<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Sawit Naik, Pelaku Pasar Cermati IPO Nusantara Sawit Sejahtera</title><description>Pelaku pasar mencermati rencana IPO (Initial Public Offering) PT  Nusantara Sawit Sejahtera di tengah lonjakan harga sawit di pasar global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/27/278/2492524/harga-sawit-naik-pelaku-pasar-cermati-ipo-nusantara-sawit-sejahtera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/27/278/2492524/harga-sawit-naik-pelaku-pasar-cermati-ipo-nusantara-sawit-sejahtera"/><item><title>Harga Sawit Naik, Pelaku Pasar Cermati IPO Nusantara Sawit Sejahtera</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/27/278/2492524/harga-sawit-naik-pelaku-pasar-cermati-ipo-nusantara-sawit-sejahtera</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/27/278/2492524/harga-sawit-naik-pelaku-pasar-cermati-ipo-nusantara-sawit-sejahtera</guid><pubDate>Rabu 27 Oktober 2021 13:11 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/27/278/2492524/harga-sawit-naik-pelaku-pasar-cermati-ipo-nusantara-sawit-sejahtera-2r5cvUgdOw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor cermati IPO NSS di tengah lonjakan harga sawit (FotoL: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/27/278/2492524/harga-sawit-naik-pelaku-pasar-cermati-ipo-nusantara-sawit-sejahtera-2r5cvUgdOw.jpg</image><title>Investor cermati IPO NSS di tengah lonjakan harga sawit (FotoL: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pelaku pasar mencermati rencana IPO (Initial Public Offering) PT Nusantara Sawit Sejahtera di tengah lonjakan harga sawit di pasar global. NSS akan melepas saham di Bursa Efek Indonesia sebelum akhir tahun ini.
Usia tanaman, lokasi kebun dan pabrik, serta kepastian pemasaran produk menjadi pertimbangan pelaku pasar dalam menjadikan emiten kelapa sawit pilihan investasi.
Baca Juga: Dinanti Investor, BEI Sebut IPO Mitratel Akan Cetak Rekor
 
Vice President/Senior Technical Portfolio Advisor PT Samuel Sekuritas Indonesia (Samuel Sekuritas), Muhammad Alfatih mengatakan, sebagai perusahaan yang berdiri tahun 2008, maka kemungkinan tanaman sawit milik PT Nusantara Sawit Sejahtera sedang berada dalam puncak produksinya.
Sebagai pemilik tanaman muda, perusahaan perkebunan masih terhindar dari faktor biaya peremajaan tanaman dan penurunan produksi akibat usia tanaman dalam jangka waktu yang relatif panjang.
Baca Juga: Menilik Prospek IPO Nusantara Sawit Sejahtera
 
&amp;rdquo;Keunggulan lain adalah dari lokasi yang relatif dekat dengan pelabuhan, sehingga biaya juga semakin efisien. Selain itu, dari kontrak pembelian yang sudah dimiliki sehingga pemasaran lebih stabil,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8yMS80LzE0MDY5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Dilihat dari prospek kenaikan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), Alfatih berpendapat, secara umum saham perusahaan perkebunan sawit saat ini sangat menarik untuk dijadikan pilihan investasi atau transaksi di pasar saham.
&amp;rdquo;Menurut saya, saham sektor perkebunan kelapa sawit sangat menarik untuk menjadi pilihan karena dari harganya saat ini termasuk rendah dibandingkan pada 2 hingga 3 tahun lalu. Di sisi lain, harga penjualan minyak kelapa sawit justru sedang tertinggi selama 3 tahun terakhir,&amp;rdquo; jelasnya.Selain itu, dia mengatakan saham emiten sawit termasuk Laggard Stock  di Bursa Efek  Indonesia. Memang, kinerja sahamnya di bawah rata-rata  benchmark atau setara punya tingkat keuntungan yang lambat dibandingkan  pergerakan pasar.
Namun, sebenarnya kondisi ini memberikan peluang rebound dan justru  memberikan peluang beli bagi investor. Apalagi, dari sisi fundamental  relatif baik. Saat ini, harga komoditas sedang naik sesuai dengan siklus  sektoral setelah krisis pandemi Covid-19 yang cenderung mereda.
Alfatih juga mengatakan, mengingat luas lahan yang semakin terbatas,  intensifikasi lahan perusahaan perkebunan juga masih dapat jadi strategi  untuk meningkatkan produktivitas. Dengan melakukan pengolahan produk  turunan dari minyak kelapa sawit, nilai tambah komoditas sawit bisa  ditingkatkan.
Dia mengakui, saat ini kalangan milenial lebih menyukai emiten  perusahaan high technology dan sektor itu yang paling dekat dengan  aktivitas sehari-hari. Untuk membidik investor milenial, unsur digital  bisa saja dikaitkan dengan perkebunan kelapa sawit ini seperti untuk  pemeliharaan perkebunan, panen dan proses lainnya.
Sebelumnya Komisaris PT Nusantara Sawit Sejahtera Dr Robiyanto,  mengatakan PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) berencana menggelar  penawaran saham umum perdana (IPO) pada Kuartal IV tahun ini.
&amp;ldquo;Harga komoditas oke. Pemerintah melakukan berbagai perbaikan  regulasi. Perusahaan siap menjalankan tata kelola perusahaan yang baik.  Ini menjadi dasar kami menggelar IPO,&amp;rdquo; jelasnya, dalam media briefing  Prospek Industri Sawit Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pelaku pasar mencermati rencana IPO (Initial Public Offering) PT Nusantara Sawit Sejahtera di tengah lonjakan harga sawit di pasar global. NSS akan melepas saham di Bursa Efek Indonesia sebelum akhir tahun ini.
Usia tanaman, lokasi kebun dan pabrik, serta kepastian pemasaran produk menjadi pertimbangan pelaku pasar dalam menjadikan emiten kelapa sawit pilihan investasi.
Baca Juga: Dinanti Investor, BEI Sebut IPO Mitratel Akan Cetak Rekor
 
Vice President/Senior Technical Portfolio Advisor PT Samuel Sekuritas Indonesia (Samuel Sekuritas), Muhammad Alfatih mengatakan, sebagai perusahaan yang berdiri tahun 2008, maka kemungkinan tanaman sawit milik PT Nusantara Sawit Sejahtera sedang berada dalam puncak produksinya.
Sebagai pemilik tanaman muda, perusahaan perkebunan masih terhindar dari faktor biaya peremajaan tanaman dan penurunan produksi akibat usia tanaman dalam jangka waktu yang relatif panjang.
Baca Juga: Menilik Prospek IPO Nusantara Sawit Sejahtera
 
&amp;rdquo;Keunggulan lain adalah dari lokasi yang relatif dekat dengan pelabuhan, sehingga biaya juga semakin efisien. Selain itu, dari kontrak pembelian yang sudah dimiliki sehingga pemasaran lebih stabil,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8yMS80LzE0MDY5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Dilihat dari prospek kenaikan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), Alfatih berpendapat, secara umum saham perusahaan perkebunan sawit saat ini sangat menarik untuk dijadikan pilihan investasi atau transaksi di pasar saham.
&amp;rdquo;Menurut saya, saham sektor perkebunan kelapa sawit sangat menarik untuk menjadi pilihan karena dari harganya saat ini termasuk rendah dibandingkan pada 2 hingga 3 tahun lalu. Di sisi lain, harga penjualan minyak kelapa sawit justru sedang tertinggi selama 3 tahun terakhir,&amp;rdquo; jelasnya.Selain itu, dia mengatakan saham emiten sawit termasuk Laggard Stock  di Bursa Efek  Indonesia. Memang, kinerja sahamnya di bawah rata-rata  benchmark atau setara punya tingkat keuntungan yang lambat dibandingkan  pergerakan pasar.
Namun, sebenarnya kondisi ini memberikan peluang rebound dan justru  memberikan peluang beli bagi investor. Apalagi, dari sisi fundamental  relatif baik. Saat ini, harga komoditas sedang naik sesuai dengan siklus  sektoral setelah krisis pandemi Covid-19 yang cenderung mereda.
Alfatih juga mengatakan, mengingat luas lahan yang semakin terbatas,  intensifikasi lahan perusahaan perkebunan juga masih dapat jadi strategi  untuk meningkatkan produktivitas. Dengan melakukan pengolahan produk  turunan dari minyak kelapa sawit, nilai tambah komoditas sawit bisa  ditingkatkan.
Dia mengakui, saat ini kalangan milenial lebih menyukai emiten  perusahaan high technology dan sektor itu yang paling dekat dengan  aktivitas sehari-hari. Untuk membidik investor milenial, unsur digital  bisa saja dikaitkan dengan perkebunan kelapa sawit ini seperti untuk  pemeliharaan perkebunan, panen dan proses lainnya.
Sebelumnya Komisaris PT Nusantara Sawit Sejahtera Dr Robiyanto,  mengatakan PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) berencana menggelar  penawaran saham umum perdana (IPO) pada Kuartal IV tahun ini.
&amp;ldquo;Harga komoditas oke. Pemerintah melakukan berbagai perbaikan  regulasi. Perusahaan siap menjalankan tata kelola perusahaan yang baik.  Ini menjadi dasar kami menggelar IPO,&amp;rdquo; jelasnya, dalam media briefing  Prospek Industri Sawit Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
