<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI Ungkap Kunci Kembangkan Ekonomi Islam</title><description>Digitalisasi menjadi salah satu kunci untuk mengembangkan ekonomi Islam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/320/2491291/gubernur-bi-ungkap-kunci-kembangkan-ekonomi-islam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/320/2491291/gubernur-bi-ungkap-kunci-kembangkan-ekonomi-islam"/><item><title>Gubernur BI Ungkap Kunci Kembangkan Ekonomi Islam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/320/2491291/gubernur-bi-ungkap-kunci-kembangkan-ekonomi-islam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/320/2491291/gubernur-bi-ungkap-kunci-kembangkan-ekonomi-islam</guid><pubDate>Senin 25 Oktober 2021 13:27 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/25/320/2491291/gubernur-bi-ungkap-kunci-kembangkan-ekonomi-islam-uDWC7VEL0S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo ungkap kunci pengembangan ekonomi syariah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/25/320/2491291/gubernur-bi-ungkap-kunci-kembangkan-ekonomi-islam-uDWC7VEL0S.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo ungkap kunci pengembangan ekonomi syariah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Digitalisasi menjadi salah satu kunci untuk mengembangkan ekonomi Islam. Dengan begitu ekonomi Islam akan memiliki dampak yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.
&amp;ldquo;Untuk membuat dampak yang lebih besar, digitalisasi harus dikembangkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan Islam, termasuk industri fesyen dan makanan,&amp;rdquo; kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Senin (25/10/2021).
Baca Juga: Ekonomi Syariah Indonesia Peringkat 4 Dunia, Jokowi: Negara Penduduk Muslim Terbesar
 
Perry menyampaikan bahwa dibutuhkan lebih banyak ide dan solusi agar ekonomi dan keuangan Islam dapat berkontribusi lebih banyak dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional dan internasional.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Indonesia Harus Jadi Pusat Gravitasi Ekonomi Syariah Dunia
 
&amp;ldquo;Tak hanya dalam mewujudkan ekonomi dan keuangan Islam tetapi juga memobilisasi zakat, infak, dan sedekah serta bagaimana mengoptimalkannya untuk membawa kemajuan bagi ekonomi dan keuangan Islam,&amp;rdquo; ujarnya.
Semangat tersebut, lanjut Perry, telah diterapkan Bank Indonesia melalui program Ziswaf. Dia menuturkan bahwa digitalisasi berkembang pesat selama masa pandemi COVID-19, baik dari digital banking, uang elektronik hingga transaksi e-commerce.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8wOS8xLzEzNzY2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Begitu pula untuk ekonomi syariah, posisi pada Agustus 2021, nilai  transaksi industri halal di e-commerce meningkat signifikan lebih dari  20 persen (yoy) yang didominasi oleh produk fesyen,&amp;rdquo; ungkap Perry.
Lebih lanjut Perry berharap melalui penyelenggaraan ICIEF yang  diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia  (IAEI), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), hingga  Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan menghadirkan cendekiawan dan  peneliti dari penjuru dunia dapat memberikan solusi, inovasi dan  kemajuan terhadap ekonomi dan keuangan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Untuk mendukung penyelenggaraan konferensi tersebut, Bank Indonesia  menyediakan Jurnal Moneter dan Keuangan Ekonomi Syariah yang diharapkan  bisa menjadi pembahasan untuk menggali ide dan merumuskan kebijakan  dalam keuangan syariah.
&amp;ldquo;Kami berterima kasih dan tentu saja menantikan public paper dari  Anda semua yang terlibat dalam konferensi ini yang kami yakini dapat  membawa lebih banyak pengetahuan, &quot; kata Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Digitalisasi menjadi salah satu kunci untuk mengembangkan ekonomi Islam. Dengan begitu ekonomi Islam akan memiliki dampak yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.
&amp;ldquo;Untuk membuat dampak yang lebih besar, digitalisasi harus dikembangkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan Islam, termasuk industri fesyen dan makanan,&amp;rdquo; kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Senin (25/10/2021).
Baca Juga: Ekonomi Syariah Indonesia Peringkat 4 Dunia, Jokowi: Negara Penduduk Muslim Terbesar
 
Perry menyampaikan bahwa dibutuhkan lebih banyak ide dan solusi agar ekonomi dan keuangan Islam dapat berkontribusi lebih banyak dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional dan internasional.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Indonesia Harus Jadi Pusat Gravitasi Ekonomi Syariah Dunia
 
&amp;ldquo;Tak hanya dalam mewujudkan ekonomi dan keuangan Islam tetapi juga memobilisasi zakat, infak, dan sedekah serta bagaimana mengoptimalkannya untuk membawa kemajuan bagi ekonomi dan keuangan Islam,&amp;rdquo; ujarnya.
Semangat tersebut, lanjut Perry, telah diterapkan Bank Indonesia melalui program Ziswaf. Dia menuturkan bahwa digitalisasi berkembang pesat selama masa pandemi COVID-19, baik dari digital banking, uang elektronik hingga transaksi e-commerce.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8wOS8xLzEzNzY2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Begitu pula untuk ekonomi syariah, posisi pada Agustus 2021, nilai  transaksi industri halal di e-commerce meningkat signifikan lebih dari  20 persen (yoy) yang didominasi oleh produk fesyen,&amp;rdquo; ungkap Perry.
Lebih lanjut Perry berharap melalui penyelenggaraan ICIEF yang  diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia  (IAEI), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), hingga  Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan menghadirkan cendekiawan dan  peneliti dari penjuru dunia dapat memberikan solusi, inovasi dan  kemajuan terhadap ekonomi dan keuangan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Untuk mendukung penyelenggaraan konferensi tersebut, Bank Indonesia  menyediakan Jurnal Moneter dan Keuangan Ekonomi Syariah yang diharapkan  bisa menjadi pembahasan untuk menggali ide dan merumuskan kebijakan  dalam keuangan syariah.
&amp;ldquo;Kami berterima kasih dan tentu saja menantikan public paper dari  Anda semua yang terlibat dalam konferensi ini yang kami yakini dapat  membawa lebih banyak pengetahuan, &quot; kata Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
