<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Temui Bos Verstegen Bahas Investasi di Papua</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bertemu dengan CEO Verstegen Spices &amp;amp; Sauces B.V. Michel Driessen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487295/bahlil-temui-bos-verstegen-bahas-investasi-di-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487295/bahlil-temui-bos-verstegen-bahas-investasi-di-papua"/><item><title>Bahlil Temui Bos Verstegen Bahas Investasi di Papua</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487295/bahlil-temui-bos-verstegen-bahas-investasi-di-papua</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487295/bahlil-temui-bos-verstegen-bahas-investasi-di-papua</guid><pubDate>Sabtu 16 Oktober 2021 17:09 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/16/320/2487295/bahlil-temui-bos-verstegen-bahas-investasi-di-papua-TsefA8KhGf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil ajak Belanda investasi di Papua (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/16/320/2487295/bahlil-temui-bos-verstegen-bahas-investasi-di-papua-TsefA8KhGf.jpg</image><title>Bahlil ajak Belanda investasi di Papua (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bertemu dengan CEO Verstegen Spices &amp;amp; Sauces B.V. Michel Driessen di Kantor Pusat Verstegen di Rotterdam, Belanda.
Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada November 2020 lalu, di mana, Verstegen menyampaikan minatnya untuk berpartisipasi dalam program peremajaan dan penanaman komoditas pala serta industri pengolahannya di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Saat ini, Verstegen telah mendirikan Kantor Perwakilan Perusahaan Asing (KPPA) di Indonesia.
Baca Juga: Listrik Berlimpah, Investor Jangan Ragu Tanam Modal di Indonesia
 
Bahlil menyambut baik rencana investasi Verstegen tersebut. Rencana pengembangan perkebunan pala ini sejalan dengan mandat langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Kementerian Investasi/BKPM untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia. Hal ini dituangkan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.
Bahlil menjelaskan, saat ini telah tersedia lahan seluas 40.000 hektar di Fakfak yang dapat digunakan untuk membangun perkebunan pala dan industri pengolahannya. Rencana pengembangan industri pala ini juga telah didukung oleh hasil studi dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Baca Juga: Investasi di Usia 30-an, Begini Caranya
&amp;ldquo;Verstegen tidak perlu khawatir terkait urusan lahan di daerah. Kementerian Investasi/BKPM siap fasilitasi dan urus izin-izinnya. Untuk pelaksanaannya, bisa kita lakukan secara bertahap. Mulai dari lahan seluas 10 ribu hektar terlebih dulu, kemudian kita pantau dan pelajari untuk ekspansi nantinya,&amp;rdquo; ujar Bahlil dalam keterangan pers, Sabtu (16/10/2021).
Lebih lanjut, dia menilai, pengalaman dan jaringan Verstegen akan sangat dibutuhkan keterlibatannya untuk membuat proyek itu terlaksana. Menurutnya, Verstegen dapat menjadi investor perkebunan pala, serta memasarkan produk akhir dan membantu dalam jaringan distribusi dengan keahlian dan koneksi yang dimiliki.Senada, CEO Verstegen Spices &amp;amp; Sauces B.V. Michel Driessen  mencatat, model bisnis yang biasa dijalankan puhaknya yaitu bekerja sama  dengan mitra lokal pemilik lahan perkebunan, bukan menjadi pemilik  lahan. Verstegen nantinya akan lebih fokus pada pendistribusian produk,  pelatihan petani lokal, serta transfer pengetahuan.
&amp;ldquo;Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian Investasi/BKPM dan  siap bekerja sama. Selanjutnya, kami akan segera mengirimkan tim ke  Fakfak untuk mempelajari seluruh detail proposal yang ditawarkan,  termasuk estimasi biaya, kemungkinan kemitraan, proses pascapanen, dan  lain-lain,&amp;rdquo; ucap Michel.
Pengembangan industri rempah-rempah terintegrasi perkebunan pala ini  nantinya dapat mengamankan kedua sisi, yaitu pasokan (supply) dan  permintaan pasar internasional (demand) atas rempah-rempah asal  Indonesia.
Berdasarkan data yang ada pada Kementerian Investasi/BKPM, realisasi  investasi Penanaman Modal Asing (PMA) asal Belanda pada periode Semester  I (Januari-Juli) 2021 tercatat sebesar USD1,3 miliar dan menempati  peringkat ke-4 setelah Singapura, Hongkong, dan Tiongkok.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bertemu dengan CEO Verstegen Spices &amp;amp; Sauces B.V. Michel Driessen di Kantor Pusat Verstegen di Rotterdam, Belanda.
Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada November 2020 lalu, di mana, Verstegen menyampaikan minatnya untuk berpartisipasi dalam program peremajaan dan penanaman komoditas pala serta industri pengolahannya di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Saat ini, Verstegen telah mendirikan Kantor Perwakilan Perusahaan Asing (KPPA) di Indonesia.
Baca Juga: Listrik Berlimpah, Investor Jangan Ragu Tanam Modal di Indonesia
 
Bahlil menyambut baik rencana investasi Verstegen tersebut. Rencana pengembangan perkebunan pala ini sejalan dengan mandat langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Kementerian Investasi/BKPM untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia. Hal ini dituangkan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.
Bahlil menjelaskan, saat ini telah tersedia lahan seluas 40.000 hektar di Fakfak yang dapat digunakan untuk membangun perkebunan pala dan industri pengolahannya. Rencana pengembangan industri pala ini juga telah didukung oleh hasil studi dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Baca Juga: Investasi di Usia 30-an, Begini Caranya
&amp;ldquo;Verstegen tidak perlu khawatir terkait urusan lahan di daerah. Kementerian Investasi/BKPM siap fasilitasi dan urus izin-izinnya. Untuk pelaksanaannya, bisa kita lakukan secara bertahap. Mulai dari lahan seluas 10 ribu hektar terlebih dulu, kemudian kita pantau dan pelajari untuk ekspansi nantinya,&amp;rdquo; ujar Bahlil dalam keterangan pers, Sabtu (16/10/2021).
Lebih lanjut, dia menilai, pengalaman dan jaringan Verstegen akan sangat dibutuhkan keterlibatannya untuk membuat proyek itu terlaksana. Menurutnya, Verstegen dapat menjadi investor perkebunan pala, serta memasarkan produk akhir dan membantu dalam jaringan distribusi dengan keahlian dan koneksi yang dimiliki.Senada, CEO Verstegen Spices &amp;amp; Sauces B.V. Michel Driessen  mencatat, model bisnis yang biasa dijalankan puhaknya yaitu bekerja sama  dengan mitra lokal pemilik lahan perkebunan, bukan menjadi pemilik  lahan. Verstegen nantinya akan lebih fokus pada pendistribusian produk,  pelatihan petani lokal, serta transfer pengetahuan.
&amp;ldquo;Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian Investasi/BKPM dan  siap bekerja sama. Selanjutnya, kami akan segera mengirimkan tim ke  Fakfak untuk mempelajari seluruh detail proposal yang ditawarkan,  termasuk estimasi biaya, kemungkinan kemitraan, proses pascapanen, dan  lain-lain,&amp;rdquo; ucap Michel.
Pengembangan industri rempah-rempah terintegrasi perkebunan pala ini  nantinya dapat mengamankan kedua sisi, yaitu pasokan (supply) dan  permintaan pasar internasional (demand) atas rempah-rempah asal  Indonesia.
Berdasarkan data yang ada pada Kementerian Investasi/BKPM, realisasi  investasi Penanaman Modal Asing (PMA) asal Belanda pada periode Semester  I (Januari-Juli) 2021 tercatat sebesar USD1,3 miliar dan menempati  peringkat ke-4 setelah Singapura, Hongkong, dan Tiongkok.</content:encoded></item></channel></rss>
