<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisnis Kelinci Langka New Zealand Bisa Cuan Puluhan Juta</title><description>Bisnis hewan peliharaan bisa mendapatkan rupiah yang menggiurkan bila ditekuni dengan sungguh-sungguh.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/20/455/2488991/bisnis-kelinci-langka-new-zealand-bisa-cuan-puluhan-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/20/455/2488991/bisnis-kelinci-langka-new-zealand-bisa-cuan-puluhan-juta"/><item><title>Bisnis Kelinci Langka New Zealand Bisa Cuan Puluhan Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/20/455/2488991/bisnis-kelinci-langka-new-zealand-bisa-cuan-puluhan-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/20/455/2488991/bisnis-kelinci-langka-new-zealand-bisa-cuan-puluhan-juta</guid><pubDate>Rabu 20 Oktober 2021 11:15 WIB</pubDate><dc:creator> I Gusti Bagus Alit Sidi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/20/455/2488991/bisnis-kelinci-langka-new-zealand-bisa-cuan-puluhan-juta-zgssO7x3vp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inspirasi bisnis budidaya kelinci langka dari new zealand (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/20/455/2488991/bisnis-kelinci-langka-new-zealand-bisa-cuan-puluhan-juta-zgssO7x3vp.jpg</image><title>Inspirasi bisnis budidaya kelinci langka dari new zealand (Foto: MPI)</title></images><description>BADUNG &amp;ndash; Bisnis hewan peliharaan bisa mendapatkan rupiah yang menggiurkan bila ditekuni dengan sungguh-sungguh. Seperti yang dilakukan oleh seorang breeder kelinci asal Bali yang fokus ternak kelinci langka jenis New Zealand Red.
Tingginya permintaan terhadap kelinci ini, peternak mampu meraup untung puluhan juta rupiah tiap bulan. Ternak kelinci milik Ketut Budi Artika Yasa di pekarangan rumahnya Banjar Candibaru, Gianyar, Bali.
Baca Juga: 4 Tips Memulai Bisnis dengan Mudah Tanpa Pengalaman
 
Di atas lahan kurang lebih 200 meter persegi, breeder yang mulai usahanya sejak 2 tahun silam memiliki koleksi kelinci import untuk diternakan. Mulai dari kelinci Rex, Hycole, New Zealand White dan Red, maupun hasil persilangan 3 pigmen warna yang berbeda hingga menghasilkan kelinci New Zealand berwarna gold tipped steel dan chesnut oguti.
Dari berbagai jenis yang ada, New Zealand Red merupakan jenis yang paling langka karena Ketut satu-satunya breeder jenis ini di Bali.
Baca Juga:Kisah Peternak Tampan Raup Cuan Miliaran Rupiah dari Telur
Pertama kali dia beli kelinci jenis ini dari salah satu breeder di Pulau Jawa kemudian dibudidaya menjadi indukan karena tingginya minat konsumen di Bali pada kelinci jenis ini.
Sebagian besar konsumen kelinci jenis New Zealand Red ini menjadi kelinci hias karena bulunya yang tebal dan halus. Satu kelinci New Zealand Red usia 5 bulan dengan berat minimal 2 kg dijual di harga Rp2 juta.Agar kelinci ini cepat besar dan terjaga kesehatannya breeder rutin  memberi makan pelet kelinci ditambah ultra mineral 2 kali sehari. Selain  itu, dua kali seminggu kelinci wajib dapat jamu khusus kelinci.
Tidak hanya diminati para kolektor regional maupun nasional, kelinci  jenis New Zealand Red budidaya Ketut Artika telah menjadi incaran para  kolektor kelinci dari Malaysia dan Philipina.
Tingginya permintaan konsumen breeder mampu meraup omzet hingga  puluhan juta per bulan. Selain jenis kelinci hias, Ketut Budi Artika  juga mengembangkan kelinci jenis New Zealand White sebagai pedaging  untuk rumah makan yang menyediakan menu daging kelinci. Khusus untuk  kelinci pedaging dijual dengan harga 45 ribu rupiah perkilogram untuk  berat hidup.
Reproduksi kelinci jenis New Zealand Red mampu melahirkan hingga 10  ekor anak kelinci dalam sekali melahirkan. Untuk menjaga kualitas  kelincinya Ketut Budi Artika wajib menjaga kebersihan kandang agar  selalu kering. Dia juga mencegah kelinci terkena sinar matahari langsung  maupun hujan angin karena hewan ini sangat rentan dengan perubahan  cuaca. Ketut Budi Artika berencana mengembangkan kelinci jenis aduan  yang kini juga masih langka di Bali.</description><content:encoded>BADUNG &amp;ndash; Bisnis hewan peliharaan bisa mendapatkan rupiah yang menggiurkan bila ditekuni dengan sungguh-sungguh. Seperti yang dilakukan oleh seorang breeder kelinci asal Bali yang fokus ternak kelinci langka jenis New Zealand Red.
Tingginya permintaan terhadap kelinci ini, peternak mampu meraup untung puluhan juta rupiah tiap bulan. Ternak kelinci milik Ketut Budi Artika Yasa di pekarangan rumahnya Banjar Candibaru, Gianyar, Bali.
Baca Juga: 4 Tips Memulai Bisnis dengan Mudah Tanpa Pengalaman
 
Di atas lahan kurang lebih 200 meter persegi, breeder yang mulai usahanya sejak 2 tahun silam memiliki koleksi kelinci import untuk diternakan. Mulai dari kelinci Rex, Hycole, New Zealand White dan Red, maupun hasil persilangan 3 pigmen warna yang berbeda hingga menghasilkan kelinci New Zealand berwarna gold tipped steel dan chesnut oguti.
Dari berbagai jenis yang ada, New Zealand Red merupakan jenis yang paling langka karena Ketut satu-satunya breeder jenis ini di Bali.
Baca Juga:Kisah Peternak Tampan Raup Cuan Miliaran Rupiah dari Telur
Pertama kali dia beli kelinci jenis ini dari salah satu breeder di Pulau Jawa kemudian dibudidaya menjadi indukan karena tingginya minat konsumen di Bali pada kelinci jenis ini.
Sebagian besar konsumen kelinci jenis New Zealand Red ini menjadi kelinci hias karena bulunya yang tebal dan halus. Satu kelinci New Zealand Red usia 5 bulan dengan berat minimal 2 kg dijual di harga Rp2 juta.Agar kelinci ini cepat besar dan terjaga kesehatannya breeder rutin  memberi makan pelet kelinci ditambah ultra mineral 2 kali sehari. Selain  itu, dua kali seminggu kelinci wajib dapat jamu khusus kelinci.
Tidak hanya diminati para kolektor regional maupun nasional, kelinci  jenis New Zealand Red budidaya Ketut Artika telah menjadi incaran para  kolektor kelinci dari Malaysia dan Philipina.
Tingginya permintaan konsumen breeder mampu meraup omzet hingga  puluhan juta per bulan. Selain jenis kelinci hias, Ketut Budi Artika  juga mengembangkan kelinci jenis New Zealand White sebagai pedaging  untuk rumah makan yang menyediakan menu daging kelinci. Khusus untuk  kelinci pedaging dijual dengan harga 45 ribu rupiah perkilogram untuk  berat hidup.
Reproduksi kelinci jenis New Zealand Red mampu melahirkan hingga 10  ekor anak kelinci dalam sekali melahirkan. Untuk menjaga kualitas  kelincinya Ketut Budi Artika wajib menjaga kebersihan kandang agar  selalu kering. Dia juga mencegah kelinci terkena sinar matahari langsung  maupun hujan angin karena hewan ini sangat rentan dengan perubahan  cuaca. Ketut Budi Artika berencana mengembangkan kelinci jenis aduan  yang kini juga masih langka di Bali.</content:encoded></item></channel></rss>
