<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PTBA Habiskan Capex Lebih dari 50%, untuk Apa Saja?</title><description>PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat realisasi target belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2021 lebih dari 50%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/26/278/2492160/ptba-habiskan-capex-lebih-dari-50-untuk-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/26/278/2492160/ptba-habiskan-capex-lebih-dari-50-untuk-apa-saja"/><item><title>PTBA Habiskan Capex Lebih dari 50%, untuk Apa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/26/278/2492160/ptba-habiskan-capex-lebih-dari-50-untuk-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/26/278/2492160/ptba-habiskan-capex-lebih-dari-50-untuk-apa-saja</guid><pubDate>Selasa 26 Oktober 2021 20:04 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/26/278/2492160/ptba-habiskan-capex-lebih-dari-50-untuk-apa-saja-Af7TBjr1Kh.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">PTBA gunakan capex hingga 51% (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/26/278/2492160/ptba-habiskan-capex-lebih-dari-50-untuk-apa-saja-Af7TBjr1Kh.jpeg</image><title>PTBA gunakan capex hingga 51% (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat realisasi target belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2021 lebih dari 50%. Direktur Keuangan Bukit Asam Farida Thamrin mengatakan sampai akhir kuartal III/2021 telah merealisasikan 51%.
&amp;ldquo;Angka ini sangat baik karena sampai dengan kuartal III/2021 masih ada problem COVID-19. Artinya, industri yang bisa merealisasikan di atas 30% sudah sangat baik melihat kendala yang ada saat ini,&amp;rdquo; ujar Farida, Selasa (26/10/2021).
Baca Juga: Sudah 89%, Proyek PLTU Terbesar Indonesia Rampung Akhir Tahun 
 
Sementara untuk 2022, anggaran capex PTBA dalam proses meminta persetujuan pemegang saham. Capex 2022 itu akan akan dibagi menjadi tiga bagian, untuk pengeluaran rutin, untuk anak usaha, dan pengembangan investasi.
Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie C mengatakan perusahan menargetkan capex 2021 sebesar Rp3,84 triliun dari panduan tahun sebelumnya Rp2,77 triliun. Peningkatan alokasi capex tersebut untuk merealisasikan rencana ekspansi bisnis untuk memacu kinerja perseroan, meningkatkan investasi dalam mengembangkan diversifikasi usaha dan hilirisasi batu bara.
Baca Juga: PTBA Garap Bisnis PLTS di Lahan Bekas Tambang
Sampai saat ini, perseroan masih melanjutkan proyek PLTU Sumsel-8 yang akan mengonsumsi 5,4 juta ton batu bara per tahun dan ditargetkan beroperasi secara komersial pada Maret 2022.
PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 yang berkapasitas 2x620 MW merupakan proyek strategis PTBA dengan nilai mencapai 1,68 miliar dolar AS ini telah mencapai penyelesaian proyek sebesar 91,03% pada September 2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8wNi8yMC8xNDAwNDIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kemudian, untuk perkembangan proyek gasifikasi batu bara DME juga  disebut berjalan sesuai dengan rencana dan akan segera terealisasi  sebagai bentuk komitmen PTBA atas terbitnya Perpres 109 tahun 2020.
Proyek Strategis Nasional ini akan dilakukan di Tanjung Enim selama  20 tahun, dengan mendatangkan investasi asing dari APCI sebesar 2,1  miliar dolar AS atau setara Rp30 Triliun.
Direktur Utama PTBA Suryo Eko Hadianto mengatakan dengan utilisasi 6  juta ton batu bara per tahun, proyek ini dapat menghasilkan 1,4 juta DME  per tahun.
Proyek ini diharapkan bisa mengurangi impor LPG lebih dari 1 juta ton  per tahun sehingga dapat memperbaiki neraca perdagangan dan banyak  benefit lainnya bagi Indonesia.
Kemudian, pengembangan PLTS untuk ekspansi ke sektor energi baru dan  terbarukan juga mulai berjalan. Salah satunya dengan Commercial  Operation Date (COD) PLTS di Bandara Soekarno Hatta bekerja sama dengan  PT Angkasa Pura II (Persero) yang telah beroperasi penuh pada 1 Oktober  2020.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat realisasi target belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2021 lebih dari 50%. Direktur Keuangan Bukit Asam Farida Thamrin mengatakan sampai akhir kuartal III/2021 telah merealisasikan 51%.
&amp;ldquo;Angka ini sangat baik karena sampai dengan kuartal III/2021 masih ada problem COVID-19. Artinya, industri yang bisa merealisasikan di atas 30% sudah sangat baik melihat kendala yang ada saat ini,&amp;rdquo; ujar Farida, Selasa (26/10/2021).
Baca Juga: Sudah 89%, Proyek PLTU Terbesar Indonesia Rampung Akhir Tahun 
 
Sementara untuk 2022, anggaran capex PTBA dalam proses meminta persetujuan pemegang saham. Capex 2022 itu akan akan dibagi menjadi tiga bagian, untuk pengeluaran rutin, untuk anak usaha, dan pengembangan investasi.
Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie C mengatakan perusahan menargetkan capex 2021 sebesar Rp3,84 triliun dari panduan tahun sebelumnya Rp2,77 triliun. Peningkatan alokasi capex tersebut untuk merealisasikan rencana ekspansi bisnis untuk memacu kinerja perseroan, meningkatkan investasi dalam mengembangkan diversifikasi usaha dan hilirisasi batu bara.
Baca Juga: PTBA Garap Bisnis PLTS di Lahan Bekas Tambang
Sampai saat ini, perseroan masih melanjutkan proyek PLTU Sumsel-8 yang akan mengonsumsi 5,4 juta ton batu bara per tahun dan ditargetkan beroperasi secara komersial pada Maret 2022.
PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 yang berkapasitas 2x620 MW merupakan proyek strategis PTBA dengan nilai mencapai 1,68 miliar dolar AS ini telah mencapai penyelesaian proyek sebesar 91,03% pada September 2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8wNi8yMC8xNDAwNDIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kemudian, untuk perkembangan proyek gasifikasi batu bara DME juga  disebut berjalan sesuai dengan rencana dan akan segera terealisasi  sebagai bentuk komitmen PTBA atas terbitnya Perpres 109 tahun 2020.
Proyek Strategis Nasional ini akan dilakukan di Tanjung Enim selama  20 tahun, dengan mendatangkan investasi asing dari APCI sebesar 2,1  miliar dolar AS atau setara Rp30 Triliun.
Direktur Utama PTBA Suryo Eko Hadianto mengatakan dengan utilisasi 6  juta ton batu bara per tahun, proyek ini dapat menghasilkan 1,4 juta DME  per tahun.
Proyek ini diharapkan bisa mengurangi impor LPG lebih dari 1 juta ton  per tahun sehingga dapat memperbaiki neraca perdagangan dan banyak  benefit lainnya bagi Indonesia.
Kemudian, pengembangan PLTS untuk ekspansi ke sektor energi baru dan  terbarukan juga mulai berjalan. Salah satunya dengan Commercial  Operation Date (COD) PLTS di Bandara Soekarno Hatta bekerja sama dengan  PT Angkasa Pura II (Persero) yang telah beroperasi penuh pada 1 Oktober  2020.</content:encoded></item></channel></rss>
