<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Tembus 0,10% di Akhir Oktober, Ini Penyebabnya</title><description>BI mencatat berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Oktober 2021, perkembangan harga pada Oktober 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/29/320/2493912/inflasi-tembus-0-10-di-akhir-oktober-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/29/320/2493912/inflasi-tembus-0-10-di-akhir-oktober-ini-penyebabnya"/><item><title>Inflasi Tembus 0,10% di Akhir Oktober, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/29/320/2493912/inflasi-tembus-0-10-di-akhir-oktober-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/29/320/2493912/inflasi-tembus-0-10-di-akhir-oktober-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Jum'at 29 Oktober 2021 19:18 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/29/320/2493912/inflasi-tembus-0-10-di-akhir-oktober-ini-penyebabnya-6XkLsv477a.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/29/320/2493912/inflasi-tembus-0-10-di-akhir-oktober-ini-penyebabnya-6XkLsv477a.jpeg</image><title>Inflasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) mencatat berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Oktober 2021, perkembangan harga pada Oktober 2021 masih terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,10% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Oktober  2021 secara tahun kalender sebesar 0,91% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,64% (yoy).
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono menyebut penyumbang utama inflasi Oktober 2021 sampai dengan minggu IV yaitu komoditas  cabai merah sebesar 0,07% (mtm), minyak goreng sebesar 0,04% (mtm), rokok kretek filter sebesar 0,02% (mtm) cabai rawit, daging ayam ras, dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
Baca Juga:&amp;nbsp;Krisis Energi di Eropa hingga China Bakal Picu Inflasi
&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain telur ayam ras dan tomat masing-masing sebesar -0,03% (mtm),  bawang merah, bayam, kangkung, sawi hijau, dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (29/10/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS: September Deflasi 0,04%
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) mencatat berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Oktober 2021, perkembangan harga pada Oktober 2021 masih terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,10% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Oktober  2021 secara tahun kalender sebesar 0,91% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,64% (yoy).
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono menyebut penyumbang utama inflasi Oktober 2021 sampai dengan minggu IV yaitu komoditas  cabai merah sebesar 0,07% (mtm), minyak goreng sebesar 0,04% (mtm), rokok kretek filter sebesar 0,02% (mtm) cabai rawit, daging ayam ras, dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
Baca Juga:&amp;nbsp;Krisis Energi di Eropa hingga China Bakal Picu Inflasi
&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain telur ayam ras dan tomat masing-masing sebesar -0,03% (mtm),  bawang merah, bayam, kangkung, sawi hijau, dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (29/10/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS: September Deflasi 0,04%
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</content:encoded></item></channel></rss>
