<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Bertemu Scott Morrison Bahas Vaksinasi hingga Perubahan Iklim</title><description>Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison di Roma, Italia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/320/2494258/presiden-jokowi-bertemu-scott-morrison-bahas-vaksinasi-hingga-perubahan-iklim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/320/2494258/presiden-jokowi-bertemu-scott-morrison-bahas-vaksinasi-hingga-perubahan-iklim"/><item><title>Presiden Jokowi Bertemu Scott Morrison Bahas Vaksinasi hingga Perubahan Iklim</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/320/2494258/presiden-jokowi-bertemu-scott-morrison-bahas-vaksinasi-hingga-perubahan-iklim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/320/2494258/presiden-jokowi-bertemu-scott-morrison-bahas-vaksinasi-hingga-perubahan-iklim</guid><pubDate>Sabtu 30 Oktober 2021 18:52 WIB</pubDate><dc:creator>Dominique Hilvy Febiani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/30/320/2494258/presiden-jokowi-bertemu-scott-morrison-bahas-vaksinasi-hingga-perubahan-iklim-5pEk7yFA4v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi bertemu dengan PM Australia Scott Morrison (Foto: Kemenlu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/30/320/2494258/presiden-jokowi-bertemu-scott-morrison-bahas-vaksinasi-hingga-perubahan-iklim-5pEk7yFA4v.jpg</image><title>Presiden Jokowi bertemu dengan PM Australia Scott Morrison (Foto: Kemenlu)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison di Roma, Italia, pada Sabtu, 30 Oktober 2021. Dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Splendide Royal tersebut, kedua pemimpin membahas tiga hal utama, mulai dari vaksinasi hingga isu perubahan iklim.
Presiden Jokowi ingin agar Indonesia-Australia dapat terus melakukan kerja sama pembangunan ekonomi hijau dan transisi energi. Menurut Presiden Jokowi, isu teknologi dengan harga terjangkau dan investasi memegang peran penting bagi keberhasilan transformasi ekonomi.
Baca Selengkapnya: Sri Mulyani di KTT G20: Pemulihan Ekonomi Dunia Tergantung pada Pengendalian Covid
&quot;Oleh karena itu, saya sambut baik Joint Statement on Cooperation on the Green Economy and Energy Transition. Kerja sama yang termuat dalam joint statement ini sejalan dengan semangat presidensi G20 Indonesia di tahun 2022,&quot; kata Jokowi sebagaimana dikutip di laman Sekretariat Presiden (30/10/2021).
Di masa presidensi Indonesia, Presiden Jokowi ingin mendorong sejumlah kerja sama konkret di beberapa sektor utama yakni digital, transisi energi, dan inklusi keuangan. Di sektor digital, Presiden Jokowi ingin memastikan transisi digital yang inklusif bagi pertumbuhan dan pembangunan.
Baca Selengkapnya: Hadiri KTT G20, Presiden Jokowi Tiba di Italia
Di sektor transisi energi, G20 harus dapat memastikan ketersediaan teknologi rendah karbon dengan harga terjangkau sehingga transisi energi dapat dilakukan oleh semua negara. Sementara di sektor inklusi keuangan, secara khusus Presiden menekankan soal UMKM dan perempuan.
&quot;Saya harap dukungan kuat Australia bagi ketiga usulan Indonesia tersebut. Saya juga berharap untuk dapat menyambut Yang Mulia secara pribadi tahun depan saat KTT kami di Bali, tanggal 30-31 Oktober 2022,&quot; tandasnya.Jokowi memaparkan bahwa Indonesia akan kembali memperoleh dukungan  vaksin dari Australia berkat kerja sama bilateral kedua negara.
&quot;Untuk hubungan bilateral saya senang melihat kemajuan yang terus  terjadi. Pertama, saya sampaikan apresiasi atas dukungan vaksin  Australia untuk Indonesia, 1,2 juta dosis vaksin telah tiba minggu lalu  dan kami sambut baik rencana kedatangan 10,5 juta dosis vaksin,&quot; ujar  Presiden Jokowi.
Menurut Presiden, saat ini kondisi Covid-19 ini sudah sangat membaik.  Positivity rate di Indonesia sudah mencapai di bawah 1 persen dan lebih  185 juta vaksin telah disuntikkan.
&quot;Tidak kalah pentingnya protokol kesehatan masih terus kita jaga,&quot; imbuhnya.
Tren penanganan Covid-19 yang telah membaik tersebut membuka ruang  bagi kedua negara untuk mulai memikirkan pemulihan ekonomi, termasuk di  sektor pariwisata. Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengusulkan  pembentukan vaccinated travel lane (VTL) Indonesia dan Australia dan  kerja sama saling pengakuan sertifikat vaksin.
&quot;Saya paham dua Menteri Luar Negeri sudah mulai mengomunikasikan  kemungkinan kerja sama itu. Mudah-mudahan VTL dan pengakuan sertifikat  vaksin dapat segera diselesaikan. Saya yakin ini akan mendorong  percepatan pemulihan ekonomi, tentu dengan aman,&quot; jelasnya.
Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral tersebut  yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan  Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison di Roma, Italia, pada Sabtu, 30 Oktober 2021. Dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Splendide Royal tersebut, kedua pemimpin membahas tiga hal utama, mulai dari vaksinasi hingga isu perubahan iklim.
Presiden Jokowi ingin agar Indonesia-Australia dapat terus melakukan kerja sama pembangunan ekonomi hijau dan transisi energi. Menurut Presiden Jokowi, isu teknologi dengan harga terjangkau dan investasi memegang peran penting bagi keberhasilan transformasi ekonomi.
Baca Selengkapnya: Sri Mulyani di KTT G20: Pemulihan Ekonomi Dunia Tergantung pada Pengendalian Covid
&quot;Oleh karena itu, saya sambut baik Joint Statement on Cooperation on the Green Economy and Energy Transition. Kerja sama yang termuat dalam joint statement ini sejalan dengan semangat presidensi G20 Indonesia di tahun 2022,&quot; kata Jokowi sebagaimana dikutip di laman Sekretariat Presiden (30/10/2021).
Di masa presidensi Indonesia, Presiden Jokowi ingin mendorong sejumlah kerja sama konkret di beberapa sektor utama yakni digital, transisi energi, dan inklusi keuangan. Di sektor digital, Presiden Jokowi ingin memastikan transisi digital yang inklusif bagi pertumbuhan dan pembangunan.
Baca Selengkapnya: Hadiri KTT G20, Presiden Jokowi Tiba di Italia
Di sektor transisi energi, G20 harus dapat memastikan ketersediaan teknologi rendah karbon dengan harga terjangkau sehingga transisi energi dapat dilakukan oleh semua negara. Sementara di sektor inklusi keuangan, secara khusus Presiden menekankan soal UMKM dan perempuan.
&quot;Saya harap dukungan kuat Australia bagi ketiga usulan Indonesia tersebut. Saya juga berharap untuk dapat menyambut Yang Mulia secara pribadi tahun depan saat KTT kami di Bali, tanggal 30-31 Oktober 2022,&quot; tandasnya.Jokowi memaparkan bahwa Indonesia akan kembali memperoleh dukungan  vaksin dari Australia berkat kerja sama bilateral kedua negara.
&quot;Untuk hubungan bilateral saya senang melihat kemajuan yang terus  terjadi. Pertama, saya sampaikan apresiasi atas dukungan vaksin  Australia untuk Indonesia, 1,2 juta dosis vaksin telah tiba minggu lalu  dan kami sambut baik rencana kedatangan 10,5 juta dosis vaksin,&quot; ujar  Presiden Jokowi.
Menurut Presiden, saat ini kondisi Covid-19 ini sudah sangat membaik.  Positivity rate di Indonesia sudah mencapai di bawah 1 persen dan lebih  185 juta vaksin telah disuntikkan.
&quot;Tidak kalah pentingnya protokol kesehatan masih terus kita jaga,&quot; imbuhnya.
Tren penanganan Covid-19 yang telah membaik tersebut membuka ruang  bagi kedua negara untuk mulai memikirkan pemulihan ekonomi, termasuk di  sektor pariwisata. Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengusulkan  pembentukan vaccinated travel lane (VTL) Indonesia dan Australia dan  kerja sama saling pengakuan sertifikat vaksin.
&quot;Saya paham dua Menteri Luar Negeri sudah mulai mengomunikasikan  kemungkinan kerja sama itu. Mudah-mudahan VTL dan pengakuan sertifikat  vaksin dapat segera diselesaikan. Saya yakin ini akan mendorong  percepatan pemulihan ekonomi, tentu dengan aman,&quot; jelasnya.
Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral tersebut  yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan  Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.</content:encoded></item></channel></rss>
