<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Modal Asing Masuk ke Pasar Saham Tembus Rp9,9 Triliun Selama Oktober</title><description>Aliran modal asing tercatat masuk senilai Rp9,9 triliun di pasar saham selama Oktober 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/278/2491324/modal-asing-masuk-ke-pasar-saham-tembus-rp9-9-triliun-selama-oktober</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/278/2491324/modal-asing-masuk-ke-pasar-saham-tembus-rp9-9-triliun-selama-oktober"/><item><title>Modal Asing Masuk ke Pasar Saham Tembus Rp9,9 Triliun Selama Oktober</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/278/2491324/modal-asing-masuk-ke-pasar-saham-tembus-rp9-9-triliun-selama-oktober</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/278/2491324/modal-asing-masuk-ke-pasar-saham-tembus-rp9-9-triliun-selama-oktober</guid><pubDate>Senin 25 Oktober 2021 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/25/278/2491324/modal-asing-masuk-ke-pasar-saham-tembus-rp9-9-triliun-selama-oktober-MvKQmQBp1J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aliran modal asing yang masuk capai Rp9,9 triliun (foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/25/278/2491324/modal-asing-masuk-ke-pasar-saham-tembus-rp9-9-triliun-selama-oktober-MvKQmQBp1J.jpg</image><title>Aliran modal asing yang masuk capai Rp9,9 triliun (foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Aliran modal asing tercatat masuk senilai Rp9,9 triliun di pasar saham selama Oktober 2021. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan aliran modal asing yang masuk pada Oktober juga mengalami peningkatan.
&quot;Di pasar saham memang masih terdapat modal asing masuk (inflow) sejak September 2021 yakni Rp4,3 triliun dan kemudian meningkat lagi di Oktober 2021,&quot; kata Menkeu dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Oktober 2021 secara daring di Jakarta, Senin (25/10/2021).
Baca Juga: Modal Asing 'Kabur' dari Indonesia Rp2,99 Triliun
 
Meski begitu, ia mengatakan terjadi aliran dana keluar (outflow) di pasar surat berharga negara (SBN) senilai Rp18,7 triliun pada September 2021, yang kemudian menurun menjadi Rp2,6 triliun di Oktober 2021.
Penyebabnya, tekanan dari global yaitu kenaikan imbal hasil atau yield surat utang Amerika Serikat (AS) dan kemungkinan terjadinya pengurangan pembelian aset (tapering) oleh Bank Sentral AS, The Fed.
Baca Juga: Aliran Modal Asing Masuk RI Capai Rp7,6 Triliun 
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menuturkan yield obligasi Negeri Paman Sam tenor 10 tahun sudah melonjak tinggi sejak awal 2021 dari 1,06% menjadi 1,6% hanya kurang dari dua bulan.
Yield SBN RI tenor 10 tahun juga meningkat pada September 2021 sebesar 31 basis poin (bps), demikian pula dengan negara emerging market lainnya seperti imbal hasil surat utang Brazil yang naik 61 bps, Afrika Selatan 49 bps, dan Kolombia 45 bps.


&quot;Tentu biasanya kenaikan dari yield di Amerika Serikat akan  mempengaruhi aliran modal asing ke negara-negara emerging market,&quot;  ungkapnya.
Walaupun terdapat tekanan yang cukup tinggi dari global, Sri Mulyani  berpendapat kinerja surat utang negara (SUN) Indonesia 10 tahun terutama  dengan dominasi rupiah maupun valuta asing masih terjaga, yang didukung  penurunan pasokan SBN di pasar perdana serta penerbitan SBN dalam skema  Surat Keputusan Bersama (SKB) III di akhir tahun ini.
Dengan demikian, yield SUN Indonesia tenor 10 tahun mulai menurun  pada Oktober 2021, begitu juga dengan imbal hasil SBN Indonesia tenor  lima tahun yang masih rendah sejak awal 2021.
&quot;Hal ini yang menggambarkan Indonesia cukup berdaya tahan dan  reputasi kita secara global dari SUN maupun kredibilitas kebijakan  makro, terutama fiskal mampu menciptakan posisi SBN yang sangat baik,&quot;  kata Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Aliran modal asing tercatat masuk senilai Rp9,9 triliun di pasar saham selama Oktober 2021. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan aliran modal asing yang masuk pada Oktober juga mengalami peningkatan.
&quot;Di pasar saham memang masih terdapat modal asing masuk (inflow) sejak September 2021 yakni Rp4,3 triliun dan kemudian meningkat lagi di Oktober 2021,&quot; kata Menkeu dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Oktober 2021 secara daring di Jakarta, Senin (25/10/2021).
Baca Juga: Modal Asing 'Kabur' dari Indonesia Rp2,99 Triliun
 
Meski begitu, ia mengatakan terjadi aliran dana keluar (outflow) di pasar surat berharga negara (SBN) senilai Rp18,7 triliun pada September 2021, yang kemudian menurun menjadi Rp2,6 triliun di Oktober 2021.
Penyebabnya, tekanan dari global yaitu kenaikan imbal hasil atau yield surat utang Amerika Serikat (AS) dan kemungkinan terjadinya pengurangan pembelian aset (tapering) oleh Bank Sentral AS, The Fed.
Baca Juga: Aliran Modal Asing Masuk RI Capai Rp7,6 Triliun 
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menuturkan yield obligasi Negeri Paman Sam tenor 10 tahun sudah melonjak tinggi sejak awal 2021 dari 1,06% menjadi 1,6% hanya kurang dari dua bulan.
Yield SBN RI tenor 10 tahun juga meningkat pada September 2021 sebesar 31 basis poin (bps), demikian pula dengan negara emerging market lainnya seperti imbal hasil surat utang Brazil yang naik 61 bps, Afrika Selatan 49 bps, dan Kolombia 45 bps.


&quot;Tentu biasanya kenaikan dari yield di Amerika Serikat akan  mempengaruhi aliran modal asing ke negara-negara emerging market,&quot;  ungkapnya.
Walaupun terdapat tekanan yang cukup tinggi dari global, Sri Mulyani  berpendapat kinerja surat utang negara (SUN) Indonesia 10 tahun terutama  dengan dominasi rupiah maupun valuta asing masih terjaga, yang didukung  penurunan pasokan SBN di pasar perdana serta penerbitan SBN dalam skema  Surat Keputusan Bersama (SKB) III di akhir tahun ini.
Dengan demikian, yield SUN Indonesia tenor 10 tahun mulai menurun  pada Oktober 2021, begitu juga dengan imbal hasil SBN Indonesia tenor  lima tahun yang masih rendah sejak awal 2021.
&quot;Hal ini yang menggambarkan Indonesia cukup berdaya tahan dan  reputasi kita secara global dari SUN maupun kredibilitas kebijakan  makro, terutama fiskal mampu menciptakan posisi SBN yang sangat baik,&quot;  kata Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
