<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Tersembunyi dari China Buat Kereta Cepat? Stafsus Erick Thohir: Hoax!</title><description>Kementerian BUMN membantah isu hidden debt atau utang tersembunyi BUMN  digunakan untuk pendanaan proyek Kereta Cepat Bandung-Jakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487250/utang-tersembunyi-dari-china-buat-kereta-cepat-stafsus-erick-thohir-hoax</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487250/utang-tersembunyi-dari-china-buat-kereta-cepat-stafsus-erick-thohir-hoax"/><item><title>Utang Tersembunyi dari China Buat Kereta Cepat? Stafsus Erick Thohir: Hoax!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487250/utang-tersembunyi-dari-china-buat-kereta-cepat-stafsus-erick-thohir-hoax</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487250/utang-tersembunyi-dari-china-buat-kereta-cepat-stafsus-erick-thohir-hoax</guid><pubDate>Sabtu 16 Oktober 2021 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/16/320/2487250/utang-tersembunyi-dari-china-buat-kereta-cepat-stafsus-erick-thohir-hoax-aLLpYMUsj8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementerian BUMN membantah isu hidden debt proyek kereta cepat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/16/320/2487250/utang-tersembunyi-dari-china-buat-kereta-cepat-stafsus-erick-thohir-hoax-aLLpYMUsj8.jpg</image><title>Kementerian BUMN membantah isu hidden debt proyek kereta cepat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian BUMN membantah isu hidden debt atau utang tersembunyi BUMN digunakan untuk pendanaan proyek Kereta Cepat Bandung-Jakarta (KCBJ). Kementerian BUMN menegaskan berita tersebut adalah keliru alias hoax.
Penegasan itu menyusul salah satu media daring (online) menuliskan bahwa pinjaman yang disalurkan China kepada BUMN bertujuan untuk pembangunan jalur sutera melalui Belt and Road Initiative (BRI) yang selama ini dilakukan di banyak negara. Salah satunya digunakan untuk pendanaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Baca Juga: Tak Lagi Diberikan PMN! Presiden Jokowi: BUMN Sakit Jangan Diselamatkan, Tutup Saja
 
&quot;Berita di (media bersangkutan) hoax ya, ini hoax benar dan tendensius. Tidak ada sama sekali utang tersembunyi dari China untuk proyek kereta cepat,&quot; ujar Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga kepada Wartawan, Sabtu (16/10/2021).
Arya menegaskan, semua utang perusahaan pelat merah dan alokasinya tercatat dalam Monitoring Risiko Pinjaman Komersial Luar Negeri (PKLN) Bank Indonesia. Kementerian BUMN pun meminta pihak redaksi media tersebut memperbaiki isi berita yang dimaksud dan memberi permintaan maaf.
Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Erick Thohir Tutup BUMN Sakit
 
&quot;Karena semua tercatat di PKLN Bank Indonesia, jadi berita yang dibuat oleh (media bersangkutan) bahwa mengatakan ada hutang tersembunyi China untuk proyek kereta cepat itu benar-benar hoax dan tendensius, kami berharap bisa memperbaikinya dan meminta maaf,&quot; katanya.
Laporan lembaga riset Amerika Serikat (AS) AidData ihwal 'utang tersembunyi' Indonesia dari Cina senilai USD 17,28 miliar atau setara Rp 266 triliun memang menjadi sorotan sejumlah pihak. Namun, utang tersebut tidak dikategorikan sebagai pinjaman pemerintah.Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang sebesar Rp 266 triliun  berasal dari skema business to business (B to B) BUMN, special purpose  vehicle (SPV), perusahaan patungan, hingga swasta. Artinya, pinjaman  tersebut menjadi tanggung jawab pihak terkait dan bukan pemerintah.
Kemenkeu tidak menapikan jika pinjaman itu berpotensi wanprestasi dan  beresiko kepada keuangan pemerintah. Dari laporan AidData, terjadi  kenaikan utang berbentuk hidden debt di negara yang menjalin kerjasama  proyek infrastruktur dengan China. Namun, tidak spesifik menjelaskan  adanya pinjaman untuk pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Sementara, pendanaan KCJB sendiri bersumber dari pinjaman China  Development Bank (CBD) sebesar USD4,55 miliar atau setara Rp64,9  triliun. Jumlah itu sekitar 75 persen dari total nilai investasi KCJB  sebesar USD6,07 miliar. Sementara sisanya 25 persen berasal dari ekuiti  KCIC.
Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung memang benar-benar menyita  semuanya. Selain investasinya yang terus membengkak, waktu  penyelesaiannya pun molor. Awalnya, proyek ini ditargetkan selesai pada  2019, namun bergeser hingga akhir 2022.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian BUMN membantah isu hidden debt atau utang tersembunyi BUMN digunakan untuk pendanaan proyek Kereta Cepat Bandung-Jakarta (KCBJ). Kementerian BUMN menegaskan berita tersebut adalah keliru alias hoax.
Penegasan itu menyusul salah satu media daring (online) menuliskan bahwa pinjaman yang disalurkan China kepada BUMN bertujuan untuk pembangunan jalur sutera melalui Belt and Road Initiative (BRI) yang selama ini dilakukan di banyak negara. Salah satunya digunakan untuk pendanaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Baca Juga: Tak Lagi Diberikan PMN! Presiden Jokowi: BUMN Sakit Jangan Diselamatkan, Tutup Saja
 
&quot;Berita di (media bersangkutan) hoax ya, ini hoax benar dan tendensius. Tidak ada sama sekali utang tersembunyi dari China untuk proyek kereta cepat,&quot; ujar Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga kepada Wartawan, Sabtu (16/10/2021).
Arya menegaskan, semua utang perusahaan pelat merah dan alokasinya tercatat dalam Monitoring Risiko Pinjaman Komersial Luar Negeri (PKLN) Bank Indonesia. Kementerian BUMN pun meminta pihak redaksi media tersebut memperbaiki isi berita yang dimaksud dan memberi permintaan maaf.
Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Erick Thohir Tutup BUMN Sakit
 
&quot;Karena semua tercatat di PKLN Bank Indonesia, jadi berita yang dibuat oleh (media bersangkutan) bahwa mengatakan ada hutang tersembunyi China untuk proyek kereta cepat itu benar-benar hoax dan tendensius, kami berharap bisa memperbaikinya dan meminta maaf,&quot; katanya.
Laporan lembaga riset Amerika Serikat (AS) AidData ihwal 'utang tersembunyi' Indonesia dari Cina senilai USD 17,28 miliar atau setara Rp 266 triliun memang menjadi sorotan sejumlah pihak. Namun, utang tersebut tidak dikategorikan sebagai pinjaman pemerintah.Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang sebesar Rp 266 triliun  berasal dari skema business to business (B to B) BUMN, special purpose  vehicle (SPV), perusahaan patungan, hingga swasta. Artinya, pinjaman  tersebut menjadi tanggung jawab pihak terkait dan bukan pemerintah.
Kemenkeu tidak menapikan jika pinjaman itu berpotensi wanprestasi dan  beresiko kepada keuangan pemerintah. Dari laporan AidData, terjadi  kenaikan utang berbentuk hidden debt di negara yang menjalin kerjasama  proyek infrastruktur dengan China. Namun, tidak spesifik menjelaskan  adanya pinjaman untuk pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Sementara, pendanaan KCJB sendiri bersumber dari pinjaman China  Development Bank (CBD) sebesar USD4,55 miliar atau setara Rp64,9  triliun. Jumlah itu sekitar 75 persen dari total nilai investasi KCJB  sebesar USD6,07 miliar. Sementara sisanya 25 persen berasal dari ekuiti  KCIC.
Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung memang benar-benar menyita  semuanya. Selain investasinya yang terus membengkak, waktu  penyelesaiannya pun molor. Awalnya, proyek ini ditargetkan selesai pada  2019, namun bergeser hingga akhir 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
