<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jumlah Pengangguran Turun, Wirausaha Naik 13% karena Program Kartu Prakerja</title><description>Program Kartu Prakerja yang dimulai pada masa pandemi juga masuk dalam  serangkaian inisiatif Pemerintah yang menopang masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/22/320/2490304/jumlah-pengangguran-turun-wirausaha-naik-13-karena-program-kartu-prakerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/22/320/2490304/jumlah-pengangguran-turun-wirausaha-naik-13-karena-program-kartu-prakerja"/><item><title>Jumlah Pengangguran Turun, Wirausaha Naik 13% karena Program Kartu Prakerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/22/320/2490304/jumlah-pengangguran-turun-wirausaha-naik-13-karena-program-kartu-prakerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/22/320/2490304/jumlah-pengangguran-turun-wirausaha-naik-13-karena-program-kartu-prakerja</guid><pubDate>Jum'at 22 Oktober 2021 18:48 WIB</pubDate><dc:creator>Zikra Mulia Irawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/22/320/2490304/jumlah-pengangguran-turun-wirausaha-naik-13-karena-program-kartu-prakerja-o1f9a8SPTr.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah pengangguran turun berkat prakerja (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/22/320/2490304/jumlah-pengangguran-turun-wirausaha-naik-13-karena-program-kartu-prakerja-o1f9a8SPTr.jpeg</image><title>Jumlah pengangguran turun berkat prakerja (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Program Kartu Prakerja yang dimulai pada masa pandemi juga masuk dalam serangkaian inisiatif Pemerintah yang menopang masyarakat untuk tetap bertahan di masa pandemi, bahkan menekan laju angka pengangguran. Program Kartu Prakerja merupakan salah satu keberhasilan kebijakan Pemerintahan Kabinet Indonesia Maju yang salah satunya memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
Hingga Batch ke-21, telah terdapat 75 juta pendaftar sejak program ini dibuka pertama kali pada 11 April tahun 2020. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11,4 juta orang yang tersebar dari 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia telah mendapatkan manfaat Program Kartu Prakerja.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Program Kartu Prakerja menjadikan jumlah pengangguran pada kelompok penerima program tersebut menurun dan terjadi peningkatan cukup besar di kelompok wirausaha, yaitu naik 13%, setelah menerima Program Kartu Prakerja. Lembaga survei juga merilis data bahwa penerima program mengaku mengalami peningkatan kompetensi, keilmuan maupun keterampilan setelah mengikuti Program Kartu Prakerja.
Baca Juga: Hari Terakhir, Buruan Beli Pelatihan Kartu Prakerja Gelombang 21!
&amp;ldquo;Hari ini tepat dua tahun Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Kartu Prakerja merupakan salah satu yang lahir dan jadi bagian dalam penanganan pandemi serta hal ini juga menjadi buffer untuk mereka yang terkena PHK. Tingkat inflasi juga relatif terkendali dan harga pangan stabil,&amp;rdquo; jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (22/10/2021).
Menko Airlangga menyampaikan bahwa antusias masyarakat ini menggambarkan bahwa terjadi literasi digital Indonesia yang cukup baik. Meskipun mengandung aspek bantuan sosial, program ini mensyaratkan partisipasi aktif pesertanya mulai dari mendaftarkan diri, mengikuti proses seleksi, mengikuti dan menyelesaikan pelatihan hingga akhirnya mendapatkan dana berupa bantuan sosial.
Pelatihan-pelatihan yang ada pada Program Kartu Prakerja memiliki tujuan utama untuk meningkatkan SDM Indonesia dengan skilling, upskilling, dan reskilling. Untuk itu, standar pelatihan Program Kartu Prakerja disempurnakan secara berkala. Penyempurnaan standar pelatihan ini merupakan kolaborasi Pemerintah dengan melibatkan dukungan dari Perguruan Tinggi dan Akademisi.
Baca Juga: Fakta-Fakta Kartu Prakerja, Peserta Bisa Dipecat dan Insentif Rp3,5 Juta Tak Cair
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM Muhammad Rudy Salahuddin mengatakan bahwa pelibatan dan dukungan ini sesuai amanat Regulasi Program Kartu Prakerja  yaitu Permenko Perekonomian Nomor 11 tahun 2020 dimana Manajemen Pelaksana melibatkan ahli yang membidangi dalam melakukan asesmen terhadap pelatihan.
Untuk mengapresiasi dukungan dan keterlibatan akademisi dalam menjaga standar Kartu Prakerja, Menko Airlangga berdialog langsung dengan para rektor dan yang mewakili Perguruan Tinggi dan Yayasan yang terlibat dalam penyempurnaan standar pelatihan.
Keterlibatan Perguruan Tinggi dan Yayasan yakni dengan cara screening sebelum suatu pelatihan masuk ekosistem Kartu Prakerja dan juga memonitor sesudah pelatihan masuk dalam ekosistem. Proses screening dilakukan oleh Tim Asesmen yang berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Airlangga, dan Yayasan Indonesia Mengajar.Sedangkan monitoring dilakukan oleh Tim Pemantau dari Institut  Pertanian Bogor, Universitas Muhamadiyah Malang dan Universitas  Nadhlatul Ulama Indonesia.
&amp;ldquo;Tim Asesmen dan Tim Pemantau telah bekerja sejak Oktober 2020 untuk  memastikan pelatihan di Program Kartu Prakerja telah memenuhi standar.  Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan ini. Karena Program Kartu  Prakerja akan dilanjutkan pada tahun 2022, saya meminta agar Perguruan  Tinggi dan Yayasan terus membantu dan mendukung Program Kartu Prakerja,&amp;rdquo;  kata Menko Airlangga.
Berkat kolaborasi ini, Program Kartu Prakerja mendapat rating  pelatihan mencapai 4,9 dari skala 5, sebanyak 95% peserta mengatakan  pelatihan sesuai minat mereka, 98% peserta mengatakan pelatihan  meningkatkan kompetensi, 93% peserta mengatakan pelatihan dapat  diaplikasikan di tempat kerja/usaha, 79% peserta menggunakan sertifikat  pelatihan untuk melamar kerja, dan sepertiga dari yang menganggur  sebelum ikut Prakerja, kini sudah bekerja, baik sebagai karyawan maupun  wirausahawan.
&amp;ldquo;Khusus untuk wirausaha, Program Kartu Prakerja sudah dihubungkan  dengan fasilitas Kredit Usaha Rakyat, sehingga ini menjadi proses yang  tersambung dari bagian prakerja sampai bisa mendapatkan modal untuk  menjadi entrepreneur,&amp;rdquo; ungkap Menko Airlangga.
Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Arif  Kuncoro mengatakan bahwa Program Kartu Prakerja melalui pelatihan yang  diberikan kepada para penerima merupakan investasi, dan berdasarkan  data, insentif yang diberikan setelahnya digunakan para penerima untuk  membeli peralatan produksi. Hal ini tidak hanya menjadi investasi bagi  para penerima tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas. Program  Kartu Prakerja yang lebih banyak mengarah pada pelatihan digital  marketing dan makanan/minuman, merupakan pertemuan antara permintaan dan  penawaran yang match dan membantu stabilisasi inflasi.
Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Panut Mulyono, pada kesempatan  yang sama, mengatakan bahwa materi pelatihan yang ada dalam Program  Kartu Prakerja adalah jenis pelatihan yang berisi skill baru dan  kompetensi baru yang bisa digunakan untuk melakukan usaha baru dan  menciptakan pasar yang semula belum dipikirkan. Ini menjadi sangat  penting juga untuk para pekerja atau pencari pekerjaan yang ingin  menyesuaikan skill yang sesuai dengan permintaan saat ini.
Sebagai informasi, pada semester II tahun 2021, lebih dari 1.600  pelatihan telah diajukan oleh 173 lembaga pelatihan. Pelatihan-pelatihan  ini telah diperiksa dan dimonitor oleh Project Management Office (PMO)  bersama dengan tim ahli. Per hari ini, 440 jenis pelatihan dari 97  lembaga pelatihan masih terlibat aktif di dalam ekosistem Kartu  Prakerja. Ini menunjukkan bahwa lembaga-lembaga ini sangat ketat  menegakkan standar.
&amp;ldquo;Ini adalah hal yang baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada PMO  Kartu Prakerja dan seluruh Mitra Kartu Prakerja. Adanya program ini  menciptakan pasar baru yaitu pasar pendidikan online yang sebelum  launching Program Kartu Prakerja, pasar ini tidak ada,&amp;rdquo; pungkas Menko  Airlangga.
Hadir juga pada kesempatan tersebut Staf Ahli Bidang Regulasi,  Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi, Direktur Eksekutif Manajemen  Pelaksana Program Kartu Prakerja Wakil Rektor Universitas Katolik  Indonesia Atma jaya, Wakil Rektor Institut Pertanian Bogor, Rektor  Universitas Muhammadiyah Malang, Direktur Akademik Universitas Nadhlatul  Ulama Indonesia, dan Ketua Yayasan Indonesia Mengajar.</description><content:encoded>JAKARTA - Program Kartu Prakerja yang dimulai pada masa pandemi juga masuk dalam serangkaian inisiatif Pemerintah yang menopang masyarakat untuk tetap bertahan di masa pandemi, bahkan menekan laju angka pengangguran. Program Kartu Prakerja merupakan salah satu keberhasilan kebijakan Pemerintahan Kabinet Indonesia Maju yang salah satunya memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
Hingga Batch ke-21, telah terdapat 75 juta pendaftar sejak program ini dibuka pertama kali pada 11 April tahun 2020. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11,4 juta orang yang tersebar dari 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia telah mendapatkan manfaat Program Kartu Prakerja.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Program Kartu Prakerja menjadikan jumlah pengangguran pada kelompok penerima program tersebut menurun dan terjadi peningkatan cukup besar di kelompok wirausaha, yaitu naik 13%, setelah menerima Program Kartu Prakerja. Lembaga survei juga merilis data bahwa penerima program mengaku mengalami peningkatan kompetensi, keilmuan maupun keterampilan setelah mengikuti Program Kartu Prakerja.
Baca Juga: Hari Terakhir, Buruan Beli Pelatihan Kartu Prakerja Gelombang 21!
&amp;ldquo;Hari ini tepat dua tahun Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Kartu Prakerja merupakan salah satu yang lahir dan jadi bagian dalam penanganan pandemi serta hal ini juga menjadi buffer untuk mereka yang terkena PHK. Tingkat inflasi juga relatif terkendali dan harga pangan stabil,&amp;rdquo; jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (22/10/2021).
Menko Airlangga menyampaikan bahwa antusias masyarakat ini menggambarkan bahwa terjadi literasi digital Indonesia yang cukup baik. Meskipun mengandung aspek bantuan sosial, program ini mensyaratkan partisipasi aktif pesertanya mulai dari mendaftarkan diri, mengikuti proses seleksi, mengikuti dan menyelesaikan pelatihan hingga akhirnya mendapatkan dana berupa bantuan sosial.
Pelatihan-pelatihan yang ada pada Program Kartu Prakerja memiliki tujuan utama untuk meningkatkan SDM Indonesia dengan skilling, upskilling, dan reskilling. Untuk itu, standar pelatihan Program Kartu Prakerja disempurnakan secara berkala. Penyempurnaan standar pelatihan ini merupakan kolaborasi Pemerintah dengan melibatkan dukungan dari Perguruan Tinggi dan Akademisi.
Baca Juga: Fakta-Fakta Kartu Prakerja, Peserta Bisa Dipecat dan Insentif Rp3,5 Juta Tak Cair
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM Muhammad Rudy Salahuddin mengatakan bahwa pelibatan dan dukungan ini sesuai amanat Regulasi Program Kartu Prakerja  yaitu Permenko Perekonomian Nomor 11 tahun 2020 dimana Manajemen Pelaksana melibatkan ahli yang membidangi dalam melakukan asesmen terhadap pelatihan.
Untuk mengapresiasi dukungan dan keterlibatan akademisi dalam menjaga standar Kartu Prakerja, Menko Airlangga berdialog langsung dengan para rektor dan yang mewakili Perguruan Tinggi dan Yayasan yang terlibat dalam penyempurnaan standar pelatihan.
Keterlibatan Perguruan Tinggi dan Yayasan yakni dengan cara screening sebelum suatu pelatihan masuk ekosistem Kartu Prakerja dan juga memonitor sesudah pelatihan masuk dalam ekosistem. Proses screening dilakukan oleh Tim Asesmen yang berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Airlangga, dan Yayasan Indonesia Mengajar.Sedangkan monitoring dilakukan oleh Tim Pemantau dari Institut  Pertanian Bogor, Universitas Muhamadiyah Malang dan Universitas  Nadhlatul Ulama Indonesia.
&amp;ldquo;Tim Asesmen dan Tim Pemantau telah bekerja sejak Oktober 2020 untuk  memastikan pelatihan di Program Kartu Prakerja telah memenuhi standar.  Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan ini. Karena Program Kartu  Prakerja akan dilanjutkan pada tahun 2022, saya meminta agar Perguruan  Tinggi dan Yayasan terus membantu dan mendukung Program Kartu Prakerja,&amp;rdquo;  kata Menko Airlangga.
Berkat kolaborasi ini, Program Kartu Prakerja mendapat rating  pelatihan mencapai 4,9 dari skala 5, sebanyak 95% peserta mengatakan  pelatihan sesuai minat mereka, 98% peserta mengatakan pelatihan  meningkatkan kompetensi, 93% peserta mengatakan pelatihan dapat  diaplikasikan di tempat kerja/usaha, 79% peserta menggunakan sertifikat  pelatihan untuk melamar kerja, dan sepertiga dari yang menganggur  sebelum ikut Prakerja, kini sudah bekerja, baik sebagai karyawan maupun  wirausahawan.
&amp;ldquo;Khusus untuk wirausaha, Program Kartu Prakerja sudah dihubungkan  dengan fasilitas Kredit Usaha Rakyat, sehingga ini menjadi proses yang  tersambung dari bagian prakerja sampai bisa mendapatkan modal untuk  menjadi entrepreneur,&amp;rdquo; ungkap Menko Airlangga.
Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Arif  Kuncoro mengatakan bahwa Program Kartu Prakerja melalui pelatihan yang  diberikan kepada para penerima merupakan investasi, dan berdasarkan  data, insentif yang diberikan setelahnya digunakan para penerima untuk  membeli peralatan produksi. Hal ini tidak hanya menjadi investasi bagi  para penerima tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas. Program  Kartu Prakerja yang lebih banyak mengarah pada pelatihan digital  marketing dan makanan/minuman, merupakan pertemuan antara permintaan dan  penawaran yang match dan membantu stabilisasi inflasi.
Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Panut Mulyono, pada kesempatan  yang sama, mengatakan bahwa materi pelatihan yang ada dalam Program  Kartu Prakerja adalah jenis pelatihan yang berisi skill baru dan  kompetensi baru yang bisa digunakan untuk melakukan usaha baru dan  menciptakan pasar yang semula belum dipikirkan. Ini menjadi sangat  penting juga untuk para pekerja atau pencari pekerjaan yang ingin  menyesuaikan skill yang sesuai dengan permintaan saat ini.
Sebagai informasi, pada semester II tahun 2021, lebih dari 1.600  pelatihan telah diajukan oleh 173 lembaga pelatihan. Pelatihan-pelatihan  ini telah diperiksa dan dimonitor oleh Project Management Office (PMO)  bersama dengan tim ahli. Per hari ini, 440 jenis pelatihan dari 97  lembaga pelatihan masih terlibat aktif di dalam ekosistem Kartu  Prakerja. Ini menunjukkan bahwa lembaga-lembaga ini sangat ketat  menegakkan standar.
&amp;ldquo;Ini adalah hal yang baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada PMO  Kartu Prakerja dan seluruh Mitra Kartu Prakerja. Adanya program ini  menciptakan pasar baru yaitu pasar pendidikan online yang sebelum  launching Program Kartu Prakerja, pasar ini tidak ada,&amp;rdquo; pungkas Menko  Airlangga.
Hadir juga pada kesempatan tersebut Staf Ahli Bidang Regulasi,  Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi, Direktur Eksekutif Manajemen  Pelaksana Program Kartu Prakerja Wakil Rektor Universitas Katolik  Indonesia Atma jaya, Wakil Rektor Institut Pertanian Bogor, Rektor  Universitas Muhammadiyah Malang, Direktur Akademik Universitas Nadhlatul  Ulama Indonesia, dan Ketua Yayasan Indonesia Mengajar.</content:encoded></item></channel></rss>
