<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Tips Sisihkan Gaji untuk Investasi</title><description>Saat waktu gajian tiba, uang harus segera diatur agar tidak boncos di kemudian hari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/622/2493712/5-tips-sisihkan-gaji-untuk-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/622/2493712/5-tips-sisihkan-gaji-untuk-investasi"/><item><title>5 Tips Sisihkan Gaji untuk Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/622/2493712/5-tips-sisihkan-gaji-untuk-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/30/622/2493712/5-tips-sisihkan-gaji-untuk-investasi</guid><pubDate>Sabtu 30 Oktober 2021 22:04 WIB</pubDate><dc:creator>Erlinda Septiawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/29/622/2493712/5-tips-sisihkan-gaji-untuk-investasi-5oxGGttt5S.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/29/622/2493712/5-tips-sisihkan-gaji-untuk-investasi-5oxGGttt5S.jpeg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Saat waktu gajian tiba, uang harus segera diatur agar tidak boncos di kemudian hari. Selain membagi-bagi uang untuk kebutuhan hidup, menyisihkan anggaran untuk investasi juga tak kalah penting.
&amp;ldquo;Gaji kecil bisa jadi cukup untuk membiayai hidup. Namun, gaji sebesar apa pun bisa jadi tidak pernah cukup untuk memenuhi gaya hidup. Jadikan investasi sebagai bagian dari gaya hidup agar di masa tua nanti menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga,&amp;rdquo; kata CEO ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie, dikutip Sabtu (30/10/2021).
Baca Juga: Mau Coba Investasi Saham dan Reksadana? Coba Pilih 2 Strategi Ini
 
Sebelum memulai investasi, hal yang harus dilakukan adalah menyiapkan tiga rekening tabungan untuk 50% kebutuhan hidup, 30% menabung, dan 20% untuk hiburan. Setelah itu, ikuti langkah-langkah di bawah ini.
1. Tentukan Tujuan Keuangan
Tujuan keuangan tiap orang berbeda-beda. Ada yang bertujuan untuk dana pensiun, dana pendidikan, hingga dana beli rumah. Pilihlah yang paling sesuai.
Baca Juga: Investasi di Usia 30-an, Begini Caranya
 
2. Alokasikan 30% Gaji Untuk Menabung
Persentase 30% untuk menabung mungkin terlihat besar. Namun, alokasi ini sesungguhnya masih terbagi menjadi beberapa bagian lagi, seperti untuk dana darurat, pembelian besar, tujuan jangka pendek, pengeluaran tahunan, dan tujuan jangka panjang.
&amp;ldquo;Pembagiannya? Tergantung mana pos yang paling urgent untuk dipenuhi,&amp;rdquo; kata dia.3. Tentukan Jenis Aset Investasi
Saat ini sudah ada banyak pilihan aset investasi. Dengan keuntungan  dan risiko yang bervariasi, aset investasi dapat dipilih sesuai gaji  yang dimiliki. Ada tiga jenis yang bisa dipilih, yaitu aset keuangan  (reksadana; obligasi; saham), aset fisik (emas; properti; tanah), atau  aset alternatif (pendanaan fintech; emas digital; uang kripto).
4. Buat Otomatis
Kegagalan investasi umumnya tidak berpangkal pada tidak ada uang.  Namun, gaji sering kali tidak diutamakan untuk berinvestasi saat baru  masuk.
Sebagai solusi, Prita menyarankan untuk memasang sistem debet  otomatis dari rekening gaji ke rekening reksadana. Selain itu,  pemasangan notifikasi juga dapat membantu.
5. Jadikan Rutinitas Harian
Saat gaji bertambah, yang seharusnya dinaikkan adalah investasi,  bukan gaya hidup. Agar investasi menjadi rutinitas, mulailah untuk  menjadi kebiasaan sehari-hari agar di masa depan manfaatnya dapat  terasa.</description><content:encoded>JAKARTA - Saat waktu gajian tiba, uang harus segera diatur agar tidak boncos di kemudian hari. Selain membagi-bagi uang untuk kebutuhan hidup, menyisihkan anggaran untuk investasi juga tak kalah penting.
&amp;ldquo;Gaji kecil bisa jadi cukup untuk membiayai hidup. Namun, gaji sebesar apa pun bisa jadi tidak pernah cukup untuk memenuhi gaya hidup. Jadikan investasi sebagai bagian dari gaya hidup agar di masa tua nanti menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga,&amp;rdquo; kata CEO ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie, dikutip Sabtu (30/10/2021).
Baca Juga: Mau Coba Investasi Saham dan Reksadana? Coba Pilih 2 Strategi Ini
 
Sebelum memulai investasi, hal yang harus dilakukan adalah menyiapkan tiga rekening tabungan untuk 50% kebutuhan hidup, 30% menabung, dan 20% untuk hiburan. Setelah itu, ikuti langkah-langkah di bawah ini.
1. Tentukan Tujuan Keuangan
Tujuan keuangan tiap orang berbeda-beda. Ada yang bertujuan untuk dana pensiun, dana pendidikan, hingga dana beli rumah. Pilihlah yang paling sesuai.
Baca Juga: Investasi di Usia 30-an, Begini Caranya
 
2. Alokasikan 30% Gaji Untuk Menabung
Persentase 30% untuk menabung mungkin terlihat besar. Namun, alokasi ini sesungguhnya masih terbagi menjadi beberapa bagian lagi, seperti untuk dana darurat, pembelian besar, tujuan jangka pendek, pengeluaran tahunan, dan tujuan jangka panjang.
&amp;ldquo;Pembagiannya? Tergantung mana pos yang paling urgent untuk dipenuhi,&amp;rdquo; kata dia.3. Tentukan Jenis Aset Investasi
Saat ini sudah ada banyak pilihan aset investasi. Dengan keuntungan  dan risiko yang bervariasi, aset investasi dapat dipilih sesuai gaji  yang dimiliki. Ada tiga jenis yang bisa dipilih, yaitu aset keuangan  (reksadana; obligasi; saham), aset fisik (emas; properti; tanah), atau  aset alternatif (pendanaan fintech; emas digital; uang kripto).
4. Buat Otomatis
Kegagalan investasi umumnya tidak berpangkal pada tidak ada uang.  Namun, gaji sering kali tidak diutamakan untuk berinvestasi saat baru  masuk.
Sebagai solusi, Prita menyarankan untuk memasang sistem debet  otomatis dari rekening gaji ke rekening reksadana. Selain itu,  pemasangan notifikasi juga dapat membantu.
5. Jadikan Rutinitas Harian
Saat gaji bertambah, yang seharusnya dinaikkan adalah investasi,  bukan gaya hidup. Agar investasi menjadi rutinitas, mulailah untuk  menjadi kebiasaan sehari-hari agar di masa depan manfaatnya dapat  terasa.</content:encoded></item></channel></rss>
