<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bye! Orang RI Mulai Tinggalkan BBM Premium</title><description>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat masyarakat yang menggunakan BBM premium semakin sedikit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/320/2491634/bye-orang-ri-mulai-tinggalkan-bbm-premium</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/320/2491634/bye-orang-ri-mulai-tinggalkan-bbm-premium"/><item><title>Bye! Orang RI Mulai Tinggalkan BBM Premium</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/320/2491634/bye-orang-ri-mulai-tinggalkan-bbm-premium</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/25/320/2491634/bye-orang-ri-mulai-tinggalkan-bbm-premium</guid><pubDate>Senin 25 Oktober 2021 21:59 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/25/320/2491634/bye-orang-ri-mulai-tinggalkan-bbm-premium-PXV8ROI6WC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengguna BBM Premium semakin sedikit (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/25/320/2491634/bye-orang-ri-mulai-tinggalkan-bbm-premium-PXV8ROI6WC.jpg</image><title>Pengguna BBM Premium semakin sedikit (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat masyarakat yang menggunakan BBM premium semakin sedikit. Pemerintah pun mendorong penggunaan BBM ramah lingkungan ke depannya.
Baca Juga: Tak Berhak, Ternyata Orang Ini yang Buat Solar Subsidi Langka
 
Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih mengatakan, saat ini sudah terjadi peralihan konsumsi BBM jenis premium ke pertalite. Bahkan, konsumsi BBM jenis premium ini semakin lama semakin menurun.
Baca Juga: Solar Subsidi Langka, Saatnya Harga BBM Dinaikkan?
 
&quot;Premium ini secara volume sebenarnya juga sudah semakin kecil karena masyarakat sudah shifting ke pertalite,&quot; ujarnya dalam konferensi pers, Senin (25/10/2021).
Menurut dia, saat ini hanya tinggal tujuh negara yang masih menggunakan premium. Untuk itu, pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki kondisi lingkungan dengan mengganti premium dengan BBM yang lebih ramah lingkungan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8yMi8xLzE0MDcyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kami pun berkomitmen untuk memperbaiki kondisi lingkungan sehingga  terkait premium ini dipikirkan ke depan, mungkin pertalite bisa  menggantikan premium,&quot; ungkapnya.
Soerjaningsih menambahkan, rencana ini masih dalam tahap kajian dan  harus mendapatkan persetujuan dari Presiden. Meski kualitas pertalite  lebih baik dari premium, menurut dia, masih perlu perbaikan kualitas ke  depannya.
&quot;Kita harapkan ke depan ada roadmap BBM yang ramah lingkungan. Jadi  dari RON 88 kalau nanti dihapus tinggal paling kecil RON 90. Kalau  kemampuan kita memungkinkan, naik lagi jadi RON 91 atau 92. Itu adalah  komitmen kita menyediakan BBM yang ramah lingkungan,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat masyarakat yang menggunakan BBM premium semakin sedikit. Pemerintah pun mendorong penggunaan BBM ramah lingkungan ke depannya.
Baca Juga: Tak Berhak, Ternyata Orang Ini yang Buat Solar Subsidi Langka
 
Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih mengatakan, saat ini sudah terjadi peralihan konsumsi BBM jenis premium ke pertalite. Bahkan, konsumsi BBM jenis premium ini semakin lama semakin menurun.
Baca Juga: Solar Subsidi Langka, Saatnya Harga BBM Dinaikkan?
 
&quot;Premium ini secara volume sebenarnya juga sudah semakin kecil karena masyarakat sudah shifting ke pertalite,&quot; ujarnya dalam konferensi pers, Senin (25/10/2021).
Menurut dia, saat ini hanya tinggal tujuh negara yang masih menggunakan premium. Untuk itu, pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki kondisi lingkungan dengan mengganti premium dengan BBM yang lebih ramah lingkungan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8yMi8xLzE0MDcyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kami pun berkomitmen untuk memperbaiki kondisi lingkungan sehingga  terkait premium ini dipikirkan ke depan, mungkin pertalite bisa  menggantikan premium,&quot; ungkapnya.
Soerjaningsih menambahkan, rencana ini masih dalam tahap kajian dan  harus mendapatkan persetujuan dari Presiden. Meski kualitas pertalite  lebih baik dari premium, menurut dia, masih perlu perbaikan kualitas ke  depannya.
&quot;Kita harapkan ke depan ada roadmap BBM yang ramah lingkungan. Jadi  dari RON 88 kalau nanti dihapus tinggal paling kecil RON 90. Kalau  kemampuan kita memungkinkan, naik lagi jadi RON 91 atau 92. Itu adalah  komitmen kita menyediakan BBM yang ramah lingkungan,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
