<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan Minta Pengawasan Produk Pertanian yang Masuk ke RI Diperketat</title><description>Badan Karantina Pertanian diminta memperketat setiap produk pangan dan  makanan yang masuk melalui pintu-pintu bandara dan pelabuhan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/18/320/2487882/mentan-minta-pengawasan-produk-pertanian-yang-masuk-ke-ri-diperketat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/18/320/2487882/mentan-minta-pengawasan-produk-pertanian-yang-masuk-ke-ri-diperketat"/><item><title>Mentan Minta Pengawasan Produk Pertanian yang Masuk ke RI Diperketat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/18/320/2487882/mentan-minta-pengawasan-produk-pertanian-yang-masuk-ke-ri-diperketat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/18/320/2487882/mentan-minta-pengawasan-produk-pertanian-yang-masuk-ke-ri-diperketat</guid><pubDate>Senin 18 Oktober 2021 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Zikra Mulia Irawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/18/320/2487882/mentan-minta-pengawasan-produk-pertanian-yang-masuk-ke-ri-diperketat-UtWBckmmRJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan minta pengawasan produk yang masuk RI diperketat (Foto: Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/18/320/2487882/mentan-minta-pengawasan-produk-pertanian-yang-masuk-ke-ri-diperketat-UtWBckmmRJ.jpg</image><title>Mentan minta pengawasan produk yang masuk RI diperketat (Foto: Kementan)</title></images><description>JAKARTA - Badan Karantina Pertanian diminta memperketat setiap produk pangan dan makanan yang masuk melalui pintu-pintu bandara dan pelabuhan seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat memimpin upacara Hari Karantina Pertanian 2021 di Lapangan Kupang, Nusa Tenggara Timur.
&quot;Tugas dari karantina pertanian ini sangat penting untuk melakukan pelayanan, menjaga kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan dari ancaman hama/penyakit hewan dan tumbuhan, serta menggerakkan roda perekonomian selama masa pandemi,&quot; ujar Mentan, Senin (18/10/2021).
Baca Juga: Kegiatan Dunia Usaha Melambat, Ada Apa?
 
Karantina pertanian, kata Mentan harus berada di garda terdepan dalam mengemban tugas sebagai benteng perlindungan sumber daya alam hayati dan pertanian negara. Barantan juga diharapkan mampu membangun dan mendorong ekspor komoditas pertanian Indonesia pada saat pemulihan ekonomi dunia terjadi.
&quot;Secara khusus, saya memberikan tugas strategis kepada Badan Karantina Pertanian untuk mengawal program peningkatan ekspor melalui Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) selama kurun waktu 2020 hingga 2024. Kesuksesan program tersebut memerlukan sinergi dengan berbagai pihak,&quot; katanya.
Baca Juga: Beri Alat Pertanian untuk Petani di Sorong, Jokowi Ingin Pemanfaatan Lahan Ditingkatkan
Sebagaimana diketahui, salah satu pencapaian sinergitas dalam pencapaian Gratieks adalah kegiatan Merdeka Ekspor yang dilepas langsung oleh Presiden Joko Widodo secara serentak melalui 17 pintu ekspor dengan nilai Rp7,2 triliun. Kegiatan ini memberikan optimisme baru bagi para petani dan pelaku usaha pertanian agar lebih berkembang lagi.&quot;Diharapkan dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, tidak ada lagi yang  tidak melakukan ekspor. Semua harus ekspor demi negara kita tercinta  ini. Alhamdulillah berkat sinergi seluruh pemangku kepentingan, tercatat  kopi, tanaman obat, aromatik dan buah buahan kita makin perkasa di  pasar dunia, menyusul sarang burung walet dan porang, sesuai dengan  arahan Presiden Joko Widodo,&quot; katanya.
Berkaitan dengan hal ini, Mentan mengapresiasi kemampuan Barantan  dalam menjalankan amanat UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan,  Ikan, dan Tumbuhan. Karantina terbukti mampu menjaga kelestarian sumber  daya alam hayati dengan melakukan pengawasan dan penindakan terkait  maraknya isu peredaran ilegal, hewan, tumbuhan dan produknya, hingga  memberikan berbagai pembinaan teknis dan akses informasi bagi para  pelaku usaha pertanian atau eksportir.
&quot;Saya rasa kinerja Barantan selaku focal point Indonesia untuk  Sanitary and Phytosanitary (SPS) WTO, berperan di dalam penyelesaian  isu-isu kesehatan dan keamanan produk pertanian dengan negara mitra  dagang. Selamat Hari Karantina Pertanian Tahun 2021, Mari Bersinergi  Melindungi Negeri, Pertanian Bertumbuh, Mendunia dan Berkelanjutan, demi  mewujudkan Pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Karantina Pertanian diminta memperketat setiap produk pangan dan makanan yang masuk melalui pintu-pintu bandara dan pelabuhan seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat memimpin upacara Hari Karantina Pertanian 2021 di Lapangan Kupang, Nusa Tenggara Timur.
&quot;Tugas dari karantina pertanian ini sangat penting untuk melakukan pelayanan, menjaga kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan dari ancaman hama/penyakit hewan dan tumbuhan, serta menggerakkan roda perekonomian selama masa pandemi,&quot; ujar Mentan, Senin (18/10/2021).
Baca Juga: Kegiatan Dunia Usaha Melambat, Ada Apa?
 
Karantina pertanian, kata Mentan harus berada di garda terdepan dalam mengemban tugas sebagai benteng perlindungan sumber daya alam hayati dan pertanian negara. Barantan juga diharapkan mampu membangun dan mendorong ekspor komoditas pertanian Indonesia pada saat pemulihan ekonomi dunia terjadi.
&quot;Secara khusus, saya memberikan tugas strategis kepada Badan Karantina Pertanian untuk mengawal program peningkatan ekspor melalui Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) selama kurun waktu 2020 hingga 2024. Kesuksesan program tersebut memerlukan sinergi dengan berbagai pihak,&quot; katanya.
Baca Juga: Beri Alat Pertanian untuk Petani di Sorong, Jokowi Ingin Pemanfaatan Lahan Ditingkatkan
Sebagaimana diketahui, salah satu pencapaian sinergitas dalam pencapaian Gratieks adalah kegiatan Merdeka Ekspor yang dilepas langsung oleh Presiden Joko Widodo secara serentak melalui 17 pintu ekspor dengan nilai Rp7,2 triliun. Kegiatan ini memberikan optimisme baru bagi para petani dan pelaku usaha pertanian agar lebih berkembang lagi.&quot;Diharapkan dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, tidak ada lagi yang  tidak melakukan ekspor. Semua harus ekspor demi negara kita tercinta  ini. Alhamdulillah berkat sinergi seluruh pemangku kepentingan, tercatat  kopi, tanaman obat, aromatik dan buah buahan kita makin perkasa di  pasar dunia, menyusul sarang burung walet dan porang, sesuai dengan  arahan Presiden Joko Widodo,&quot; katanya.
Berkaitan dengan hal ini, Mentan mengapresiasi kemampuan Barantan  dalam menjalankan amanat UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan,  Ikan, dan Tumbuhan. Karantina terbukti mampu menjaga kelestarian sumber  daya alam hayati dengan melakukan pengawasan dan penindakan terkait  maraknya isu peredaran ilegal, hewan, tumbuhan dan produknya, hingga  memberikan berbagai pembinaan teknis dan akses informasi bagi para  pelaku usaha pertanian atau eksportir.
&quot;Saya rasa kinerja Barantan selaku focal point Indonesia untuk  Sanitary and Phytosanitary (SPS) WTO, berperan di dalam penyelesaian  isu-isu kesehatan dan keamanan produk pertanian dengan negara mitra  dagang. Selamat Hari Karantina Pertanian Tahun 2021, Mari Bersinergi  Melindungi Negeri, Pertanian Bertumbuh, Mendunia dan Berkelanjutan, demi  mewujudkan Pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
