinerja produksi Lapangan Duri lima kali lebih baik dibandingkan teknologi konvensional,&quot; ujar Jaffee.Sementara itu, lanjut Jaffee, pusat digitalisasi IODSC yang juga  ditinjau Menteri ESDM merupakan pusat kegiatan digitalisasi Wilayah  Kerja (WK) Rokan. Penerapan digitalisasi di WK Rokan setidaknya  memberikan empat manfaat utama, yakni peningkatan kinerja keselamatan,  penurunan signifikan dari potensi kehilangan produksi hingga sekitar  40%, optimalisasi kemampuan fasilitas produksi, dan peningkatan  efisiensi.
Blok Rokan merupakan salah satu WK Migas terbesar di Indonesia.  Melalui Keputusan Menteri ESDM No. 1923 K/10/MEM/2018 Tanggal 6 Agustus  2018 Sejak tanggal 9 Agustus 2021 pukul 00.01 WIB, pengelolaan WK Rokan  di Provinsi Riau beralih ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) setelah 80  tahun atau sejak tahun 1951 dikelola PT Chevron Pasific Indonesia (CPI)  ke. Alih kelola ini menjadi tonggak sejarah pengelolaan hulu migas di  Indonesia. Saat ini, Rokan menyumbang 24% dari total produksi minyak  Indonesia.
WK penyumbang produksi minyak terbesar nomor 2 secara nasional ini  memiliki luas wilayah 6.220,29 km2 dengan 10 lapangan utama yaitu Minas,  Duri, Bangko, Bekasap, Balam south, Kota Batak, Petani, Lematang,  Petapahan dan Pager. Cadangan status 1 Januari 2020, minyak 350,73  MMSCFD dan gas bumi 9.071 BSCF.
WK Rokan merupakan salah satu wilayah kerja strategis yang sejak  tahun 1951 hingga 2021, telah menghasilkan 11,69 miliar barel minyak  dengan produksi rata-rata tahun 2021 sampai dengan Juli 2021 sebesar  160,5 ribu barel minyak per hari untuk minyak bumi atau sekitar 24% dari  produksi nasional dan 41 MMSCFD untuk gas bumi.</content:encoded></item></channel></rss>
