<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Lagi Rugi, Saranacentral Bajatama (BAJA) Kantongi Laba Rp122,1 Miliar</title><description>PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) mengantongi laba bersih Rp122,10 miliar di kuartal III 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/27/278/2492557/tak-lagi-rugi-saranacentral-bajatama-baja-kantongi-laba-rp122-1-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/27/278/2492557/tak-lagi-rugi-saranacentral-bajatama-baja-kantongi-laba-rp122-1-miliar"/><item><title>Tak Lagi Rugi, Saranacentral Bajatama (BAJA) Kantongi Laba Rp122,1 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/27/278/2492557/tak-lagi-rugi-saranacentral-bajatama-baja-kantongi-laba-rp122-1-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/27/278/2492557/tak-lagi-rugi-saranacentral-bajatama-baja-kantongi-laba-rp122-1-miliar</guid><pubDate>Rabu 27 Oktober 2021 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/27/278/2492557/tak-lagi-rugi-saranacentral-bajatama-baja-kantongi-laba-rp122-1-miliar-hvtPnDgceU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PT Saranacentral Bajatama raup laba di kuartal III 2021 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/27/278/2492557/tak-lagi-rugi-saranacentral-bajatama-baja-kantongi-laba-rp122-1-miliar-hvtPnDgceU.jpg</image><title>PT Saranacentral Bajatama raup laba di kuartal III 2021 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) mengantongi laba bersih Rp122,10 miliar di kuartal III 2021. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan masih membukukan rugi bersih Rp738,46 juta.
Perseroan mengungkapkan, perolehan laba bersih ditopang oleh meningkatnya pendapatan menjadi Rp1,17 triliun atau naik 99,87% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp916,14 miliar. Secara rinci, sepanjang Januari hingga September 2021, Saranacentral berhasil menjual produk saranalum Rp1,06 triliun, meningkat 99,85% dari Rp717,88 miliar pada periode tahun yang sama sebelumnya.
Baca Juga: Suspensi Dicabut, Saham BAJA Langsung Keok 6,2%
 
Meski demikian, penjualan produk galvanis malah menurun 73,89% menjadi Rp49,10 miliar. Padahal, sebelumnya, perseroan mampu mengantongi hingga Rp188,02 miliar dari penjualan ini.
Sisanya, penjualan disumbang oleh segmen coloring sebanyak Rp34,89 miliar, bertumbuh 194,18% dari Rp11,86 miliar. Saranacentral juga mendapatkan pemasukan tambahan dari segmen nonproduksi yang berkontribusi Rp29,47 miliar.
Baca Juga: BEI Gembok Saham BAJA, Ini Penyebabnya
Sementara itu, beban pokok pendapatan yang ditanggung perseroan pada periode Januari-September 2021 berjumlah Rp993,09 miliar, naik 15,42% dari periode yang sama tahun lalu Rp860,44 miliar. Laba kotor yang diperoleh pada akhir September 2021 pun sebesar Rp186,88 miliar.
Selain pendapatan, meningkatnya laba bersih Saranacentral berkat  kemampuan perseroan menekan sejumlah beban kerugian. Kerugian dari  selisih kurs mata uang asing bersih menurun 83,79% menjadi Rp6,10 miliar  dari sebelumnya kerugian yang ditanggung mencapai Rp37,62 miliar.
Beban bunga dan keuangan juga tercatat sebanyak Rp12,12 miliar,  berhasil ditekan 5,16% dari sebelumnya Rp12,78 miliar. Selanjutnya,  total aset Saranacentral pada akhir September 2021 berjumlah Rp861,07  miliar yang terdiri atas aset lancar Rp674,81 miliar dan aset tidak  lancar Rp186,25 miliar.
Kinerja positif juga terlihat pada segmen total utang yang menurun  3,07% menjadi Rp613,15 miliar pada akhir September 2021 dari Rp632,58  miliar pada Desember 2020. Pada akhir tahun ini, Saranacentral  menargetkan lonjakan laba bersih lebih dari 200% menjadi Rp200 miliar.
Bahkan, pada awal semester pertama 2021, perseroan telah membukukan  laba bersih sebanyak Rp100 miliar, melampaui target awal perseroan yakni  Rp80 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) mengantongi laba bersih Rp122,10 miliar di kuartal III 2021. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan masih membukukan rugi bersih Rp738,46 juta.
Perseroan mengungkapkan, perolehan laba bersih ditopang oleh meningkatnya pendapatan menjadi Rp1,17 triliun atau naik 99,87% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp916,14 miliar. Secara rinci, sepanjang Januari hingga September 2021, Saranacentral berhasil menjual produk saranalum Rp1,06 triliun, meningkat 99,85% dari Rp717,88 miliar pada periode tahun yang sama sebelumnya.
Baca Juga: Suspensi Dicabut, Saham BAJA Langsung Keok 6,2%
 
Meski demikian, penjualan produk galvanis malah menurun 73,89% menjadi Rp49,10 miliar. Padahal, sebelumnya, perseroan mampu mengantongi hingga Rp188,02 miliar dari penjualan ini.
Sisanya, penjualan disumbang oleh segmen coloring sebanyak Rp34,89 miliar, bertumbuh 194,18% dari Rp11,86 miliar. Saranacentral juga mendapatkan pemasukan tambahan dari segmen nonproduksi yang berkontribusi Rp29,47 miliar.
Baca Juga: BEI Gembok Saham BAJA, Ini Penyebabnya
Sementara itu, beban pokok pendapatan yang ditanggung perseroan pada periode Januari-September 2021 berjumlah Rp993,09 miliar, naik 15,42% dari periode yang sama tahun lalu Rp860,44 miliar. Laba kotor yang diperoleh pada akhir September 2021 pun sebesar Rp186,88 miliar.
Selain pendapatan, meningkatnya laba bersih Saranacentral berkat  kemampuan perseroan menekan sejumlah beban kerugian. Kerugian dari  selisih kurs mata uang asing bersih menurun 83,79% menjadi Rp6,10 miliar  dari sebelumnya kerugian yang ditanggung mencapai Rp37,62 miliar.
Beban bunga dan keuangan juga tercatat sebanyak Rp12,12 miliar,  berhasil ditekan 5,16% dari sebelumnya Rp12,78 miliar. Selanjutnya,  total aset Saranacentral pada akhir September 2021 berjumlah Rp861,07  miliar yang terdiri atas aset lancar Rp674,81 miliar dan aset tidak  lancar Rp186,25 miliar.
Kinerja positif juga terlihat pada segmen total utang yang menurun  3,07% menjadi Rp613,15 miliar pada akhir September 2021 dari Rp632,58  miliar pada Desember 2020. Pada akhir tahun ini, Saranacentral  menargetkan lonjakan laba bersih lebih dari 200% menjadi Rp200 miliar.
Bahkan, pada awal semester pertama 2021, perseroan telah membukukan  laba bersih sebanyak Rp100 miliar, melampaui target awal perseroan yakni  Rp80 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
