<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Kini Jarang Mati Listrik, Ini Buktinya</title><description>Durasi rata-rata pemadaman listrik atau System Average Interruption Duration Index (SAIDI) hingga kuartal III/2021 adalah 6,62 jam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/21/320/2489681/indonesia-kini-jarang-mati-listrik-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/21/320/2489681/indonesia-kini-jarang-mati-listrik-ini-buktinya"/><item><title>Indonesia Kini Jarang Mati Listrik, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/21/320/2489681/indonesia-kini-jarang-mati-listrik-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/21/320/2489681/indonesia-kini-jarang-mati-listrik-ini-buktinya</guid><pubDate>Kamis 21 Oktober 2021 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/21/320/2489681/indonesia-kini-jarang-mati-listrik-ini-buktinya-yW0jTwDKlM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Listrik (Foto: Dok PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/21/320/2489681/indonesia-kini-jarang-mati-listrik-ini-buktinya-yW0jTwDKlM.jpg</image><title>Listrik (Foto: Dok PLN)</title></images><description>JAKARTA - Durasi rata-rata pemadaman listrik atau System Average Interruption Duration Index (SAIDI) hingga kuartal III/2021 adalah 6,62 jam per pelanggan per tahun.

Angka ini melebihi target tahun 2021 yang sebesar 10 jam per pelanggan per tahun atau 133,8%.

&quot;Sampai September 2021 sudah 133,8% atau 6,62 jam per pelanggan per tahun. Dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 12,72 jam per pelanggan per tahun. Jadi ini sudah jarang mati lampu. Kalaupun mati lampu sebentar saja matinya,&quot; ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Baca Juga: Dunia Krisis Energi, RI Jamin Pasokan Listrik Aman dan Tarif Tidak Naik



Kementerian ESDM juga mencatat rata-rata frekuensi gangguan pada sistem atau System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) hingga September 2021 sebanyak 4,96 kali per pelanggan per tahun. Angka ini melebihi dari target yang sebanyak 8 kali pelanggan per tahun atau 138%.

&quot;SAIFI ini membanggakan ada perbaikan mutu pelayanan. Untuk tahun lalu realisasinya 9,25 kali pelanggan per tahun. Tahun ini kita targetkan ada perbaikan per pelanggan per tahunnya,&quot; kata Rida.

Rida melanjutkan, jumlah pelanggan listrik hingga September 2021 juga telah mencapai 81,229 juta pelanggan atau 102,6% dari target 2021 sebanyak 79,187 juta pelanggan. Adapun realisasi tahun 2020 sebanyak 78,663 juta pelanggan.

&quot;Meski penambahan gardu distribusi tidak secepat yang diperkirakan, tetapi dari sisi penambahan jumlah pelanggan sudah tercapai dari target. Hingga September sudah 103% dari yang ditargetkan,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Durasi rata-rata pemadaman listrik atau System Average Interruption Duration Index (SAIDI) hingga kuartal III/2021 adalah 6,62 jam per pelanggan per tahun.

Angka ini melebihi target tahun 2021 yang sebesar 10 jam per pelanggan per tahun atau 133,8%.

&quot;Sampai September 2021 sudah 133,8% atau 6,62 jam per pelanggan per tahun. Dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 12,72 jam per pelanggan per tahun. Jadi ini sudah jarang mati lampu. Kalaupun mati lampu sebentar saja matinya,&quot; ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Baca Juga: Dunia Krisis Energi, RI Jamin Pasokan Listrik Aman dan Tarif Tidak Naik



Kementerian ESDM juga mencatat rata-rata frekuensi gangguan pada sistem atau System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) hingga September 2021 sebanyak 4,96 kali per pelanggan per tahun. Angka ini melebihi dari target yang sebanyak 8 kali pelanggan per tahun atau 138%.

&quot;SAIFI ini membanggakan ada perbaikan mutu pelayanan. Untuk tahun lalu realisasinya 9,25 kali pelanggan per tahun. Tahun ini kita targetkan ada perbaikan per pelanggan per tahunnya,&quot; kata Rida.

Rida melanjutkan, jumlah pelanggan listrik hingga September 2021 juga telah mencapai 81,229 juta pelanggan atau 102,6% dari target 2021 sebanyak 79,187 juta pelanggan. Adapun realisasi tahun 2020 sebanyak 78,663 juta pelanggan.

&quot;Meski penambahan gardu distribusi tidak secepat yang diperkirakan, tetapi dari sisi penambahan jumlah pelanggan sudah tercapai dari target. Hingga September sudah 103% dari yang ditargetkan,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
