<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meramal Pergerakan IHSG Awal November, Menguat Tajam atau Terjun Bebas?</title><description>Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masuk di area konsolidasi pada awal bulan November 2021.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/31/278/2494432/meramal-pergerakan-ihsg-awal-november-menguat-tajam-atau-terjun-bebas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/10/31/278/2494432/meramal-pergerakan-ihsg-awal-november-menguat-tajam-atau-terjun-bebas"/><item><title>Meramal Pergerakan IHSG Awal November, Menguat Tajam atau Terjun Bebas?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/10/31/278/2494432/meramal-pergerakan-ihsg-awal-november-menguat-tajam-atau-terjun-bebas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/10/31/278/2494432/meramal-pergerakan-ihsg-awal-november-menguat-tajam-atau-terjun-bebas</guid><pubDate>Minggu 31 Oktober 2021 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/10/31/278/2494432/meramal-pergerakan-ihsg-awal-november-menguat-tajam-atau-terjun-bebas-VoG8KiOeQX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Meramal Pergerakan IHSG (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/10/31/278/2494432/meramal-pergerakan-ihsg-awal-november-menguat-tajam-atau-terjun-bebas-VoG8KiOeQX.jpg</image><title>Meramal Pergerakan IHSG (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masuk di area konsolidasi pada awal bulan November 2021.

Research Analyst Pacific Capital Investment Nengsih Limbong memprediksi IHSG telah mengalami penguatan signifikan sepanjang bulan Oktober 2021. Reli beberapa waktu terakhir membuat peluang pergerakan sideways kian terbuka.

&quot;Pekan depan kami melihat IHSG masih akan cenderung terkonsolidasi karena beberapa pertimbangan, pertama pada Oktober IHSG sudah cukup naik signifikan sebesar 4,8 persen,&quot; kata Nengsih kepada MNC Portal Indonesia, Jakarta, Minggu (31/10/2021).

Baca Juga: IHSG Sepekan Melemah 0,79%, Transaksi Harian Menyusut 17,40%


Adapun data-data ekonomi diperkirakan juga bakal menjadi pemicu pergerakan IHSG pekan depan mengingat laporan tersebut menunjukkan ukuran level pemulihan ekonomi nasional.

&quot;Kita lihat di pekan depan masih IHSG juga dipicu beberapa data ekonomi yang akan rilis seperti PMI, CPI, cadangan devisa, dan GDP. Data ekonomi tersebut akan menunjukkan tingkat pemulihan ekonomi nasional kita,&quot; katanya.

November, bagi Nengsih, adalah bulan koreksi bagi IHSG ketika membaca data historis pergerakan indeks pada 10 tahun terakhir.

Adapun musim tersebut diproyeksikan bakal menjadi momentum masuknya investor di pasar modal.

&quot;Dari 2010-2019, biasanya November itu tercatat mengalami koreksi, rata-rata sampai 1,13 persen, di mana 8 dari 10 tahun terakhir IHSG tercatat mengalami penurunan,&quot; katanya.

Sentimen tapering Federal Reserve (The Fed) juga bakal menanti IHSG sejalan dengan pengumuman kepastiannya pada pertengahan November.

&quot;Pekan depan juga ada rilis pertemuan The Fed mengenai tapering. Seperti kita ketahui Oktober kemarin The Fed menyatakan bakal mengumumkan tapering pada pertengahan November,&quot; katanya.

Seperti diketahui, IHSG ditutup menguat 67,270 poin (1,03%) di level 6.591,346 pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat 29 Oktober 2021.</description><content:encoded>JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masuk di area konsolidasi pada awal bulan November 2021.

Research Analyst Pacific Capital Investment Nengsih Limbong memprediksi IHSG telah mengalami penguatan signifikan sepanjang bulan Oktober 2021. Reli beberapa waktu terakhir membuat peluang pergerakan sideways kian terbuka.

&quot;Pekan depan kami melihat IHSG masih akan cenderung terkonsolidasi karena beberapa pertimbangan, pertama pada Oktober IHSG sudah cukup naik signifikan sebesar 4,8 persen,&quot; kata Nengsih kepada MNC Portal Indonesia, Jakarta, Minggu (31/10/2021).

Baca Juga: IHSG Sepekan Melemah 0,79%, Transaksi Harian Menyusut 17,40%


Adapun data-data ekonomi diperkirakan juga bakal menjadi pemicu pergerakan IHSG pekan depan mengingat laporan tersebut menunjukkan ukuran level pemulihan ekonomi nasional.

&quot;Kita lihat di pekan depan masih IHSG juga dipicu beberapa data ekonomi yang akan rilis seperti PMI, CPI, cadangan devisa, dan GDP. Data ekonomi tersebut akan menunjukkan tingkat pemulihan ekonomi nasional kita,&quot; katanya.

November, bagi Nengsih, adalah bulan koreksi bagi IHSG ketika membaca data historis pergerakan indeks pada 10 tahun terakhir.

Adapun musim tersebut diproyeksikan bakal menjadi momentum masuknya investor di pasar modal.

&quot;Dari 2010-2019, biasanya November itu tercatat mengalami koreksi, rata-rata sampai 1,13 persen, di mana 8 dari 10 tahun terakhir IHSG tercatat mengalami penurunan,&quot; katanya.

Sentimen tapering Federal Reserve (The Fed) juga bakal menanti IHSG sejalan dengan pengumuman kepastiannya pada pertengahan November.

&quot;Pekan depan juga ada rilis pertemuan The Fed mengenai tapering. Seperti kita ketahui Oktober kemarin The Fed menyatakan bakal mengumumkan tapering pada pertengahan November,&quot; katanya.

Seperti diketahui, IHSG ditutup menguat 67,270 poin (1,03%) di level 6.591,346 pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat 29 Oktober 2021.</content:encoded></item></channel></rss>
