<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Libur Nataru, Menhub Belajar dari Kasus China hingga Inggris      </title><description>Pemerintah bersiap melakukan pengendalian mobilitas masyarakat dalam rangka menyambut masa Libur Natal</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/27/320/2492348/antisipasi-libur-nataru-menhub-belajar-dari-kasus-china-hingga-inggris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/27/320/2492348/antisipasi-libur-nataru-menhub-belajar-dari-kasus-china-hingga-inggris"/><item><title>Antisipasi Libur Nataru, Menhub Belajar dari Kasus China hingga Inggris      </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/27/320/2492348/antisipasi-libur-nataru-menhub-belajar-dari-kasus-china-hingga-inggris</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/27/320/2492348/antisipasi-libur-nataru-menhub-belajar-dari-kasus-china-hingga-inggris</guid><pubDate>Rabu 27 Oktober 2021 09:06 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/27/320/2492348/antisipasi-libur-nataru-menhub-belajar-dari-kasus-china-hingga-inggris-qX2DAM9XnH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhub Budi Karya Sumadi. (Foto: Okezone.com/BKIP Kemenhub)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/27/320/2492348/antisipasi-libur-nataru-menhub-belajar-dari-kasus-china-hingga-inggris-qX2DAM9XnH.jpg</image><title>Menhub Budi Karya Sumadi. (Foto: Okezone.com/BKIP Kemenhub)</title></images><description>JAKARTA&amp;mdash;Pemerintah bersiap melakukan pengendalian mobilitas masyarakat  dalam rangka menyambut masa Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Rapat koordinasi pun dilakukan antar Kementerian untuk mengurangi lonjakan kasus Covid-19 di masa libur Nataru.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pembatasan mobilitas dan pengawasan prokes harus dilakukan mengingat upaya pemerintah dalam mengendalikan kasus Covid-19 sampai saat ini sudah berjalan baik.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sebaran Covid-19 Hari Ini, Jateng Penyumbang Terbanyak
&amp;ldquo;Jangan sampai terjadi kenaikan kasus usai libur Natal dan Tahun Baru. Semua pihak harus belajar dari negara-negara lain yakni, Tiongkok, Inggris, Jerman, dan beberapa negara lainnya, yang mengalami gelombang ketiga kasus Covid-19. Saya harap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama kompak menjaga kondisi yang sudah mulai membaik ini,&amp;rdquo; kata  Menhub Budi dalam rakor yang digelar di Jakarta, dikutip  MPI Rabu (27/10/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Update Covid-19 Indonesia 26 Oktober 2021: Positif 4.241.090 Orang, 4.084.831 Sembuh &amp;amp; 143.270 Meninggal
Selain upaya pengendalian mobilitas dan pengetatan prokes, Menhub juga menginstruksikan agar para operator transportasi dapat memastikan kesiapan sarana transportasi massal baik dari aspek keselamatan, kelaikan, kondisi kesehatan para SDM Transportasi, dan aspek penting lainnya.
&amp;ldquo;Saya mendorong agar ramp check pada seluruh moda dapat dilakukan. Tidak hanya pengecekan kelaikan sarana, tetapi juga pengecekan kondisi kesehatan awak transportasinya,&amp;rdquo; ujar Menhub.Sementara itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan melalui Surat Keputusan Bersama 3 Menteri telah menghapus cuti bersama pada 24 Desember 2021, yang ada hanya libur Sabtu-Minggu biasa karena 25 Desember 2021 dan 1 Januari 2022 jatuh pada hari Sabtu.
&amp;ldquo;Kegiatan berskala besar dan luas seperti libur nasional dan libur kegiatan keagamaan biasanya menyebabkan kerumunan massa dan seringkali menyebabkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19,&amp;rdquo; kata Menteri Muhadjir.
Menteri Muhadjir mengaku sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo bahwa tren penurunan kasus Covid-19 tidak boleh membuat semua pihak lengah terhadap penularan kasus Covid-19.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA&amp;mdash;Pemerintah bersiap melakukan pengendalian mobilitas masyarakat  dalam rangka menyambut masa Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Rapat koordinasi pun dilakukan antar Kementerian untuk mengurangi lonjakan kasus Covid-19 di masa libur Nataru.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pembatasan mobilitas dan pengawasan prokes harus dilakukan mengingat upaya pemerintah dalam mengendalikan kasus Covid-19 sampai saat ini sudah berjalan baik.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sebaran Covid-19 Hari Ini, Jateng Penyumbang Terbanyak
&amp;ldquo;Jangan sampai terjadi kenaikan kasus usai libur Natal dan Tahun Baru. Semua pihak harus belajar dari negara-negara lain yakni, Tiongkok, Inggris, Jerman, dan beberapa negara lainnya, yang mengalami gelombang ketiga kasus Covid-19. Saya harap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama kompak menjaga kondisi yang sudah mulai membaik ini,&amp;rdquo; kata  Menhub Budi dalam rakor yang digelar di Jakarta, dikutip  MPI Rabu (27/10/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Update Covid-19 Indonesia 26 Oktober 2021: Positif 4.241.090 Orang, 4.084.831 Sembuh &amp;amp; 143.270 Meninggal
Selain upaya pengendalian mobilitas dan pengetatan prokes, Menhub juga menginstruksikan agar para operator transportasi dapat memastikan kesiapan sarana transportasi massal baik dari aspek keselamatan, kelaikan, kondisi kesehatan para SDM Transportasi, dan aspek penting lainnya.
&amp;ldquo;Saya mendorong agar ramp check pada seluruh moda dapat dilakukan. Tidak hanya pengecekan kelaikan sarana, tetapi juga pengecekan kondisi kesehatan awak transportasinya,&amp;rdquo; ujar Menhub.Sementara itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan melalui Surat Keputusan Bersama 3 Menteri telah menghapus cuti bersama pada 24 Desember 2021, yang ada hanya libur Sabtu-Minggu biasa karena 25 Desember 2021 dan 1 Januari 2022 jatuh pada hari Sabtu.
&amp;ldquo;Kegiatan berskala besar dan luas seperti libur nasional dan libur kegiatan keagamaan biasanya menyebabkan kerumunan massa dan seringkali menyebabkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19,&amp;rdquo; kata Menteri Muhadjir.
Menteri Muhadjir mengaku sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo bahwa tren penurunan kasus Covid-19 tidak boleh membuat semua pihak lengah terhadap penularan kasus Covid-19.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
