<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua OJK: Kepercayaan Investor Asing ke Prospek Ekonomi RI Membaik</title><description>Kepercayaan investor asing terhadap perekonomian Indonesia membaik.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/320/2494163/ketua-ojk-kepercayaan-investor-asing-ke-prospek-ekonomi-ri-membaik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/320/2494163/ketua-ojk-kepercayaan-investor-asing-ke-prospek-ekonomi-ri-membaik"/><item><title>Ketua OJK: Kepercayaan Investor Asing ke Prospek Ekonomi RI Membaik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/320/2494163/ketua-ojk-kepercayaan-investor-asing-ke-prospek-ekonomi-ri-membaik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/320/2494163/ketua-ojk-kepercayaan-investor-asing-ke-prospek-ekonomi-ri-membaik</guid><pubDate>Sabtu 30 Oktober 2021 14:15 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/30/320/2494163/ketua-ojk-kepercayaan-investor-asing-ke-prospek-ekonomi-ri-membaik-EBYJTFFP2O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepercayaan investor asing terhadap perkonomian Indonesia meningkat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/30/320/2494163/ketua-ojk-kepercayaan-investor-asing-ke-prospek-ekonomi-ri-membaik-EBYJTFFP2O.jpg</image><title>Kepercayaan investor asing terhadap perkonomian Indonesia meningkat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepercayaan investor asing terhadap perekonomian Indonesia membaik. Hal ini seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia yang terus membaik serta penanganan penyebaran pandemi COVID-19.
&quot;Kami juga mencatat ada pergeseran preferensi investor asing dari Surat Berharga Negara (SBN) ke pasar modal Indonesia, yang menggambarkan kepercayaan investor terhadap prospek pemulihan ekonomi Indonesia,&quot; ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam acara Capital Market Day di London, Inggris, Sabtu (30/10/2021).
Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Keberhasilan Penanganan Covid-19 hingga Pulihnya Ekonomi
 
Hadir dalam acara itu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan, Ketua Kadin Indonesia Arsyad Rasjid dan sejumlah pemimpin Himbara. Acara tersebut juga dihadiri CEO London Stock Exchange (LSE) Group Murray Roos dan Steven Marcellino Pimpinan Global Indonesian Professionals' Association (GIPA) serta kalangan pengusaha di Inggris.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh positif 7,07% (yoy) pada kuartal II-2021 dan pemerintah memperkirakan hingga akhir tahun pertumbuhan mencapai 3,7 &amp;ndash; 4,5%.
Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin Buktikan Pemulihan Ekonomi Indonesia Lebih Cepat
&quot;Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2021 tercatat sebesar 7,07% (yoy), membaik dari kinerja pada kuartal I 2021 yang mengalami kontraksi sebesar 0,71% (yoy). Peningkatan permintaan domestik yang cukup signifikan menjadi sumber utama perbaikan kinerja PDB dengan seluruh komponen sisi permintaan menunjukkan pertumbuhan yang solid, terutama komponen konsumsi rumah tangga dan pemerintah,&quot; ujar Luhut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xMC82Ny8xMjU4MTAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Luhut juga menyampaikan kasus lonjakan COVID-19 dan pembatasan mobilitas yang ketat dimulai pada akhir kuartal II dan berakhir pada akhir kuartal III, kemungkinan mempengaruhi angka pertumbuhan pada kuartal III.
Namun dengan penanganan COVID-19 yang solid, pemulihan yang kuat di kuartal IV 2021 masih dapat dicapai di masa mendatang. Lebih lanjut, Wimboh menjelaskan, kepercayaan investor terhadap pasar modal dan perekonomian Indonesia juga terlihat dari nilai penghimpunan dana yang hingga 26 Oktober 2021 mencapai Rp273,9 triliun dan 40 emiten baru yang telah melakukan penawaran umum.Jumlah tersebut melampaui perolehan pada 2020 sebesar Rp118,7  triliun. Selain itu, pasar modal juga mencatat lonjakan pertumbuhan  investor pasar modal terutama dari kalangan milenial. Hingga 21  September 2021 tercatat investor di pasar modal Indonesia sebanyak 6,4  juta orang atau tumbuh 100,51% (yoy).
&quot;Oleh karena itu, kami mengajak anda berinvestasi di Indonesia  khususnya di pasar modal dan menikmati hasil investasi yang baik,&quot; kata  Wimboh.
Menurut dia, Pemerintah Indonesia telah memberikan banyak insentif  investasi seperti pengurangan tarif 2% dari pajak penghasilan badan  untuk emiten, pengurangan pajak atas bunga obligasi korporasi dari 20%  menjadi 10% dan juga omnibus law yang sangat menyederhanakan perizinan  untuk investor global.
Di samping itu, pemerintah juga terus membangun infrastuktur guna  mempermudah akses dan meningkatkan efisiensi yang akan menambah  keuntungan bagi para investor.
Wimboh juga mengatakan OJK akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi  dengan mengoptimalkan peran pasar modal, antara lain melalui dukungan  penyusunan kebijakan yang akomodatif bagi start-up dan perusahaan  teknologi berskala unicorn untuk melakukan IPO di bursa, pembentukan  Securities Crowdfunding (SCF) untuk UMKM, menerbitkan kerangka regulasi  untuk Bank Digital, memperbarui pengaturan peer to peer lending dan  meninjau pengaturan insurtech.
Selain itu, otoritas juga terus membuka akses pasar modal bagi UMKM  yang banyak menyerap tenaga kerja serta berorientasi ekspor dan ramah  lingkungan sehingga dapat mempercepat pemulihan ekonomi.
&quot;OJK sedang menyiapkan kebijakan mengenai Multiple Voting Shares  (MVS) agar para pemilik start-up dapat mempertahankan perkembangan  usahanya sesuai dengan visi dan misi awal perusahaan,&quot; ujar Wimboh.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepercayaan investor asing terhadap perekonomian Indonesia membaik. Hal ini seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia yang terus membaik serta penanganan penyebaran pandemi COVID-19.
&quot;Kami juga mencatat ada pergeseran preferensi investor asing dari Surat Berharga Negara (SBN) ke pasar modal Indonesia, yang menggambarkan kepercayaan investor terhadap prospek pemulihan ekonomi Indonesia,&quot; ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam acara Capital Market Day di London, Inggris, Sabtu (30/10/2021).
Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Keberhasilan Penanganan Covid-19 hingga Pulihnya Ekonomi
 
Hadir dalam acara itu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan, Ketua Kadin Indonesia Arsyad Rasjid dan sejumlah pemimpin Himbara. Acara tersebut juga dihadiri CEO London Stock Exchange (LSE) Group Murray Roos dan Steven Marcellino Pimpinan Global Indonesian Professionals' Association (GIPA) serta kalangan pengusaha di Inggris.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh positif 7,07% (yoy) pada kuartal II-2021 dan pemerintah memperkirakan hingga akhir tahun pertumbuhan mencapai 3,7 &amp;ndash; 4,5%.
Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin Buktikan Pemulihan Ekonomi Indonesia Lebih Cepat
&quot;Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2021 tercatat sebesar 7,07% (yoy), membaik dari kinerja pada kuartal I 2021 yang mengalami kontraksi sebesar 0,71% (yoy). Peningkatan permintaan domestik yang cukup signifikan menjadi sumber utama perbaikan kinerja PDB dengan seluruh komponen sisi permintaan menunjukkan pertumbuhan yang solid, terutama komponen konsumsi rumah tangga dan pemerintah,&quot; ujar Luhut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xMC82Ny8xMjU4MTAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Luhut juga menyampaikan kasus lonjakan COVID-19 dan pembatasan mobilitas yang ketat dimulai pada akhir kuartal II dan berakhir pada akhir kuartal III, kemungkinan mempengaruhi angka pertumbuhan pada kuartal III.
Namun dengan penanganan COVID-19 yang solid, pemulihan yang kuat di kuartal IV 2021 masih dapat dicapai di masa mendatang. Lebih lanjut, Wimboh menjelaskan, kepercayaan investor terhadap pasar modal dan perekonomian Indonesia juga terlihat dari nilai penghimpunan dana yang hingga 26 Oktober 2021 mencapai Rp273,9 triliun dan 40 emiten baru yang telah melakukan penawaran umum.Jumlah tersebut melampaui perolehan pada 2020 sebesar Rp118,7  triliun. Selain itu, pasar modal juga mencatat lonjakan pertumbuhan  investor pasar modal terutama dari kalangan milenial. Hingga 21  September 2021 tercatat investor di pasar modal Indonesia sebanyak 6,4  juta orang atau tumbuh 100,51% (yoy).
&quot;Oleh karena itu, kami mengajak anda berinvestasi di Indonesia  khususnya di pasar modal dan menikmati hasil investasi yang baik,&quot; kata  Wimboh.
Menurut dia, Pemerintah Indonesia telah memberikan banyak insentif  investasi seperti pengurangan tarif 2% dari pajak penghasilan badan  untuk emiten, pengurangan pajak atas bunga obligasi korporasi dari 20%  menjadi 10% dan juga omnibus law yang sangat menyederhanakan perizinan  untuk investor global.
Di samping itu, pemerintah juga terus membangun infrastuktur guna  mempermudah akses dan meningkatkan efisiensi yang akan menambah  keuntungan bagi para investor.
Wimboh juga mengatakan OJK akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi  dengan mengoptimalkan peran pasar modal, antara lain melalui dukungan  penyusunan kebijakan yang akomodatif bagi start-up dan perusahaan  teknologi berskala unicorn untuk melakukan IPO di bursa, pembentukan  Securities Crowdfunding (SCF) untuk UMKM, menerbitkan kerangka regulasi  untuk Bank Digital, memperbarui pengaturan peer to peer lending dan  meninjau pengaturan insurtech.
Selain itu, otoritas juga terus membuka akses pasar modal bagi UMKM  yang banyak menyerap tenaga kerja serta berorientasi ekspor dan ramah  lingkungan sehingga dapat mempercepat pemulihan ekonomi.
&quot;OJK sedang menyiapkan kebijakan mengenai Multiple Voting Shares  (MVS) agar para pemilik start-up dapat mempertahankan perkembangan  usahanya sesuai dengan visi dan misi awal perusahaan,&quot; ujar Wimboh.</content:encoded></item></channel></rss>
