<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BTN Kantongi Laba Bersih Rp1,52 Triliun hingga Kuartal III-2021</title><description>PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kantongi laba bersih Rp1,52 triliun hingga kuartal III 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/21/278/2489605/btn-kantongi-laba-bersih-rp1-52-triliun-hingga-kuartal-iii-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/21/278/2489605/btn-kantongi-laba-bersih-rp1-52-triliun-hingga-kuartal-iii-2021"/><item><title>BTN Kantongi Laba Bersih Rp1,52 Triliun hingga Kuartal III-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/21/278/2489605/btn-kantongi-laba-bersih-rp1-52-triliun-hingga-kuartal-iii-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/21/278/2489605/btn-kantongi-laba-bersih-rp1-52-triliun-hingga-kuartal-iii-2021</guid><pubDate>Kamis 21 Oktober 2021 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/21/278/2489605/btn-kantongi-laba-bersih-rp1-52-triliun-hingga-kuartal-iii-2021-wtZ6QQDsws.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BTN kantongi laba Rp1,52 triliun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/21/278/2489605/btn-kantongi-laba-bersih-rp1-52-triliun-hingga-kuartal-iii-2021-wtZ6QQDsws.jpg</image><title>BTN kantongi laba Rp1,52 triliun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN kantongi laba bersih Rp1,52 triliun hingga kuartal III 2021. Posisi tersebut tumbuh 35,32% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,12 triliun.
Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit serta efisiensi biaya dana atau cost of fund (CoF).
&quot;Kami optimistis kinerja yang positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2021 dengan berbagai inovasi dan transformasi bisnis yang dilakukan Bank BTN,&quot; ujar Haru, Kamis (21/10/2021).
Baca Juga: OJK Beri Izin BTN untuk Pembukaan Rekening Daring
 
BTN berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp270,27 triliun per 30 September 2021 atau naik 6,03% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp254,91 triliun.
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih menjadi penopang utama pertumbuhan kredit emiten berkode saham BBTN itu dengan kenaikan sebesar 11,74% (yoy) menjadi Rp129,98 triliun pada 30 September 2021. Kenaikan penyaluran KPR Subsidi tersebut membuat Bank BTN masih mendominasi pangsa KPR Subsidi sebesar 86%.
Baca Juga: BTN Buka-bukaan soal Target di Tengah Pandemi, Bisa Tercapai?
Adapun KPR Non-Subsidi juga turut menunjukkan kenaikan di level 2,11% (yoy) menjadi Rp81,88 triliun per 30 September 2021. Di segmen non-perumahan, kredit konsumer dan kredit korporasi juga menunjukkan pertumbuhan positif di level masing-masing sebesar 21,28% (yoy) menjadi Rp5,79 triliun dan 89,77% (yoy) menjadi Rp12,15 triliun per 30 September 2021.
Secara keseluruhan, catatan pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank BTN juga berada di atas rata-rata penyaluran kredit perbankan nasional. Data Bank Indonesia merekam pertumbuhan kredit yang disalurkan industri perbankan nasional hanya naik di level 2,21% per September 2021.
Kualitas kredit juga terus menunjukkan perbaikan hampir di seluruh segmen. Per 30 September 2021, tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross Bank BTN berhasil ditekan menjadi 3,94% dari 4,56% pada periode yang sama tahun sebelumnya.Meski NPL berhasil ditekan, namun perseroan tetap melakukan  peningkatan rasio pencadangan (coverage ratio) sebesar 1.410 bps (yoy)  menjadi 125,46% pada akhir September tahun ini dari 111,36% pada periode  yang sama tahun sebelumnya.
Haru menuturkan pada kuartal ketiga tahun ini, perseroan juga  berhasil meningkatkan komposisi dana murah (Current Account and Savings  Account/CASA). Dari total DPK yang mengalami kenaikan 6,56% (yoy)  menjadi Rp291,26 triliun per September 2021, komposisi dana murah  mengalami peningkatan menjadi 41,53% dari 36,96% pada periode yang sama  tahun sebelumnya.
Adapun giro dan tabungan mengalami pertumbuhan sebesar masing-masing  16,81% dan 24,55% (yoy). Komposisi CASA yang meningkat tersebut membuat  perseroan berhasil menekan turun Cost of Fund sebesar 170 bps secara  tahunan dari 4,98% menjadi 3,28% pada September 2021.
Kenaikan kredit dan DPK yang cukup signifikan tersebut juga ikut  mendongkrak aset Bank BTN sebesar 3,1% menjadi Rp368,05 triliun per 30  September 2021.
&quot;Kinerja positif yang diraih Bank BTN ini tidak terlepas dari  dukungan semua stakeholder terutama Pemerintah melalui Kementerian BUMN,  Kementerian PUPR, dan Kementerian Keuangan serta OJK dan BI yang  kebijakannya selama ini mendukung pertumbuhan industri perbankan dan  sektor properti,&quot; ujar Haru.
Menurut Haru, tumbuhnya sektor properti termasuk pembiayaan perumahan  juga tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah yang sukses melakukan  program vaksinasi nasional dan memberikan stimulus untuk mendorong  pemulihan ekonomi.
Stimulus yang diberikan pemerintah seperti insentif PPN nol% untuk  sektor properti dan kebijakan dana PEN yang ditempatkan di perbankan  nasional termasuk Bank BTN, telah membuat permintaan pembiayaan rumah  meningkat.
&quot;Dari dana PEN yang ditempatkan pemerintah sebesar Rp35 triliun, Bank  BTN sudah menyalurkan dalam bentuk kredit termasuk KPR Subsidi, KPR  Non-Subsidi, kredit ke UMKM, kredit konstruksi, kredit BUMN, dan kredit  lainnya senilai total Rp93,44 triliun,&amp;rdquo; kata Haru.
Haru menambahkan kinerja positif Bank BTN saat ini juga menandakan  keberhasilan transformasi yang dilakukan manajemen seperti sentralisasi  proses kredit dan digitalisasi. Transformasi tersebut, menjadi mesin  yang cukup kuat untuk memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi sehingga  mendorong pertumbuhan bisnis Bank BTN.
&quot;Dengan transformasi yang dilakukan Bank BTN dan dukungan pemerintah  bersama stakeholder terkait bisnis pembiayaan perumahan, kami optimistis  mampu berperan aktif dalam mendukung program Pembangunan Satu Juta  Rumah serta memenuhi tugas utama menyediakan hunian terutama bagi MBR  dan milenial,&quot; ujar Haru.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN kantongi laba bersih Rp1,52 triliun hingga kuartal III 2021. Posisi tersebut tumbuh 35,32% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,12 triliun.
Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit serta efisiensi biaya dana atau cost of fund (CoF).
&quot;Kami optimistis kinerja yang positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2021 dengan berbagai inovasi dan transformasi bisnis yang dilakukan Bank BTN,&quot; ujar Haru, Kamis (21/10/2021).
Baca Juga: OJK Beri Izin BTN untuk Pembukaan Rekening Daring
 
BTN berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp270,27 triliun per 30 September 2021 atau naik 6,03% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp254,91 triliun.
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih menjadi penopang utama pertumbuhan kredit emiten berkode saham BBTN itu dengan kenaikan sebesar 11,74% (yoy) menjadi Rp129,98 triliun pada 30 September 2021. Kenaikan penyaluran KPR Subsidi tersebut membuat Bank BTN masih mendominasi pangsa KPR Subsidi sebesar 86%.
Baca Juga: BTN Buka-bukaan soal Target di Tengah Pandemi, Bisa Tercapai?
Adapun KPR Non-Subsidi juga turut menunjukkan kenaikan di level 2,11% (yoy) menjadi Rp81,88 triliun per 30 September 2021. Di segmen non-perumahan, kredit konsumer dan kredit korporasi juga menunjukkan pertumbuhan positif di level masing-masing sebesar 21,28% (yoy) menjadi Rp5,79 triliun dan 89,77% (yoy) menjadi Rp12,15 triliun per 30 September 2021.
Secara keseluruhan, catatan pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank BTN juga berada di atas rata-rata penyaluran kredit perbankan nasional. Data Bank Indonesia merekam pertumbuhan kredit yang disalurkan industri perbankan nasional hanya naik di level 2,21% per September 2021.
Kualitas kredit juga terus menunjukkan perbaikan hampir di seluruh segmen. Per 30 September 2021, tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross Bank BTN berhasil ditekan menjadi 3,94% dari 4,56% pada periode yang sama tahun sebelumnya.Meski NPL berhasil ditekan, namun perseroan tetap melakukan  peningkatan rasio pencadangan (coverage ratio) sebesar 1.410 bps (yoy)  menjadi 125,46% pada akhir September tahun ini dari 111,36% pada periode  yang sama tahun sebelumnya.
Haru menuturkan pada kuartal ketiga tahun ini, perseroan juga  berhasil meningkatkan komposisi dana murah (Current Account and Savings  Account/CASA). Dari total DPK yang mengalami kenaikan 6,56% (yoy)  menjadi Rp291,26 triliun per September 2021, komposisi dana murah  mengalami peningkatan menjadi 41,53% dari 36,96% pada periode yang sama  tahun sebelumnya.
Adapun giro dan tabungan mengalami pertumbuhan sebesar masing-masing  16,81% dan 24,55% (yoy). Komposisi CASA yang meningkat tersebut membuat  perseroan berhasil menekan turun Cost of Fund sebesar 170 bps secara  tahunan dari 4,98% menjadi 3,28% pada September 2021.
Kenaikan kredit dan DPK yang cukup signifikan tersebut juga ikut  mendongkrak aset Bank BTN sebesar 3,1% menjadi Rp368,05 triliun per 30  September 2021.
&quot;Kinerja positif yang diraih Bank BTN ini tidak terlepas dari  dukungan semua stakeholder terutama Pemerintah melalui Kementerian BUMN,  Kementerian PUPR, dan Kementerian Keuangan serta OJK dan BI yang  kebijakannya selama ini mendukung pertumbuhan industri perbankan dan  sektor properti,&quot; ujar Haru.
Menurut Haru, tumbuhnya sektor properti termasuk pembiayaan perumahan  juga tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah yang sukses melakukan  program vaksinasi nasional dan memberikan stimulus untuk mendorong  pemulihan ekonomi.
Stimulus yang diberikan pemerintah seperti insentif PPN nol% untuk  sektor properti dan kebijakan dana PEN yang ditempatkan di perbankan  nasional termasuk Bank BTN, telah membuat permintaan pembiayaan rumah  meningkat.
&quot;Dari dana PEN yang ditempatkan pemerintah sebesar Rp35 triliun, Bank  BTN sudah menyalurkan dalam bentuk kredit termasuk KPR Subsidi, KPR  Non-Subsidi, kredit ke UMKM, kredit konstruksi, kredit BUMN, dan kredit  lainnya senilai total Rp93,44 triliun,&amp;rdquo; kata Haru.
Haru menambahkan kinerja positif Bank BTN saat ini juga menandakan  keberhasilan transformasi yang dilakukan manajemen seperti sentralisasi  proses kredit dan digitalisasi. Transformasi tersebut, menjadi mesin  yang cukup kuat untuk memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi sehingga  mendorong pertumbuhan bisnis Bank BTN.
&quot;Dengan transformasi yang dilakukan Bank BTN dan dukungan pemerintah  bersama stakeholder terkait bisnis pembiayaan perumahan, kami optimistis  mampu berperan aktif dalam mendukung program Pembangunan Satu Juta  Rumah serta memenuhi tugas utama menyediakan hunian terutama bagi MBR  dan milenial,&quot; ujar Haru.</content:encoded></item></channel></rss>
