<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Anjlok Terseret Data Penjualan Ritel</title><description>Harga emas berjangka turun tajam pada akhiri perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487155/harga-emas-berjangka-anjlok-terseret-data-penjualan-ritel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487155/harga-emas-berjangka-anjlok-terseret-data-penjualan-ritel"/><item><title>Harga Emas Berjangka Anjlok Terseret Data Penjualan Ritel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487155/harga-emas-berjangka-anjlok-terseret-data-penjualan-ritel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487155/harga-emas-berjangka-anjlok-terseret-data-penjualan-ritel</guid><pubDate>Sabtu 16 Oktober 2021 06:42 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/16/320/2487155/harga-emas-berjangka-anjlok-terseret-data-penjualan-ritel-s2E6ZKzKGo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/16/320/2487155/harga-emas-berjangka-anjlok-terseret-data-penjualan-ritel-s2E6ZKzKGo.jpg</image><title>Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga emas berjangka turun tajam pada akhiri perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas menghentikan kenaikan selama tiga hari berturut-turut, karena rebound dalam imbal hasil obligasi AS dan peningkatan mengejutkan dalam penjualan ritel September merusak status safe-haven emas.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD29,6 atau 1,65% menjadi ditutup pada USD1.768,30 per ounce. Namun, untuk periode minggu ini emas berjangka masih membukukan kenaikan 0,60%.
Baca Juga: Harga Emas Dekati USD1.800/Ounce, Naik 3 Hari Berturut-turut
 
&amp;ldquo;Emas memiliki segalanya yang menentangnya. Suku bunga riil naik, ekuitas lebih tinggi, begitu juga Bitcoin,&amp;rdquo; kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.
Data ekonomi yang dirilis pada Jumat (15/10) beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel AS naik 0,7% pada September, bulan kedua berturut-turut penjualan ritel meningkat. Penjualan ritel AS secara tak terduga meningkat pada September, meningkatkan ekuitas dan memperpanjang kerugian emas sebagai lindung nilai risiko.
Baca Juga: Emas Antam Dibanderol Rp916.000/Gram, Berikut Daftar Kenaikan Harganya
 
Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan harga impor naik 0,4% pada September setelah turun 0,3% pada Agustus. Sementara itu, indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York turun 14,5 poin menjadi 19,8 pada Oktober, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 25 poin.
Meningkatkan peluang kerugian memegang emas, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan pulih dari level terendah lebih dari satu minggu pada Kamis (14/10).
Sementara sebagian besar pembuat kebijakan Fed setuju bahwa bank  sentral dapat mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan segera bulan  depan, mereka terpecah tajam atas inflasi dan apa yang harus mereka  lakukan tentang hal itu.
Investor kemungkinan hanya memperkirakan pengetatan moderat dari  bank-bank sentral utama dan &quot;yang seharusnya tidak menyebabkan terlalu  banyak masalah bagi emas karena investor melakukan lindung nilai  terhadap tingkat harga yang tinggi,&quot; kata Fawad Razaqzada, analis  ThinkMarkets.
Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil  obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas  yang tidak memberikan imbal hasil.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 12,8 sen  atau 0,55%, menjadi ditutup pada USD23,349 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Januari naik USD6,6 atau 0,63%, menjadi ditutup pada  USD1.058,9 per ounce.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas berjangka turun tajam pada akhiri perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas menghentikan kenaikan selama tiga hari berturut-turut, karena rebound dalam imbal hasil obligasi AS dan peningkatan mengejutkan dalam penjualan ritel September merusak status safe-haven emas.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD29,6 atau 1,65% menjadi ditutup pada USD1.768,30 per ounce. Namun, untuk periode minggu ini emas berjangka masih membukukan kenaikan 0,60%.
Baca Juga: Harga Emas Dekati USD1.800/Ounce, Naik 3 Hari Berturut-turut
 
&amp;ldquo;Emas memiliki segalanya yang menentangnya. Suku bunga riil naik, ekuitas lebih tinggi, begitu juga Bitcoin,&amp;rdquo; kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.
Data ekonomi yang dirilis pada Jumat (15/10) beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel AS naik 0,7% pada September, bulan kedua berturut-turut penjualan ritel meningkat. Penjualan ritel AS secara tak terduga meningkat pada September, meningkatkan ekuitas dan memperpanjang kerugian emas sebagai lindung nilai risiko.
Baca Juga: Emas Antam Dibanderol Rp916.000/Gram, Berikut Daftar Kenaikan Harganya
 
Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan harga impor naik 0,4% pada September setelah turun 0,3% pada Agustus. Sementara itu, indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York turun 14,5 poin menjadi 19,8 pada Oktober, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 25 poin.
Meningkatkan peluang kerugian memegang emas, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan pulih dari level terendah lebih dari satu minggu pada Kamis (14/10).
Sementara sebagian besar pembuat kebijakan Fed setuju bahwa bank  sentral dapat mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan segera bulan  depan, mereka terpecah tajam atas inflasi dan apa yang harus mereka  lakukan tentang hal itu.
Investor kemungkinan hanya memperkirakan pengetatan moderat dari  bank-bank sentral utama dan &quot;yang seharusnya tidak menyebabkan terlalu  banyak masalah bagi emas karena investor melakukan lindung nilai  terhadap tingkat harga yang tinggi,&quot; kata Fawad Razaqzada, analis  ThinkMarkets.
Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil  obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas  yang tidak memberikan imbal hasil.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 12,8 sen  atau 0,55%, menjadi ditutup pada USD23,349 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Januari naik USD6,6 atau 0,63%, menjadi ditutup pada  USD1.058,9 per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
