<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tantangan Pertanian di Indonesia, Harus Pintar Manfaatkan Teknologi</title><description>Sektor pertanian Indonesia harus mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/320/2491577/tantangan-pertanian-di-indonesia-harus-pintar-manfaatkan-teknologi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/320/2491577/tantangan-pertanian-di-indonesia-harus-pintar-manfaatkan-teknologi"/><item><title>Tantangan Pertanian di Indonesia, Harus Pintar Manfaatkan Teknologi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/320/2491577/tantangan-pertanian-di-indonesia-harus-pintar-manfaatkan-teknologi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/320/2491577/tantangan-pertanian-di-indonesia-harus-pintar-manfaatkan-teknologi</guid><pubDate>Senin 25 Oktober 2021 19:54 WIB</pubDate><dc:creator>Zikra Mulia Irawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/25/320/2491577/tantangan-pertanian-di-indonesia-harus-pintar-manfaatkan-teknologi-gFshqeheO5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tantangan sektor pertanian di Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/25/320/2491577/tantangan-pertanian-di-indonesia-harus-pintar-manfaatkan-teknologi-gFshqeheO5.jpg</image><title>Tantangan sektor pertanian di Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sektor pertanian Indonesia harus mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Seiring berjalannya waktu, satu per satu aspek pertanian mulai memanfaatkan teknologi untuk menjawab tantangan pangan yang dinamis.
&amp;ldquo;Tentunya tantangannya masih banyak, ya. Karena kita di Indonesia negara yang sangat luas, besar, dan bahan-bahan pangan ini tergantung banyak sekali faktor-faktor lainnya, termasuk cuaca, climate, sama kebutuhan-kebutuhan per daerah masing-masing,&amp;rdquo; kata CMO &amp;amp; HR Director Tanihub Group Ritchie Goenawan saat ditanya tentang apa tantangan dalam distribusi pangan, Senin (25/10/2021).
Baca Juga: RI Punya Badan Pangan dan Holding BUMN, Erick Thohir: Kualitas Kita Luar Biasa
 
Peran teknologi dalam hal ini, kata dia, adalah untuk memantau dan memprediksi kebutuhan-kebutuhan pangan masyarakat  di berbagai daerah. Jika industri agritech dan e-grocery ingin cepat tanggap, mereka haruslah preaktif, bukan reaktif.
&amp;ldquo;Nggak reaktif, tapi preaktif. Biar kita bisa lebih memprediksi daerah mana, kebutuhannya apa aja, dan jumlahnya berapa. Dan kita sudah mulai pergi ke hulunya, menyiapkan bersama para petani, menggunakan transportasi kah, storing, processing, grading, dan lain-lain,&amp;rdquo; sambungnya.
Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan RI, Begini Caranya
Langkah itu menurutnya akan membuat akan membuat industri agritech bisa jauh lebih siap, distribusinya lebih cepat, dan lebih bisa diandalkan saat pesanan datang baik dari pelanggan B2B (business to business) maupun pelanggan B2C (business to consumer).&amp;ldquo;Tidak bisa dipungkiri, ya, bahwa distribusi bahan fisik di Indonesia  akan selalu jadi tantangan besar sekali. Kita juga bersyukur ekosistem  logistik di seluruh Indonesia berkembang pesat. Jadi kita bermitra  dengan sebanyak mungkin third party logistik,&amp;rdquo; imbuh dia.
Sementara itu, Tanihub sedang berusaha melakukan ekspansi lebih luas  lagi. Tahun ini, ekspansi telah menjangkau provinsi Jawa, Bali, hingga  Sumatera. Tanihub berencana mengadakan ekspansi ke Sulawesi dan  Kalimantan tahun 2022 mendatang.</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor pertanian Indonesia harus mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Seiring berjalannya waktu, satu per satu aspek pertanian mulai memanfaatkan teknologi untuk menjawab tantangan pangan yang dinamis.
&amp;ldquo;Tentunya tantangannya masih banyak, ya. Karena kita di Indonesia negara yang sangat luas, besar, dan bahan-bahan pangan ini tergantung banyak sekali faktor-faktor lainnya, termasuk cuaca, climate, sama kebutuhan-kebutuhan per daerah masing-masing,&amp;rdquo; kata CMO &amp;amp; HR Director Tanihub Group Ritchie Goenawan saat ditanya tentang apa tantangan dalam distribusi pangan, Senin (25/10/2021).
Baca Juga: RI Punya Badan Pangan dan Holding BUMN, Erick Thohir: Kualitas Kita Luar Biasa
 
Peran teknologi dalam hal ini, kata dia, adalah untuk memantau dan memprediksi kebutuhan-kebutuhan pangan masyarakat  di berbagai daerah. Jika industri agritech dan e-grocery ingin cepat tanggap, mereka haruslah preaktif, bukan reaktif.
&amp;ldquo;Nggak reaktif, tapi preaktif. Biar kita bisa lebih memprediksi daerah mana, kebutuhannya apa aja, dan jumlahnya berapa. Dan kita sudah mulai pergi ke hulunya, menyiapkan bersama para petani, menggunakan transportasi kah, storing, processing, grading, dan lain-lain,&amp;rdquo; sambungnya.
Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan RI, Begini Caranya
Langkah itu menurutnya akan membuat akan membuat industri agritech bisa jauh lebih siap, distribusinya lebih cepat, dan lebih bisa diandalkan saat pesanan datang baik dari pelanggan B2B (business to business) maupun pelanggan B2C (business to consumer).&amp;ldquo;Tidak bisa dipungkiri, ya, bahwa distribusi bahan fisik di Indonesia  akan selalu jadi tantangan besar sekali. Kita juga bersyukur ekosistem  logistik di seluruh Indonesia berkembang pesat. Jadi kita bermitra  dengan sebanyak mungkin third party logistik,&amp;rdquo; imbuh dia.
Sementara itu, Tanihub sedang berusaha melakukan ekspansi lebih luas  lagi. Tahun ini, ekspansi telah menjangkau provinsi Jawa, Bali, hingga  Sumatera. Tanihub berencana mengadakan ekspansi ke Sulawesi dan  Kalimantan tahun 2022 mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
