<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Rebound Jelang Pertemuan OPEC</title><description>Harga minyak dunia rebound pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/320/2494051/harga-minyak-dunia-rebound-jelang-pertemuan-opec</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/320/2494051/harga-minyak-dunia-rebound-jelang-pertemuan-opec"/><item><title>Harga Minyak Dunia Rebound Jelang Pertemuan OPEC</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/320/2494051/harga-minyak-dunia-rebound-jelang-pertemuan-opec</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/320/2494051/harga-minyak-dunia-rebound-jelang-pertemuan-opec</guid><pubDate>Sabtu 30 Oktober 2021 07:20 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/30/320/2494051/harga-minyak-dunia-rebound-jelang-pertemuan-opec-Yz1TU3US8H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/30/320/2494051/harga-minyak-dunia-rebound-jelang-pertemuan-opec-Yz1TU3US8H.jpg</image><title>Harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia rebound pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak berbalik positif didukung oleh ekspektasi bahwa OPEC+ akan mempertahankan pengurangan produksi, tetapi merosot untuk pekan ini.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember menguat 6 sen menjadi menetap di USD84,38 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember bertambah 76 sen atau 0,9%, menjadi ditutup di USD83,57 per barel.
Baca Juga: Pasokan AS Naik Tajam, Harga Minyak Dunia Anjlok hingga 2%
 
Namun, kedua kontrak acuan minyak mentah Brent dan WTI menurun pada minggu ini setelah mencapai tertinggi multi-tahun pada Senin (25/10). Untuk minggu ini, minyak mentah AS kehilangan 0,2%, sementara Brent jatuh 1,3%, berdasarkan kontrak bulan depan.
&quot;Sementara lebih banyak pasokan Iran mungkin akan datang, sepertinya OPEC+ tidak mungkin meningkatkan produksi yang memberi kekuatan ke pasar hari ini,&quot; kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.
Baca Juga: Minyak Dunia Cetak Rekor Tertinggi, Harga BBM Naik?
Harga-harga telah tertekan sejak Rabu (27/10) oleh laporan bahwa stok minyak mentah AS naik 4,3 juta barel dalam minggu terakhir. Iran mengatakan pembicaraan tentang menghidupkan kembali kesepakatan internasional tentang program nuklirnya akan dimulai kembali pada akhir November, membawanya selangkah lebih dekat untuk meningkatkan ekspor minyak.
&quot;Peningkatan tajam dalam stok minyak mentah AS dan ekspektasi dilanjutkannya pembicaraan nuklir dengan Iran untuk sementara meredakan kekhawatiran tentang pasokan sampai batas tertentu, yang menyebabkan aksi ambil untung,&quot; Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Research, mengatakan Jumat (29/10) dalam sebuah catatan.
&quot;Namun, ini tidak mengubah situasi pasar yang ketat,&quot; katanya.Minyak mentah telah melonjak pada 2021 karena ekonomi pulih dari  pandemi COVID-19, tetapi harga berada di jalur untuk jatuh minggu ini,  dengan Brent menghadapi penurunan mingguan pertama dalam sekitar dua  bulan.
Perusahaan energi AS menambahkan rig minyak dan gas alam untuk bulan  ke-15 berturut-turut pada Oktober karena harga minyak melonjak ke  tertinggi baru tujuh tahun, didorong oleh kenaikan harga minyak ke level  tertinggi sejak April 2020, perusahaan jasa energi Baker Hughes  mengatakan dalam laporannya yang dipantau ketat pada Jumat (29/10).
Exxon dan Chevron sedang berupaya menambah rig pengeboran di cekungan  Permian setelah memotong tajam awak dan produksi di wilayah tersebut  tahun lalu, kata perusahaan tersebut pada Jumat (29/10). Chevron  mengatakan akan menambah dua rig pengeboran dan dua kru penyelesaian  pada kuartal ini.
Para pedagang juga sedang menunggu pertemuan penting oleh Organisasi  Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, secara kolektif dikenal  sebagai OPEC+, karena kelompok tersebut akan bertemu minggu depan,  membahas rencananya pada produksi minyak mentah.
Pada Kamis (28/10), Aljazair mengatakan peningkatan produksi minyak  mentah oleh OPEC+ pada Desember tidak boleh melebihi 400.000 barel per  hari karena ketidakpastian dan risiko pasar. Aliansi, yang secara  bertahap melepaskan rekor penurunan produksi tahun lalu, akan bertemu  pada 4 November.
Sementara itu, harga gas di Inggris dan Eropa terus menurun pada  Jumat (29/10) setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia  dapat mulai memompa gas ke tempat penyimpanan Eropa.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia rebound pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak berbalik positif didukung oleh ekspektasi bahwa OPEC+ akan mempertahankan pengurangan produksi, tetapi merosot untuk pekan ini.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember menguat 6 sen menjadi menetap di USD84,38 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember bertambah 76 sen atau 0,9%, menjadi ditutup di USD83,57 per barel.
Baca Juga: Pasokan AS Naik Tajam, Harga Minyak Dunia Anjlok hingga 2%
 
Namun, kedua kontrak acuan minyak mentah Brent dan WTI menurun pada minggu ini setelah mencapai tertinggi multi-tahun pada Senin (25/10). Untuk minggu ini, minyak mentah AS kehilangan 0,2%, sementara Brent jatuh 1,3%, berdasarkan kontrak bulan depan.
&quot;Sementara lebih banyak pasokan Iran mungkin akan datang, sepertinya OPEC+ tidak mungkin meningkatkan produksi yang memberi kekuatan ke pasar hari ini,&quot; kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.
Baca Juga: Minyak Dunia Cetak Rekor Tertinggi, Harga BBM Naik?
Harga-harga telah tertekan sejak Rabu (27/10) oleh laporan bahwa stok minyak mentah AS naik 4,3 juta barel dalam minggu terakhir. Iran mengatakan pembicaraan tentang menghidupkan kembali kesepakatan internasional tentang program nuklirnya akan dimulai kembali pada akhir November, membawanya selangkah lebih dekat untuk meningkatkan ekspor minyak.
&quot;Peningkatan tajam dalam stok minyak mentah AS dan ekspektasi dilanjutkannya pembicaraan nuklir dengan Iran untuk sementara meredakan kekhawatiran tentang pasokan sampai batas tertentu, yang menyebabkan aksi ambil untung,&quot; Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Research, mengatakan Jumat (29/10) dalam sebuah catatan.
&quot;Namun, ini tidak mengubah situasi pasar yang ketat,&quot; katanya.Minyak mentah telah melonjak pada 2021 karena ekonomi pulih dari  pandemi COVID-19, tetapi harga berada di jalur untuk jatuh minggu ini,  dengan Brent menghadapi penurunan mingguan pertama dalam sekitar dua  bulan.
Perusahaan energi AS menambahkan rig minyak dan gas alam untuk bulan  ke-15 berturut-turut pada Oktober karena harga minyak melonjak ke  tertinggi baru tujuh tahun, didorong oleh kenaikan harga minyak ke level  tertinggi sejak April 2020, perusahaan jasa energi Baker Hughes  mengatakan dalam laporannya yang dipantau ketat pada Jumat (29/10).
Exxon dan Chevron sedang berupaya menambah rig pengeboran di cekungan  Permian setelah memotong tajam awak dan produksi di wilayah tersebut  tahun lalu, kata perusahaan tersebut pada Jumat (29/10). Chevron  mengatakan akan menambah dua rig pengeboran dan dua kru penyelesaian  pada kuartal ini.
Para pedagang juga sedang menunggu pertemuan penting oleh Organisasi  Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, secara kolektif dikenal  sebagai OPEC+, karena kelompok tersebut akan bertemu minggu depan,  membahas rencananya pada produksi minyak mentah.
Pada Kamis (28/10), Aljazair mengatakan peningkatan produksi minyak  mentah oleh OPEC+ pada Desember tidak boleh melebihi 400.000 barel per  hari karena ketidakpastian dan risiko pasar. Aliansi, yang secara  bertahap melepaskan rekor penurunan produksi tahun lalu, akan bertemu  pada 4 November.
Sementara itu, harga gas di Inggris dan Eropa terus menurun pada  Jumat (29/10) setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia  dapat mulai memompa gas ke tempat penyimpanan Eropa.</content:encoded></item></channel></rss>
