<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta IHSG Sepekan Melemah, Transaksi Harian Lesu</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (29/10) ditutup pada  level 6.591,346. Ini berarti naik 1,03% dari sehari sebelumnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/31/278/2494236/4-fakta-ihsg-sepekan-melemah-transaksi-harian-lesu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/31/278/2494236/4-fakta-ihsg-sepekan-melemah-transaksi-harian-lesu"/><item><title>4 Fakta IHSG Sepekan Melemah, Transaksi Harian Lesu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/31/278/2494236/4-fakta-ihsg-sepekan-melemah-transaksi-harian-lesu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/31/278/2494236/4-fakta-ihsg-sepekan-melemah-transaksi-harian-lesu</guid><pubDate>Minggu 31 Oktober 2021 04:34 WIB</pubDate><dc:creator>Hafid Fuad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/30/278/2494236/4-fakta-ihsg-sepekan-melemah-transaksi-harian-lesu-TZTcAgBQU9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG selama sepekan melemah 0,79% (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/30/278/2494236/4-fakta-ihsg-sepekan-melemah-transaksi-harian-lesu-TZTcAgBQU9.jpg</image><title>IHSG selama sepekan melemah 0,79% (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (29/10) ditutup pada level 6.591,346. Ini berarti naik 1,03% dari sehari sebelumnya. Namun selama sepekan ini, IHSG melemah 0,79% dari level 6.643,738 pada pekan sebelumnya. Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone terkait dengan IHSG sepekan.
Baca Juga: Siapkan Modal! Tren Penguatan IHSG Bakal Berlanjut hingga 2022
1. IHSG Sepekan Menurun
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan mayoritas data perdagangan IHSG dalam sepekan ditutup di zona merah.
Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono mengungkapkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan dalam sepekan menutup perdagangan pada Jumat (29/10/2021) di level 6.591,35 yang jika dibandingkan pada pekan sebelumnya melemah sebesar 0,79 persen.
Adapun pada pekan ketiga bulan Oktober ini, IHSG menutup perdagangan pada level 6.643,74.
Baca Juga: Tapering The Fed Tak Akan Ganggu Pasar Saham RI
2. Kapitalisasi Turun
 
Selain IHSG, kapitalisasi pasar bursa juga mengalami penurunan sebesar 0,77 persen selama sepekan menjadi Rp8.087,96 triliun dari minggu sebelumnya sebanyak Rp8.150,38 triliun.
Selanjutnya rata-rata volume transaksi harian bursa turun sebesar 2,07 persen menjadi 21,634 miliar saham dari 22,091 miliar saham pada minggu sebelumnya. Begitu juga dengan rata-rata frekuensi harian bursa mengalami turun sebesar 7,32 persen menjadi 1.284.477 kali transaksi dari 1.385.992 kali transaksi pada minggu lalu.
Rata-rata nilai transaksi harian bursa juga tercatat turun sebesar 17,40 persen menjadi Rp13,418 triliun dari Rp16,245 triliun pada pekan sebelumnya.
3. Investor Asing Jual Bersih
 
Adapun investor asing pada pekan ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp345,81 miliar. Sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp39,59 triliun.4. Pasar Surat Utang
Di sisi lain, selama sepekan ini telah terjadi pencatatan perdana  saham dan dua obligasi. Pada Senin (25/10/2021) lalu, BEI resmi  mencatatkan PT Ace Oldfields Tbk. (KUAS) sebagai perusahaan terbuka yang  merupakan perusahaan tercatat ke-39 di tahun 2021.
Perseroan dengan kode saham KUAS tersebut bergerak pada sektor industri dengan subsektor industrial goods.
Di hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan V Astra Sedaya Finance  Tahap III Tahun 2021 PT Astra Sedaya Finance Tbk. (ASDF) mulai  dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp2 triliun dengan hasil  pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk  Obligasi adalah idAAA (Triple A).
Lalu Obligasi Berkelanjutan V Federal International Finance Tahap II  Tahun 2021 PT Federal International Finance Tbk. (FIFA) juga mulai  dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp1,75 triliun pada Kamis  (28/10/2021) dengan hasil pemeringkatan Pefindo serta PT Fitch Ratings  Indonesia untuk Obligasi ini masing-masing adalah idAAA (Triple A) dan  AAA(idn) (Triple A).
Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 81 Emisi dari 49 Emiten senilai Rp82,33 triliun.
Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang  tercatat di BEI berjumlah 481 emisi dengan nilai nominal outstanding  sebesar Rp426,41 triliun dan US$47,5 juta, diterbitkan oleh 125 Emiten.
Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah  140 seri dengan nilai nominal Rp4.441,58 triliun dan US$400,00 juta dan  EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp5,33 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (29/10) ditutup pada level 6.591,346. Ini berarti naik 1,03% dari sehari sebelumnya. Namun selama sepekan ini, IHSG melemah 0,79% dari level 6.643,738 pada pekan sebelumnya. Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone terkait dengan IHSG sepekan.
Baca Juga: Siapkan Modal! Tren Penguatan IHSG Bakal Berlanjut hingga 2022
1. IHSG Sepekan Menurun
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan mayoritas data perdagangan IHSG dalam sepekan ditutup di zona merah.
Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono mengungkapkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan dalam sepekan menutup perdagangan pada Jumat (29/10/2021) di level 6.591,35 yang jika dibandingkan pada pekan sebelumnya melemah sebesar 0,79 persen.
Adapun pada pekan ketiga bulan Oktober ini, IHSG menutup perdagangan pada level 6.643,74.
Baca Juga: Tapering The Fed Tak Akan Ganggu Pasar Saham RI
2. Kapitalisasi Turun
 
Selain IHSG, kapitalisasi pasar bursa juga mengalami penurunan sebesar 0,77 persen selama sepekan menjadi Rp8.087,96 triliun dari minggu sebelumnya sebanyak Rp8.150,38 triliun.
Selanjutnya rata-rata volume transaksi harian bursa turun sebesar 2,07 persen menjadi 21,634 miliar saham dari 22,091 miliar saham pada minggu sebelumnya. Begitu juga dengan rata-rata frekuensi harian bursa mengalami turun sebesar 7,32 persen menjadi 1.284.477 kali transaksi dari 1.385.992 kali transaksi pada minggu lalu.
Rata-rata nilai transaksi harian bursa juga tercatat turun sebesar 17,40 persen menjadi Rp13,418 triliun dari Rp16,245 triliun pada pekan sebelumnya.
3. Investor Asing Jual Bersih
 
Adapun investor asing pada pekan ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp345,81 miliar. Sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp39,59 triliun.4. Pasar Surat Utang
Di sisi lain, selama sepekan ini telah terjadi pencatatan perdana  saham dan dua obligasi. Pada Senin (25/10/2021) lalu, BEI resmi  mencatatkan PT Ace Oldfields Tbk. (KUAS) sebagai perusahaan terbuka yang  merupakan perusahaan tercatat ke-39 di tahun 2021.
Perseroan dengan kode saham KUAS tersebut bergerak pada sektor industri dengan subsektor industrial goods.
Di hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan V Astra Sedaya Finance  Tahap III Tahun 2021 PT Astra Sedaya Finance Tbk. (ASDF) mulai  dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp2 triliun dengan hasil  pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk  Obligasi adalah idAAA (Triple A).
Lalu Obligasi Berkelanjutan V Federal International Finance Tahap II  Tahun 2021 PT Federal International Finance Tbk. (FIFA) juga mulai  dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp1,75 triliun pada Kamis  (28/10/2021) dengan hasil pemeringkatan Pefindo serta PT Fitch Ratings  Indonesia untuk Obligasi ini masing-masing adalah idAAA (Triple A) dan  AAA(idn) (Triple A).
Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 81 Emisi dari 49 Emiten senilai Rp82,33 triliun.
Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang  tercatat di BEI berjumlah 481 emisi dengan nilai nominal outstanding  sebesar Rp426,41 triliun dan US$47,5 juta, diterbitkan oleh 125 Emiten.
Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah  140 seri dengan nilai nominal Rp4.441,58 triliun dan US$400,00 juta dan  EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp5,33 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
