<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menakar Peluang IPO GoTo Usai Dapat Suntikan Modal Rp5,6 Triliun</title><description>Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) memberikan suntikan modal melalui pra penawaran umum perdana saham atau IPO GoTo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/278/2491317/menakar-peluang-ipo-goto-usai-dapat-suntikan-modal-rp5-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/278/2491317/menakar-peluang-ipo-goto-usai-dapat-suntikan-modal-rp5-6-triliun"/><item><title>Menakar Peluang IPO GoTo Usai Dapat Suntikan Modal Rp5,6 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/278/2491317/menakar-peluang-ipo-goto-usai-dapat-suntikan-modal-rp5-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/278/2491317/menakar-peluang-ipo-goto-usai-dapat-suntikan-modal-rp5-6-triliun</guid><pubDate>Senin 25 Oktober 2021 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/25/278/2491317/menakar-peluang-ipo-goto-usai-dapat-suntikan-modal-rp5-6-triliun-iQ9g2fS0tg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Abu Dhabi investasi ke GoTo jelang IPO (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/25/278/2491317/menakar-peluang-ipo-goto-usai-dapat-suntikan-modal-rp5-6-triliun-iQ9g2fS0tg.jpg</image><title>Abu Dhabi investasi ke GoTo jelang IPO (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) memberikan suntikan modal melalui pra penawaran umum perdana saham atau IPO GoTo. Dengan investasi senilai USD400 juta (setara Rp5,6 triliun), masuknya ADIA akan meningkatkan valuasi bisnis GoTo, yang saat ini mencapai USD30 miliar.
Ekonom dan ahli keuangan Universitas Prasetiya Mulya Agus Salim mengatakan, suntikan investasi ADIA menjadi salah satu tolok ukur keyakinan investor terhadap rencana IPO GoTo.
Baca Juga: Hari Pertama IPO, Saham Ace Oldfields (KUAS) Meroket 34% Kena ARA 
 
&quot;Ini menunjukkan adanya confidence investor atas valuasi dan rencana IPO GoTo, sehingga mereka berani untuk menyuntikan investasinya. Yang kedua, keyakinan bahwa IPO itu akan sukses,&quot; ujar Agus, Senin (25/10/2021).
Melalui penggalangan dana pra-IPO, GoTo dikabarkan membidik jumlah investasi sekitar USD1,5 miliar hingga USD2 miliar. Dengan dana sebesar itu, GoTo bakal memiliki likuiditas jumbo pasca-IPO yang rencananya dilakukan pada awal tahun depan.
Baca Juga: Pengakuan Barito Pacific (BRPT), Emiten Konglomerat Prajogo Pangestu soal IPO Star Energy
 
Menurut Agus, keberhasilan pra-IPO GoTo akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan teknologi itu di pasar modal. Pasalnya, GoTo sebagai ekosistem digital memiliki model bisnis yang berbeda dibandingkan emiten yang sudah ada.
Terlebih, GoTo didukung oleh jutaan pelaku usaha yang menciptakan transaksi ekonomi ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Secara umum kalau dilihat dari sisi ekonomi, IPO GoTo akan  menguntungkan. Akan banyak investor yang berinvestasi di  perusahaan-perusahaan teknologi dengan model bisnis yang kuat seperti  GoTo. Yang terpenting dengan GoTo menjadi perusahaan publik hal itu akan  menjadikan perusahaan lebih transparan dan proses bisnisnya semakin  baik,&quot; kata Agus.
Sementara itu, Reuters memperkirakan valuasi GoTo sudah mencapai  USD32 miliar. Valuasi tersebut merupakan lompatan besar mengingat saat  melakukan kolaborasi bisnis Mei lalu, valuasi Gojek dan Tokopedia baru  sekitar USD18 miliar. Reuters menilai masuknya sovereign wealth fund  (SWF) sekelas ADIA akan sangat strategis bagi IPO GoTo.
Sebelumnya GoTo Group telah menandatangani perjanjian dengan anak  usaha Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), yang menjadikan ADIA  memimpin penggalangan dana pra-IPO GoTo dengan investasi sebesar 400  juta dolar AS. Transaksi tersebut menjadi investasi pertama oleh  Departemen Private Equities ADIA ke dalam perusahaan teknologi Asia  Tenggara dan sekaligus investasi terbesarnya di Indonesia.
&quot;Kami bangga menyambut ADIA sebagai investor terbaru di perusahaan  dan yang pertama dalam penggalangan dana pra-IPO kami, selagi kami  menyiapkan bisnis untuk pertumbuhan eksponensial untuk tahun-tahun  mendatang. Dukungan dengan skala seperti ini menegaskan keyakinan kami  bahwa Indonesia dan Asia Tenggara akan menjadi tujuan besar selanjutnya  untuk investasi teknologi,&quot; kata CEO GoTo Group Andre Soelistyo.</description><content:encoded>JAKARTA - Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) memberikan suntikan modal melalui pra penawaran umum perdana saham atau IPO GoTo. Dengan investasi senilai USD400 juta (setara Rp5,6 triliun), masuknya ADIA akan meningkatkan valuasi bisnis GoTo, yang saat ini mencapai USD30 miliar.
Ekonom dan ahli keuangan Universitas Prasetiya Mulya Agus Salim mengatakan, suntikan investasi ADIA menjadi salah satu tolok ukur keyakinan investor terhadap rencana IPO GoTo.
Baca Juga: Hari Pertama IPO, Saham Ace Oldfields (KUAS) Meroket 34% Kena ARA 
 
&quot;Ini menunjukkan adanya confidence investor atas valuasi dan rencana IPO GoTo, sehingga mereka berani untuk menyuntikan investasinya. Yang kedua, keyakinan bahwa IPO itu akan sukses,&quot; ujar Agus, Senin (25/10/2021).
Melalui penggalangan dana pra-IPO, GoTo dikabarkan membidik jumlah investasi sekitar USD1,5 miliar hingga USD2 miliar. Dengan dana sebesar itu, GoTo bakal memiliki likuiditas jumbo pasca-IPO yang rencananya dilakukan pada awal tahun depan.
Baca Juga: Pengakuan Barito Pacific (BRPT), Emiten Konglomerat Prajogo Pangestu soal IPO Star Energy
 
Menurut Agus, keberhasilan pra-IPO GoTo akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan teknologi itu di pasar modal. Pasalnya, GoTo sebagai ekosistem digital memiliki model bisnis yang berbeda dibandingkan emiten yang sudah ada.
Terlebih, GoTo didukung oleh jutaan pelaku usaha yang menciptakan transaksi ekonomi ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Secara umum kalau dilihat dari sisi ekonomi, IPO GoTo akan  menguntungkan. Akan banyak investor yang berinvestasi di  perusahaan-perusahaan teknologi dengan model bisnis yang kuat seperti  GoTo. Yang terpenting dengan GoTo menjadi perusahaan publik hal itu akan  menjadikan perusahaan lebih transparan dan proses bisnisnya semakin  baik,&quot; kata Agus.
Sementara itu, Reuters memperkirakan valuasi GoTo sudah mencapai  USD32 miliar. Valuasi tersebut merupakan lompatan besar mengingat saat  melakukan kolaborasi bisnis Mei lalu, valuasi Gojek dan Tokopedia baru  sekitar USD18 miliar. Reuters menilai masuknya sovereign wealth fund  (SWF) sekelas ADIA akan sangat strategis bagi IPO GoTo.
Sebelumnya GoTo Group telah menandatangani perjanjian dengan anak  usaha Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), yang menjadikan ADIA  memimpin penggalangan dana pra-IPO GoTo dengan investasi sebesar 400  juta dolar AS. Transaksi tersebut menjadi investasi pertama oleh  Departemen Private Equities ADIA ke dalam perusahaan teknologi Asia  Tenggara dan sekaligus investasi terbesarnya di Indonesia.
&quot;Kami bangga menyambut ADIA sebagai investor terbaru di perusahaan  dan yang pertama dalam penggalangan dana pra-IPO kami, selagi kami  menyiapkan bisnis untuk pertumbuhan eksponensial untuk tahun-tahun  mendatang. Dukungan dengan skala seperti ini menegaskan keyakinan kami  bahwa Indonesia dan Asia Tenggara akan menjadi tujuan besar selanjutnya  untuk investasi teknologi,&quot; kata CEO GoTo Group Andre Soelistyo.</content:encoded></item></channel></rss>
