<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jualan Nugget, Laba Japfa Milik Miliarder Handojo Santosa Meroket 486% Jadi Rp1,5 Triliun</title><description>Laba PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mengalami kenaikan signifikan pada kuartal III-2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/278/2494095/jualan-nugget-laba-japfa-milik-miliarder-handojo-santosa-meroket-486-jadi-rp1-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/278/2494095/jualan-nugget-laba-japfa-milik-miliarder-handojo-santosa-meroket-486-jadi-rp1-5-triliun"/><item><title>Jualan Nugget, Laba Japfa Milik Miliarder Handojo Santosa Meroket 486% Jadi Rp1,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/278/2494095/jualan-nugget-laba-japfa-milik-miliarder-handojo-santosa-meroket-486-jadi-rp1-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/278/2494095/jualan-nugget-laba-japfa-milik-miliarder-handojo-santosa-meroket-486-jadi-rp1-5-triliun</guid><pubDate>Sabtu 30 Oktober 2021 10:05 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/30/278/2494095/jualan-nugget-laba-japfa-milik-miliarder-handojo-santosa-meroket-486-jadi-rp1-5-triliun-annh8o8G8F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Japfa Comfeed alami kenaikan tajam (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/30/278/2494095/jualan-nugget-laba-japfa-milik-miliarder-handojo-santosa-meroket-486-jadi-rp1-5-triliun-annh8o8G8F.jpg</image><title>Laba Japfa Comfeed alami kenaikan tajam (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Laba PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mengalami kenaikan signifikan pada kuartal III-2021. Perseroan mencatatkan laba sebesar Rp1,50 triliun atau lebih tinggi 486,04% dibanding 30 September 2020 sebesar Rp257,18 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (30/10/2021), perseroan mencatatkan penjualan neto sebesar Rp32,80 triliun atau naik 23,11% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp26,64 triliun, dengan laba per saham dasar Rp129.
Baca Juga: Japfa Comfeed Ekspor Ayam Olahan ke Papua Nugini
 
Adapun penjualan perseroan terdiri atas peternakan komersial, pakan ternak, pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen, budidaya perairan, pembibitan ayam, peternakan sapi, perdagangan dan lain-lain.
Peternakan komersial menjadi penyumbang penjualan tertinggi sebesar Rp12,74 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp9,09 triliun. Kemudian, pakan ternak tercatat Rp9,73 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp7,97 triliun, pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen tercatat Rp4,58 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp3,93 triliun.
Baca Juga: JPFA Terbitkan Global Bond, Emiten Pakan Ternak Ini Oversubcribed 3 Kali
Selanjutnya, budidaya peraian tercatat Rp2,82 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp2,44 triliun, pembibitan unggas tercatat Rp2,05 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp1,71 triliun, perdagangan dan lain-lain tercatat Rp1,49 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,02 triliun.
Selain itu, Perseroan juga mencatat keuntungan yang timbul dari perubahan nilai wajar aset biologis Rp32,56 miliar dari sebelumnya Rp1,01 miliar. Di periode ini, Japfa mencatatkan penyesuaian biaya jasa lalu karena perubahan program pensiun karyawan senilai Rp368,55 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;JPFA mencatatkan adanya kenaikan beban pokok penjualan di kuartal  III-2021 menjadi Rp26,86 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya  Rp21,89 triliun. Beban penjualan dan pemasaran juga mengalami kenaikan  menjadi Rp1,25 triliun dari sebelumnya Rp1,15 triliun, dan beban lainnya  naik menjadi Rp194,34 miliar dari sebelumnya Rp67,41 miliar.
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp716,11  miliar, kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat  Rp2,01 triliun, kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan  tercatat Rp2,42 triliun.
Japfa Comfeed Indonesia mencatatkan liabilitas sebesar Rp17,04  triliun dan ekuitas Rp12,57 triliun. Adapun total aset perseroan menurun  menjadi Rp29,61 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp25,95 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Laba PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mengalami kenaikan signifikan pada kuartal III-2021. Perseroan mencatatkan laba sebesar Rp1,50 triliun atau lebih tinggi 486,04% dibanding 30 September 2020 sebesar Rp257,18 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (30/10/2021), perseroan mencatatkan penjualan neto sebesar Rp32,80 triliun atau naik 23,11% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp26,64 triliun, dengan laba per saham dasar Rp129.
Baca Juga: Japfa Comfeed Ekspor Ayam Olahan ke Papua Nugini
 
Adapun penjualan perseroan terdiri atas peternakan komersial, pakan ternak, pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen, budidaya perairan, pembibitan ayam, peternakan sapi, perdagangan dan lain-lain.
Peternakan komersial menjadi penyumbang penjualan tertinggi sebesar Rp12,74 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp9,09 triliun. Kemudian, pakan ternak tercatat Rp9,73 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp7,97 triliun, pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen tercatat Rp4,58 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp3,93 triliun.
Baca Juga: JPFA Terbitkan Global Bond, Emiten Pakan Ternak Ini Oversubcribed 3 Kali
Selanjutnya, budidaya peraian tercatat Rp2,82 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp2,44 triliun, pembibitan unggas tercatat Rp2,05 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp1,71 triliun, perdagangan dan lain-lain tercatat Rp1,49 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,02 triliun.
Selain itu, Perseroan juga mencatat keuntungan yang timbul dari perubahan nilai wajar aset biologis Rp32,56 miliar dari sebelumnya Rp1,01 miliar. Di periode ini, Japfa mencatatkan penyesuaian biaya jasa lalu karena perubahan program pensiun karyawan senilai Rp368,55 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;JPFA mencatatkan adanya kenaikan beban pokok penjualan di kuartal  III-2021 menjadi Rp26,86 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya  Rp21,89 triliun. Beban penjualan dan pemasaran juga mengalami kenaikan  menjadi Rp1,25 triliun dari sebelumnya Rp1,15 triliun, dan beban lainnya  naik menjadi Rp194,34 miliar dari sebelumnya Rp67,41 miliar.
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp716,11  miliar, kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat  Rp2,01 triliun, kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan  tercatat Rp2,42 triliun.
Japfa Comfeed Indonesia mencatatkan liabilitas sebesar Rp17,04  triliun dan ekuitas Rp12,57 triliun. Adapun total aset perseroan menurun  menjadi Rp29,61 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp25,95 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
