<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Perubahan Iklim, Sri Mulyani Butuh Duit Rp6.734 Triliun</title><description>Pemerintah membutuhkan anggaran pada perubahan iklim sebesar USD479 miliar atau Rp6.734 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/19/320/2488659/atasi-perubahan-iklim-sri-mulyani-butuh-duit-rp6-734-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/19/320/2488659/atasi-perubahan-iklim-sri-mulyani-butuh-duit-rp6-734-triliun"/><item><title>Atasi Perubahan Iklim, Sri Mulyani Butuh Duit Rp6.734 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/19/320/2488659/atasi-perubahan-iklim-sri-mulyani-butuh-duit-rp6-734-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/19/320/2488659/atasi-perubahan-iklim-sri-mulyani-butuh-duit-rp6-734-triliun</guid><pubDate>Selasa 19 Oktober 2021 16:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/19/320/2488659/atasi-perubahan-iklim-sri-mulyani-butuh-duit-rp6-734-triliun-kZt2oPMETN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/19/320/2488659/atasi-perubahan-iklim-sri-mulyani-butuh-duit-rp6-734-triliun-kZt2oPMETN.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah membutuhkan anggaran pada perubahan iklim sebesar USD479 miliar atau Rp6.734 triliun.&amp;nbsp;Perubahan iklim menjadi tantangan yang akan dihadapi dunia termasuk Indonesia.
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, biaya itu untuk mengurangi emisi karbon menjadi 29% secara mandiri dan 41% dengan bantuan negara lain di 2030 sesuai Paris Agreement dalam Nationally Determined Contributions (NDCs).
&quot;Kami menghitung besaran biaya untuk menurunkan emisi karbon (CO2) sesuai (NDC) Paris Agreement, misalnya untuk menurunkan 29%, membutuhkan pembiayaan hingga USD365 miliar untuk merealisasi janji itu.&amp;nbsp;Sedangkan untuk pengurangan emisi karbon hingga 41%, butuh USD479 miliar atau Rp 6.734 triliun,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (19/10/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Hadapi Endemi, Sri Mulyani Minta Pelayanan Publik di Kemenkeu Lebih Modern
Saat ini, beberapa Menteri Keuangan dunia masih mencari cara yang tepat bagaimana menghubungkan sektor-sektor privat domestik dengan sektor privat secara global.
Baca Juga:&amp;nbsp;Hadapi Endemi, Sri Mulyani Minta Pelayanan Publik di Kemenkeu Lebih Modern
&quot;Private sectors menjadi sangat kritikal. Maka forum koalisi Menteri Keuangan negara G20 menjadi sangat penting untuk mendiskusikan bagaimana kami mendanai dan mengkatalisasi private sector secara global,&quot; imbuhnya.Dia juga menambahkan perubahan iklim adalah masalah utama yang akan terjadi di masa depan, sebab berbagai dunia sudah merasakan gejalanya.
&quot;Dari sisi korban jiwa, dampak ekonomi dan keuangan, ini sebuah fenomena adalah kejadian yang luar biasa, maka bangsa-bangsa di dunia harus berpikir dan berikhtiar mencegah hal ini ke depan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah membutuhkan anggaran pada perubahan iklim sebesar USD479 miliar atau Rp6.734 triliun.&amp;nbsp;Perubahan iklim menjadi tantangan yang akan dihadapi dunia termasuk Indonesia.
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, biaya itu untuk mengurangi emisi karbon menjadi 29% secara mandiri dan 41% dengan bantuan negara lain di 2030 sesuai Paris Agreement dalam Nationally Determined Contributions (NDCs).
&quot;Kami menghitung besaran biaya untuk menurunkan emisi karbon (CO2) sesuai (NDC) Paris Agreement, misalnya untuk menurunkan 29%, membutuhkan pembiayaan hingga USD365 miliar untuk merealisasi janji itu.&amp;nbsp;Sedangkan untuk pengurangan emisi karbon hingga 41%, butuh USD479 miliar atau Rp 6.734 triliun,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (19/10/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Hadapi Endemi, Sri Mulyani Minta Pelayanan Publik di Kemenkeu Lebih Modern
Saat ini, beberapa Menteri Keuangan dunia masih mencari cara yang tepat bagaimana menghubungkan sektor-sektor privat domestik dengan sektor privat secara global.
Baca Juga:&amp;nbsp;Hadapi Endemi, Sri Mulyani Minta Pelayanan Publik di Kemenkeu Lebih Modern
&quot;Private sectors menjadi sangat kritikal. Maka forum koalisi Menteri Keuangan negara G20 menjadi sangat penting untuk mendiskusikan bagaimana kami mendanai dan mengkatalisasi private sector secara global,&quot; imbuhnya.Dia juga menambahkan perubahan iklim adalah masalah utama yang akan terjadi di masa depan, sebab berbagai dunia sudah merasakan gejalanya.
&quot;Dari sisi korban jiwa, dampak ekonomi dan keuangan, ini sebuah fenomena adalah kejadian yang luar biasa, maka bangsa-bangsa di dunia harus berpikir dan berikhtiar mencegah hal ini ke depan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
