<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kementan: Kalau Beli Singkong Tolong Jangan Ditawar, Tanamnya Lama</title><description>Masyarakat diimbau untuk menghargai jerih payah petani, khususnya petani singkong.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487338/kementan-kalau-beli-singkong-tolong-jangan-ditawar-tanamnya-lama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487338/kementan-kalau-beli-singkong-tolong-jangan-ditawar-tanamnya-lama"/><item><title>Kementan: Kalau Beli Singkong Tolong Jangan Ditawar, Tanamnya Lama</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487338/kementan-kalau-beli-singkong-tolong-jangan-ditawar-tanamnya-lama</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/16/320/2487338/kementan-kalau-beli-singkong-tolong-jangan-ditawar-tanamnya-lama</guid><pubDate>Sabtu 16 Oktober 2021 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/16/320/2487338/kementan-kalau-beli-singkong-tolong-jangan-ditawar-tanamnya-lama-bI2UlFNeDc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementan sebut waktu tanam singkong lama (Foto: Thedailymeal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/16/320/2487338/kementan-kalau-beli-singkong-tolong-jangan-ditawar-tanamnya-lama-bI2UlFNeDc.jpg</image><title>Kementan sebut waktu tanam singkong lama (Foto: Thedailymeal)</title></images><description>JAKARTA - Masyarakat diimbau untuk menghargai jerih payah petani, khususnya petani singkong. Pasalnya menanam singkong memerlukan waktu yang tidak singkat bahkan sampai membutuhkan 9 bulan untuk waktu panen.
&quot;Tolong saya harap hargai jerih payah petani, karena nanam singkong 9 bulan, kalau nanam padi, jagung 3 bulan, tolong kalau petani jual ditawar lah,&quot; ujar Direktur Jendral Tanaman Pangan Suwandi, Sabtu (16/10/2021).
Baca Juga: Erick Thohir: Program Makmur Diberikan ke 28.000 Petani
 
Dalam kesempatannya Suwandi juga mengajak masyarakat untuk mengonsumsi pangan lokal salah satunya adalah singkong, karena dengan hal tersebut dapat membangun market para petani.
&quot;Supaya produk-produk lokal tumbuh dengan baik walaupun kualitas belum apa, ya dibeli, dengan begitu petani akan semangat untuk meningkatkan kualitasnya, jangan mengonsumsi produk dari negara tentangga,&quot; sambungnya.
Baca Juga: Viral! Azan Berkumandang, Ibu-Ibu Petani Langsung Gelar Sajadah Sholat di Pinggir Sawah
Mencintai produk dalam negeri menurutnya dapat menggerakan dan ekonomi akan tumbuh untuk mencapai bangsa yang kuat.&quot;Bangsa Indonesia bangsa yang besar, untuk menjadi besar, harus energi dan pangannya harus kuat,&quot; tuturnya.
Dalam kesempatannya Suwandi mengatakan potensi pangan Indonesia  sebenarnya luar biasa, yang jangan sampai dilupakan oleh generasi  selanjutnya.
&quot;Ganyong, Gadung, Gembili, Hotong, Hanjeli, dan masih banyak lagi  potensi yang perlu di dorong dan dikembalikan dan dijaga dengan baik,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Masyarakat diimbau untuk menghargai jerih payah petani, khususnya petani singkong. Pasalnya menanam singkong memerlukan waktu yang tidak singkat bahkan sampai membutuhkan 9 bulan untuk waktu panen.
&quot;Tolong saya harap hargai jerih payah petani, karena nanam singkong 9 bulan, kalau nanam padi, jagung 3 bulan, tolong kalau petani jual ditawar lah,&quot; ujar Direktur Jendral Tanaman Pangan Suwandi, Sabtu (16/10/2021).
Baca Juga: Erick Thohir: Program Makmur Diberikan ke 28.000 Petani
 
Dalam kesempatannya Suwandi juga mengajak masyarakat untuk mengonsumsi pangan lokal salah satunya adalah singkong, karena dengan hal tersebut dapat membangun market para petani.
&quot;Supaya produk-produk lokal tumbuh dengan baik walaupun kualitas belum apa, ya dibeli, dengan begitu petani akan semangat untuk meningkatkan kualitasnya, jangan mengonsumsi produk dari negara tentangga,&quot; sambungnya.
Baca Juga: Viral! Azan Berkumandang, Ibu-Ibu Petani Langsung Gelar Sajadah Sholat di Pinggir Sawah
Mencintai produk dalam negeri menurutnya dapat menggerakan dan ekonomi akan tumbuh untuk mencapai bangsa yang kuat.&quot;Bangsa Indonesia bangsa yang besar, untuk menjadi besar, harus energi dan pangannya harus kuat,&quot; tuturnya.
Dalam kesempatannya Suwandi mengatakan potensi pangan Indonesia  sebenarnya luar biasa, yang jangan sampai dilupakan oleh generasi  selanjutnya.
&quot;Ganyong, Gadung, Gembili, Hotong, Hanjeli, dan masih banyak lagi  potensi yang perlu di dorong dan dikembalikan dan dijaga dengan baik,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
