<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hadapi Endemi, Sri Mulyani Minta Pelayanan Publik di Kemenkeu Lebih Modern</title><description>Dalam menghadapi endemi Covid-19 dibutuhkan transformasi pelayanan publik yang lebih modern dan inklusif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/19/320/2488568/hadapi-endemi-sri-mulyani-minta-pelayanan-publik-di-kemenkeu-lebih-modern</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/19/320/2488568/hadapi-endemi-sri-mulyani-minta-pelayanan-publik-di-kemenkeu-lebih-modern"/><item><title>Hadapi Endemi, Sri Mulyani Minta Pelayanan Publik di Kemenkeu Lebih Modern</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/19/320/2488568/hadapi-endemi-sri-mulyani-minta-pelayanan-publik-di-kemenkeu-lebih-modern</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/19/320/2488568/hadapi-endemi-sri-mulyani-minta-pelayanan-publik-di-kemenkeu-lebih-modern</guid><pubDate>Selasa 19 Oktober 2021 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/19/320/2488568/hadapi-endemi-sri-mulyani-minta-pelayanan-publik-di-kemenkeu-lebih-modern-MHVFtHamXx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani minta pelayanan publik lebih modern (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/19/320/2488568/hadapi-endemi-sri-mulyani-minta-pelayanan-publik-di-kemenkeu-lebih-modern-MHVFtHamXx.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani minta pelayanan publik lebih modern (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Dalam menghadapi endemi Covid-19 dibutuhkan transformasi pelayanan publik yang lebih modern dan inklusif. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pelayanan yang modern dibutuhkan terutama di sektor kesehatan.
&amp;ldquo;Ikhtiar yang menjadi setting di Kemenkeu terkait transformasi dan pelayanan publik yang inklusif dan modern. Bagaimana kita bisa mendukung transformasi di bidang kesehatan,&amp;rdquo; katanya, Selasa (19/10/2021).
Baca Juga: Atasi Perubahan Iklim, Sri Mulyani: Butuh Strategi Keuangan dan Teknologi
 
Sri Mulyani menuturkan transformasi pelayanan publik menjadi lebih modern dan inklusif khususnya di bidang kesehatan akan menciptakan sistem kesehatan yang lebih baik bahkan dapat berkontribusi secara global dalam menangani COVID-19.
Ia menegaskan upaya ini harus dilakukan mengingat pandemi COVID-19 yang telah berlangsung hampir dua tahun telah menimbulkan konsekuensi luar biasa baik dari sisi masyarakat, dunia usaha, kesehatan, ekonomi, sosial serta keuangan negara.
Baca Juga: Sri Mulyani Akui Sistem Birokrasi di Indonesia Sangat Kolot
Pendapatan negara turun seiring perekonomian masyarakat yang tertekan sehingga pemerintah harus menggunakan uang negara untuk menangani kesehatan, sosial, usaha, dan menjaga momentum pemulihan serta pembangunan yang tetap harus berjalan.Oleh sebab itu, menurut Sri Mulyani, transformasi pelayanan publik  menuju ke arah yang modern dan inklusif ini setidaknya dapat mendorong  percepatan serta akselerasi program vaksinasi.
Pemerintah sendiri menginginkan vaksinasi COVID-19 mampu menjangkau  sekitar 70 persen dari total penduduk Indonesia untuk mencapai herd  immunity sehingga aktivitas perekonomian dapat berjalan normal kembali.
&amp;ldquo;Vaksinasi harus diteruskan karena kita belum mencapai 40 persen dan  kita ingin mencapai 70 persen dari penduduk kita. Kita harus tetap hidup  berdampingan dengan COVID-19 ini dalam fenomena endemi,&amp;rdquo; kata Sri  Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam menghadapi endemi Covid-19 dibutuhkan transformasi pelayanan publik yang lebih modern dan inklusif. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pelayanan yang modern dibutuhkan terutama di sektor kesehatan.
&amp;ldquo;Ikhtiar yang menjadi setting di Kemenkeu terkait transformasi dan pelayanan publik yang inklusif dan modern. Bagaimana kita bisa mendukung transformasi di bidang kesehatan,&amp;rdquo; katanya, Selasa (19/10/2021).
Baca Juga: Atasi Perubahan Iklim, Sri Mulyani: Butuh Strategi Keuangan dan Teknologi
 
Sri Mulyani menuturkan transformasi pelayanan publik menjadi lebih modern dan inklusif khususnya di bidang kesehatan akan menciptakan sistem kesehatan yang lebih baik bahkan dapat berkontribusi secara global dalam menangani COVID-19.
Ia menegaskan upaya ini harus dilakukan mengingat pandemi COVID-19 yang telah berlangsung hampir dua tahun telah menimbulkan konsekuensi luar biasa baik dari sisi masyarakat, dunia usaha, kesehatan, ekonomi, sosial serta keuangan negara.
Baca Juga: Sri Mulyani Akui Sistem Birokrasi di Indonesia Sangat Kolot
Pendapatan negara turun seiring perekonomian masyarakat yang tertekan sehingga pemerintah harus menggunakan uang negara untuk menangani kesehatan, sosial, usaha, dan menjaga momentum pemulihan serta pembangunan yang tetap harus berjalan.Oleh sebab itu, menurut Sri Mulyani, transformasi pelayanan publik  menuju ke arah yang modern dan inklusif ini setidaknya dapat mendorong  percepatan serta akselerasi program vaksinasi.
Pemerintah sendiri menginginkan vaksinasi COVID-19 mampu menjangkau  sekitar 70 persen dari total penduduk Indonesia untuk mencapai herd  immunity sehingga aktivitas perekonomian dapat berjalan normal kembali.
&amp;ldquo;Vaksinasi harus diteruskan karena kita belum mencapai 40 persen dan  kita ingin mencapai 70 persen dari penduduk kita. Kita harus tetap hidup  berdampingan dengan COVID-19 ini dalam fenomena endemi,&amp;rdquo; kata Sri  Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
