<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Chandra Asri, Emiten Konglomerat Prajogo Pangestu Raup Laba Rp2,3 Triliun</title><description>PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencetak pendapatan bersih sebesar USD1,88 miliar selama sembilan bulan pertama 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/278/2494085/chandra-asri-emiten-konglomerat-prajogo-pangestu-raup-laba-rp2-3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/278/2494085/chandra-asri-emiten-konglomerat-prajogo-pangestu-raup-laba-rp2-3-triliun"/><item><title>Chandra Asri, Emiten Konglomerat Prajogo Pangestu Raup Laba Rp2,3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/278/2494085/chandra-asri-emiten-konglomerat-prajogo-pangestu-raup-laba-rp2-3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/278/2494085/chandra-asri-emiten-konglomerat-prajogo-pangestu-raup-laba-rp2-3-triliun</guid><pubDate>Sabtu 30 Oktober 2021 09:21 WIB</pubDate><dc:creator>Sevilla Nouval Evanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/30/278/2494085/chandra-asri-emiten-konglomerat-prajogo-pangestu-raup-laba-rp2-3-triliun-y3EWR4Quhv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Chandra Asri kantongi laba Rp2,3 triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/30/278/2494085/chandra-asri-emiten-konglomerat-prajogo-pangestu-raup-laba-rp2-3-triliun-y3EWR4Quhv.jpg</image><title>Chandra Asri kantongi laba Rp2,3 triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencetak pendapatan bersih sebesar USD1,88 miliar selama sembilan bulan pertama 2021. Angka itu mengalami kenaikan sekitar 48% dari posisi USD1,26 miliar di periode yang sama tahun 2020.
Tingkat pendapatan yang naik membuat laba bersih emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu di posisi yang baik, dari posisi rugi bersih USD19 juta di sembilan bulan pertama 2020 menjadi USD166 juta atau setara Rp2,34 triliun (kurs Rp14.100 per USD) pada periode yang sama 2021.
Baca Juga: Chandra Asri, Emiten Miliarder RI Tawarkan Obligasi Tenor Panjang
 
&quot;Kinerja bisnis yang tangguh untuk sembilan bulan pertama 2021, meski dengan situasi menantang di kuartal III yang timbul dari varian Delta Covid-19 yang merajalela, yang menyebabkan perlambatan permintaan di China dan karantina kewilayahan (lockdown) di Indonesia,&quot; kata Direktur Chandra Asri Petrochemical Suryandi dalam keterangan resminya, Sabtu (30/10/2021).
Menurut Suryandi, pendapatan bersih perseroan yang mencatatkan kinerja positif di sembilan bulan pertama tahun ini akibat dari harga jual rata-rata yang lebih tinggi di semua produk, terutama untuk Polyethylene, Polypropylene, dan Ethylene.
Baca Juga: Chandra Asri Emiten Taipan RI Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun, Cek Jadwalnya
 
EBITDA perseroan juga meningkat menjadi USD313,7 juta, dibanding USD65,5 juta di sembilan bulan pertama tahun lalu. Itu karena peningkatan spreads dan realisasi strategi ketahanan keuangan perseroan.
Marjin EBITDA meningkat 16,7%, dibanding 5,2% per sembilan bulan pertama 2020. Artinya marjin perseroan yang lebih baik dan sehat.
Suryandi mengaku, program transformasi pengurangan biaya struktural di perusahaan yang disebut SPEED, yakni mencakup tuas strategis Scale, Process Excellence, ESG, End-to-End Procurement, dan Digital Transformation berada di jalur yang tepat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hal itu dilakukan demi mendukung keunggulan operasional berkelanjutan Chandra Asri. Tindakan manajemen liabilitas yang proaktif telah meningkatkan profil  jatuh tempo utang perseroan, untuk memperpanjang jatuh tempo rata-rata  tertimbang dan mengurangi biaya bunga rata-rata tertimbang.
Pencapaian utama termasuk penandatanganan penting dengan Bank BNI  untuk fasilitas balloon senilai USD250 juta hingga 10 tahun, dan  inisiasi langkah untuk pembayaran dimuka penuh sebesar USD230,2 juta  dari obligasi USD perusahaan yang beredar.
Pada September 2021, perseroan juga berhasil menyelesaikan Penawaran  Umum Terbatas III dengan HMETD, yang telah dipesan secara penuh oleh  investor utama baru perseroan, Thaioil. Setelah rights issue, posisi Ekuitas Chandra Asri hampir mencapai  USD3 miliar, dengan total Liquidity Pool sebesar USD2,2 miliar.
&quot;Dengan tonggak utama dalam menyelesaikan pemilihan Thaioil sebagai  investor strategis kami dan kelancaran pelaksanaan Rights Issue ini,  Perseroan terus maju untuk mengambil Keputusan Investasi Akhir (FID)  atas kompleks petrokimia kedua kami pada tahun 2022,&quot; pungkas Suryandi.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencetak pendapatan bersih sebesar USD1,88 miliar selama sembilan bulan pertama 2021. Angka itu mengalami kenaikan sekitar 48% dari posisi USD1,26 miliar di periode yang sama tahun 2020.
Tingkat pendapatan yang naik membuat laba bersih emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu di posisi yang baik, dari posisi rugi bersih USD19 juta di sembilan bulan pertama 2020 menjadi USD166 juta atau setara Rp2,34 triliun (kurs Rp14.100 per USD) pada periode yang sama 2021.
Baca Juga: Chandra Asri, Emiten Miliarder RI Tawarkan Obligasi Tenor Panjang
 
&quot;Kinerja bisnis yang tangguh untuk sembilan bulan pertama 2021, meski dengan situasi menantang di kuartal III yang timbul dari varian Delta Covid-19 yang merajalela, yang menyebabkan perlambatan permintaan di China dan karantina kewilayahan (lockdown) di Indonesia,&quot; kata Direktur Chandra Asri Petrochemical Suryandi dalam keterangan resminya, Sabtu (30/10/2021).
Menurut Suryandi, pendapatan bersih perseroan yang mencatatkan kinerja positif di sembilan bulan pertama tahun ini akibat dari harga jual rata-rata yang lebih tinggi di semua produk, terutama untuk Polyethylene, Polypropylene, dan Ethylene.
Baca Juga: Chandra Asri Emiten Taipan RI Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun, Cek Jadwalnya
 
EBITDA perseroan juga meningkat menjadi USD313,7 juta, dibanding USD65,5 juta di sembilan bulan pertama tahun lalu. Itu karena peningkatan spreads dan realisasi strategi ketahanan keuangan perseroan.
Marjin EBITDA meningkat 16,7%, dibanding 5,2% per sembilan bulan pertama 2020. Artinya marjin perseroan yang lebih baik dan sehat.
Suryandi mengaku, program transformasi pengurangan biaya struktural di perusahaan yang disebut SPEED, yakni mencakup tuas strategis Scale, Process Excellence, ESG, End-to-End Procurement, dan Digital Transformation berada di jalur yang tepat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hal itu dilakukan demi mendukung keunggulan operasional berkelanjutan Chandra Asri. Tindakan manajemen liabilitas yang proaktif telah meningkatkan profil  jatuh tempo utang perseroan, untuk memperpanjang jatuh tempo rata-rata  tertimbang dan mengurangi biaya bunga rata-rata tertimbang.
Pencapaian utama termasuk penandatanganan penting dengan Bank BNI  untuk fasilitas balloon senilai USD250 juta hingga 10 tahun, dan  inisiasi langkah untuk pembayaran dimuka penuh sebesar USD230,2 juta  dari obligasi USD perusahaan yang beredar.
Pada September 2021, perseroan juga berhasil menyelesaikan Penawaran  Umum Terbatas III dengan HMETD, yang telah dipesan secara penuh oleh  investor utama baru perseroan, Thaioil. Setelah rights issue, posisi Ekuitas Chandra Asri hampir mencapai  USD3 miliar, dengan total Liquidity Pool sebesar USD2,2 miliar.
&quot;Dengan tonggak utama dalam menyelesaikan pemilihan Thaioil sebagai  investor strategis kami dan kelancaran pelaksanaan Rights Issue ini,  Perseroan terus maju untuk mengambil Keputusan Investasi Akhir (FID)  atas kompleks petrokimia kedua kami pada tahun 2022,&quot; pungkas Suryandi.</content:encoded></item></channel></rss>
