<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Diproyeksi Tembus 6.700, Investor Waspadai Sentimen Ini</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mencetak rekor lagi pada pekan ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/20/278/2489014/ihsg-diproyeksi-tembus-6-700-investor-waspadai-sentimen-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/20/278/2489014/ihsg-diproyeksi-tembus-6-700-investor-waspadai-sentimen-ini"/><item><title>IHSG Diproyeksi Tembus 6.700, Investor Waspadai Sentimen Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/20/278/2489014/ihsg-diproyeksi-tembus-6-700-investor-waspadai-sentimen-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/20/278/2489014/ihsg-diproyeksi-tembus-6-700-investor-waspadai-sentimen-ini</guid><pubDate>Rabu 20 Oktober 2021 12:08 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/20/278/2489014/ihsg-diproyeksi-tembus-6-700-investor-waspadai-sentimen-ini-FejLXjUHV0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi menguat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/20/278/2489014/ihsg-diproyeksi-tembus-6-700-investor-waspadai-sentimen-ini-FejLXjUHV0.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi menguat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mencetak rekor lagi pada pekan ini. Di mana pada pekan lalu IHSG tercatat berhasil melonjak ke level psikologisnya di 6.600.
Bahkan, IHSG nyaris menyentuh level all time high yang terjadi tahun 2018 silam, yakni di level 6.689.Teknikal Analis NH Korindo Sekuritas Dimas Pratama mengatakan, tren kenaikan IHSG bakal terus berlanjut dan bisa menembus level 6.700.
Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga, IHSG Melemah 2 Poin ke Level 6.655
 
&amp;ldquo;Pergerakan IHSG jika dilihat secara teknikal masih strong bullish di level 6.700. Mungkin data dari perlambatan ekonomi China yang kemarin terganggu GDPnya dan mungkin akibat lockdown di Amerika, nah itu yang perlu dicermati investor,&amp;rdquo; katanya dalam 2nd Closing Market IDX, dikutip Rabu (20/10/2021).
Lebih lanjut Dimas melihat dengan kenaikan tren IHSG yang terus melonjak, investor bisa memilih saham perbankan.
&amp;ldquo;Perbankan bagus ya mungkin cuma perlu waktu,&amp;rdquo; kata dia.
Baca Juga: Tak Bertenaga, IHSG Sesi I Ditutup Lesu ke Level 6.628
Rekomendasi saham dari NH Korindo Sekuritas antara lain BBNI 7.000-8.100 posisi BUY, LPPF 303 dengan SOS, BEBS di 1.900-2.100 dengan BUY, SIDO di 850-950 juga BUY.
Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berhasil melesat 2,34% ke posisi 6.633,34 selama sepekan lalu (11-15 Oktober) dengan total nilai transaksi mencapai Rp87,26 triliun.
Sedangkan beberapa sentimen positif yang mewarnai IHSG selama sepekan lalu cukup bervariasi baik itu dari global maupun domestik.Sentimen global masih didominasi oleh pulihnya bursa saham Amerika  Serikat (AS) atau Wall Street dan krisis energi yang membuat tentunya  saham-saham batu bara di RI turut 'kecipratan' berkah dari melonjaknya  harga batu bara.
Selain dari global, sentimen positif juga datang dari dalam negeri,  di mana melandainya kasus virus corona (Covid-19) nasional ikut menjadi  katalis positif bagi IHSG pada pekan ini.
Kemudian sentimen positif lainnya yang juga menjadi penopang  melesatnya IHSG adalah data neraca perdagangan RI yang kembali  mencatatkan surplus pada September 2021.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan RI pada September 2021 tercatat surplus sebesar USD4,37 miliar.
Surplus neraca dagang didorong oleh peningkatan ekspor yang mencapai  47,64% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu impor juga  tercatat tumbuh 40,31% (yoy) di waktu yang sama.
Setidaknya pasar keuangan domestik sedang kompak menguat minggu lalu.  Untuk pekan ini investor perlu mencermati beberapa sentimen yang datang  baik dari dalam maupun luar negeri.
Isu global yang layak diperhatikan lainnya memang datang dari China  soal Evergrande. Menurut pejabat bank sentral China (PBoC), krisis utang  Evergrande sebagai salah satu pengembang properti terbesar Negeri Panda  terhadap industri perbankannya masih 'manageable'.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mencetak rekor lagi pada pekan ini. Di mana pada pekan lalu IHSG tercatat berhasil melonjak ke level psikologisnya di 6.600.
Bahkan, IHSG nyaris menyentuh level all time high yang terjadi tahun 2018 silam, yakni di level 6.689.Teknikal Analis NH Korindo Sekuritas Dimas Pratama mengatakan, tren kenaikan IHSG bakal terus berlanjut dan bisa menembus level 6.700.
Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga, IHSG Melemah 2 Poin ke Level 6.655
 
&amp;ldquo;Pergerakan IHSG jika dilihat secara teknikal masih strong bullish di level 6.700. Mungkin data dari perlambatan ekonomi China yang kemarin terganggu GDPnya dan mungkin akibat lockdown di Amerika, nah itu yang perlu dicermati investor,&amp;rdquo; katanya dalam 2nd Closing Market IDX, dikutip Rabu (20/10/2021).
Lebih lanjut Dimas melihat dengan kenaikan tren IHSG yang terus melonjak, investor bisa memilih saham perbankan.
&amp;ldquo;Perbankan bagus ya mungkin cuma perlu waktu,&amp;rdquo; kata dia.
Baca Juga: Tak Bertenaga, IHSG Sesi I Ditutup Lesu ke Level 6.628
Rekomendasi saham dari NH Korindo Sekuritas antara lain BBNI 7.000-8.100 posisi BUY, LPPF 303 dengan SOS, BEBS di 1.900-2.100 dengan BUY, SIDO di 850-950 juga BUY.
Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berhasil melesat 2,34% ke posisi 6.633,34 selama sepekan lalu (11-15 Oktober) dengan total nilai transaksi mencapai Rp87,26 triliun.
Sedangkan beberapa sentimen positif yang mewarnai IHSG selama sepekan lalu cukup bervariasi baik itu dari global maupun domestik.Sentimen global masih didominasi oleh pulihnya bursa saham Amerika  Serikat (AS) atau Wall Street dan krisis energi yang membuat tentunya  saham-saham batu bara di RI turut 'kecipratan' berkah dari melonjaknya  harga batu bara.
Selain dari global, sentimen positif juga datang dari dalam negeri,  di mana melandainya kasus virus corona (Covid-19) nasional ikut menjadi  katalis positif bagi IHSG pada pekan ini.
Kemudian sentimen positif lainnya yang juga menjadi penopang  melesatnya IHSG adalah data neraca perdagangan RI yang kembali  mencatatkan surplus pada September 2021.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan RI pada September 2021 tercatat surplus sebesar USD4,37 miliar.
Surplus neraca dagang didorong oleh peningkatan ekspor yang mencapai  47,64% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu impor juga  tercatat tumbuh 40,31% (yoy) di waktu yang sama.
Setidaknya pasar keuangan domestik sedang kompak menguat minggu lalu.  Untuk pekan ini investor perlu mencermati beberapa sentimen yang datang  baik dari dalam maupun luar negeri.
Isu global yang layak diperhatikan lainnya memang datang dari China  soal Evergrande. Menurut pejabat bank sentral China (PBoC), krisis utang  Evergrande sebagai salah satu pengembang properti terbesar Negeri Panda  terhadap industri perbankannya masih 'manageable'.</content:encoded></item></channel></rss>
