<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta Neraca Dagang RI Surplus USD4,37 Miliar, 17 Bulan Berturut-turut!</title><description>Surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai sebesar USD4,37 miliar per September 2021 selama 17 bulan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/15/320/2486922/4-fakta-neraca-dagang-ri-surplus-usd4-37-miliar-17-bulan-berturut-turut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/15/320/2486922/4-fakta-neraca-dagang-ri-surplus-usd4-37-miliar-17-bulan-berturut-turut"/><item><title>4 Fakta Neraca Dagang RI Surplus USD4,37 Miliar, 17 Bulan Berturut-turut!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/15/320/2486922/4-fakta-neraca-dagang-ri-surplus-usd4-37-miliar-17-bulan-berturut-turut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/15/320/2486922/4-fakta-neraca-dagang-ri-surplus-usd4-37-miliar-17-bulan-berturut-turut</guid><pubDate>Jum'at 15 Oktober 2021 21:15 WIB</pubDate><dc:creator>Erlinda Septiawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/15/320/2486922/4-fakta-neraca-dagang-ri-surplus-usd4-37-miliar-17-bulan-berturut-turut-bDD7nUFlCS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Neraca Perdagangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/15/320/2486922/4-fakta-neraca-dagang-ri-surplus-usd4-37-miliar-17-bulan-berturut-turut-bDD7nUFlCS.jpg</image><title>Neraca Perdagangan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai sebesar USD4,37 miliar per September 2021 selama 17 bulan berturut-turut.
Diketahui kinerja ekspor sepanjang September tetap solid, dipengaruhi kenaikan harga komoditas ekspor yakni batubara dan CPO masing-masing 9,5% (month of month /mtm) dan 3,46% mtm.
Berikut empat fakta terkait neraca perdagangan RI surplus USD4,37 miliar, yang telah dirangkum oleh Okezone, Jumat (15/10/2021).
1.&amp;nbsp;Neraca Perdagangan RI Surplus USD4,37 Miliar
Data menunjukkan neraca perdagangan surplus selama 17 bulan beruntun. Nilai ekspor pada September 2021 mencapai USD20,60 miliar. Sedangkan, impor mencapai USD16,23 miliar.
Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Dagang Indonesia Keok Lawan Thailand, Senasib dengan Tim Piala Uber
&quot;17 bulan beruntun surplus terus,&quot; kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam video virtual.
Apabila melihat per sektornya, penurunan terbesar terjadi di sektor migas, yakni 12,56% secara month ton month (mtm). Sektor non migas mengalami penurunan yang lebih rendah, yakni 3,38% secara mtm.
2.     Impor Turun 2,67% September 2021
Sedangkan, kinerja impor pada September tahun ini turun secara bulanan 2,67% , secara tahunan impor Indonesia tercatat naik 40,31%.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ekspor RI Sepanjang September Meroket 47% Sebesar USD20,6 Miliar
&quot;Jika dirinci secara yoy impor migas naik 59,15% dan non migas meningkat 38,18%,&quot; katanya.3. Kinerja Ekspor Naik 47,64%
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor sepanjang September sebesar USD20,60 miliar atau lebih rendah dibandingkan Agustus 2021 sebesar USD21,43miliar (month to month/mom). Realisasi tersebut masih meroket sebesar 47,64% pada September 2020 sebesar USD13,96 miliar.
&quot;Dilihat dari Migas dan non migas meningkat. Migas meningkat sebesar 39,79% atau sebesar USD0,93 miliar sedangkan non migas USD19,67 miliar atau meningkat 48,03%,&quot; kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam video virtual.
4. Ekspor RI Mengalami Kenaikan Selama 3 Tahun
Sementara, perkembangan ekspor selama tiga tahun ini 2019,2020 dan 2021. Secara kumulatif Januari hingga September meningkat 40,38% atau sebesar USD164,29 miliar
&quot;Share terbesar itu dari lemak hewani nabati,&quot; katanya.
Kinerja ekspor nonmigas pun terkoreksi relatif lebih rendah karena sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Beberapa yang mengalami peningkatan di antaranya batu bara, alumunium, minyak kernel, dan kelapa sawit.
&quot;Harga batu bara per September 2021 naik 9,5% mtm, alumunium 8,9% mtm, dan minyak kernel 6,42% mtm,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai sebesar USD4,37 miliar per September 2021 selama 17 bulan berturut-turut.
Diketahui kinerja ekspor sepanjang September tetap solid, dipengaruhi kenaikan harga komoditas ekspor yakni batubara dan CPO masing-masing 9,5% (month of month /mtm) dan 3,46% mtm.
Berikut empat fakta terkait neraca perdagangan RI surplus USD4,37 miliar, yang telah dirangkum oleh Okezone, Jumat (15/10/2021).
1.&amp;nbsp;Neraca Perdagangan RI Surplus USD4,37 Miliar
Data menunjukkan neraca perdagangan surplus selama 17 bulan beruntun. Nilai ekspor pada September 2021 mencapai USD20,60 miliar. Sedangkan, impor mencapai USD16,23 miliar.
Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Dagang Indonesia Keok Lawan Thailand, Senasib dengan Tim Piala Uber
&quot;17 bulan beruntun surplus terus,&quot; kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam video virtual.
Apabila melihat per sektornya, penurunan terbesar terjadi di sektor migas, yakni 12,56% secara month ton month (mtm). Sektor non migas mengalami penurunan yang lebih rendah, yakni 3,38% secara mtm.
2.     Impor Turun 2,67% September 2021
Sedangkan, kinerja impor pada September tahun ini turun secara bulanan 2,67% , secara tahunan impor Indonesia tercatat naik 40,31%.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ekspor RI Sepanjang September Meroket 47% Sebesar USD20,6 Miliar
&quot;Jika dirinci secara yoy impor migas naik 59,15% dan non migas meningkat 38,18%,&quot; katanya.3. Kinerja Ekspor Naik 47,64%
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor sepanjang September sebesar USD20,60 miliar atau lebih rendah dibandingkan Agustus 2021 sebesar USD21,43miliar (month to month/mom). Realisasi tersebut masih meroket sebesar 47,64% pada September 2020 sebesar USD13,96 miliar.
&quot;Dilihat dari Migas dan non migas meningkat. Migas meningkat sebesar 39,79% atau sebesar USD0,93 miliar sedangkan non migas USD19,67 miliar atau meningkat 48,03%,&quot; kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam video virtual.
4. Ekspor RI Mengalami Kenaikan Selama 3 Tahun
Sementara, perkembangan ekspor selama tiga tahun ini 2019,2020 dan 2021. Secara kumulatif Januari hingga September meningkat 40,38% atau sebesar USD164,29 miliar
&quot;Share terbesar itu dari lemak hewani nabati,&quot; katanya.
Kinerja ekspor nonmigas pun terkoreksi relatif lebih rendah karena sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Beberapa yang mengalami peningkatan di antaranya batu bara, alumunium, minyak kernel, dan kelapa sawit.
&quot;Harga batu bara per September 2021 naik 9,5% mtm, alumunium 8,9% mtm, dan minyak kernel 6,42% mtm,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
