<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saham BOBA Tembus ARA di Perdagangan Perdana</title><description>PT Formosa Ingredient Factory Tbk akan melaksanakan penawaran umum  perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/01/278/2494739/saham-boba-tembus-ara-di-perdagangan-perdana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/01/278/2494739/saham-boba-tembus-ara-di-perdagangan-perdana"/><item><title>Saham BOBA Tembus ARA di Perdagangan Perdana</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/01/278/2494739/saham-boba-tembus-ara-di-perdagangan-perdana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/01/278/2494739/saham-boba-tembus-ara-di-perdagangan-perdana</guid><pubDate>Senin 01 November 2021 10:33 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/01/278/2494739/saham-boba-tembus-ara-di-perdagangan-perdana-FFrVSfBj4U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Formosa Ingredient Factory IPO hari ini (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/01/278/2494739/saham-boba-tembus-ara-di-perdagangan-perdana-FFrVSfBj4U.jpg</image><title>Formosa Ingredient Factory IPO hari ini (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Formosa Ingredient Factory Tbk akan melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin (1/11/2021). Harga saham emiten BOBA menembus auto reject atas (ARA) pada perdagangan perdana.
Equity Analyst Erdikha Elit Sekuritas, Hendri Widiantoro mengatakan dengan didukung IHSG yang bergerak konsolidasi ke arah menguat, peluang saham BOBA yang baru listing punya potensi cukup besar.
Baca Juga: Formosa Ingredient Factory IPO Hari Ini, Intip Profilnya
&quot;Kalau dari IHSG mungkin hari ini masih bergerak konsolidasi dengan penutupan menguat peluangnya. Peluang dari saham yang baru listing yaitu BOBA kalau kita lihat harganya sudah auto reject atas rata-rata 350 dimana ini wajar saja karena ketika perusahaan baru IPO dengan saham yang sedikit ada potensi yang cukup besar bagi publik dimana menyebabkan saham BOBA itu ARA,&quot; kata Hendri dalam Power Breakfast IDX, Senin (1/11/2021).
Menurut Hendri, prospek BOBA kedepannya akan sangat bagus. Sebab BOBA mempunyai bisnis dan keuangan yang baik, tak lupa didorong dengan pelanggan yang tetap ada.
Baca Juga: Pasar Modal Terjaga, Jumlah IPO di Indonesia Tertinggi se-Asean
&quot;Nah itu dari sisi harga, bagaimana dari sisi prospek untuk BOBA itu sendiri, BOBA kita lihat perusahaan yang mempunyai bisnis dan keuangan yang cukup bagus, BOBA punya pelanggan yang cukup besar tentunya dengan brand yang besar menjadi katalis bahwa ketersediaan pelanggan tetap ada,&quot; ujarnya.
Dilihat melalui RTI, saham BOBA mengalami kenaikan sebesar Rp70 atau 25% ke Rp350 per lembar pada hari pertama penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).Frekuensi perdagangan saham KUAS mencapai 6.857 kali dengan 63,49  juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp22,20  miliar. Price Earning Ratio (PER) 26,92 dengan kapitalisasi pasar  senilai Rp404,51 miliar.
Diketahui, saham BOBA dijual pada pembukaan harga Rp280 per saham.  Dengan melepas saham sebesar 140 juta saham baru, maka Perseroan  berhasil meraih pendanaan sebesar Rp39,2 miliar.
Hingga ditutupnya penawaran umum saham BOBA per 25 Oktober 2021,  Perseroan mencatatkan kelebihan pemesanan atau oversubscribe hingga  5,25x dari porsi pooling yang ditawarkan atau 2,63x dari keseluruhan  pemesanan.
PT Formosa Ingredient Factory Tbk merupakan perusahaan yang  memproduksi produk tapioca pearl, topping jelly, popping boba, premium  sauce, syrup dan premix powder yang berlokasi di Tangerang, Banten.  Berdiri sejak 2016, Perseroan memproduksi berbagai varian produk dengan  merek Boba King.
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan memiliki visi untuk memproduksi  berbagai macam produk berkualitas tinggi dan aman untuk dikonsumsi yang  didukung oleh kapasitas pabrik yang masif, fasilitas produksi yang  canggih serta higienis.
Lebih lanjut, Perseroan memiliki berbagai pelanggan kunci yang  terkemuka dengan jaringan yang tersebar diseluruh Indonesia seperti  XiBoBa, Family Mart, Kokumi, Gulu-Gulu, Kopi Kenangan, Haus, Kopi Soe,  Kopi Lain Hati, KFC, Hokben, Excelso, Alfa X, Indomaret Point dan McD  serta beberapa pelanggan lainnya. Hal tersebut dibuktikan dengan  pertumbuhan penjualan Perseroan dari tahun 2017 &amp;ndash; 2020 yang tumbuh  secara CAGR sebesar 203%.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Formosa Ingredient Factory Tbk akan melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin (1/11/2021). Harga saham emiten BOBA menembus auto reject atas (ARA) pada perdagangan perdana.
Equity Analyst Erdikha Elit Sekuritas, Hendri Widiantoro mengatakan dengan didukung IHSG yang bergerak konsolidasi ke arah menguat, peluang saham BOBA yang baru listing punya potensi cukup besar.
Baca Juga: Formosa Ingredient Factory IPO Hari Ini, Intip Profilnya
&quot;Kalau dari IHSG mungkin hari ini masih bergerak konsolidasi dengan penutupan menguat peluangnya. Peluang dari saham yang baru listing yaitu BOBA kalau kita lihat harganya sudah auto reject atas rata-rata 350 dimana ini wajar saja karena ketika perusahaan baru IPO dengan saham yang sedikit ada potensi yang cukup besar bagi publik dimana menyebabkan saham BOBA itu ARA,&quot; kata Hendri dalam Power Breakfast IDX, Senin (1/11/2021).
Menurut Hendri, prospek BOBA kedepannya akan sangat bagus. Sebab BOBA mempunyai bisnis dan keuangan yang baik, tak lupa didorong dengan pelanggan yang tetap ada.
Baca Juga: Pasar Modal Terjaga, Jumlah IPO di Indonesia Tertinggi se-Asean
&quot;Nah itu dari sisi harga, bagaimana dari sisi prospek untuk BOBA itu sendiri, BOBA kita lihat perusahaan yang mempunyai bisnis dan keuangan yang cukup bagus, BOBA punya pelanggan yang cukup besar tentunya dengan brand yang besar menjadi katalis bahwa ketersediaan pelanggan tetap ada,&quot; ujarnya.
Dilihat melalui RTI, saham BOBA mengalami kenaikan sebesar Rp70 atau 25% ke Rp350 per lembar pada hari pertama penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).Frekuensi perdagangan saham KUAS mencapai 6.857 kali dengan 63,49  juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp22,20  miliar. Price Earning Ratio (PER) 26,92 dengan kapitalisasi pasar  senilai Rp404,51 miliar.
Diketahui, saham BOBA dijual pada pembukaan harga Rp280 per saham.  Dengan melepas saham sebesar 140 juta saham baru, maka Perseroan  berhasil meraih pendanaan sebesar Rp39,2 miliar.
Hingga ditutupnya penawaran umum saham BOBA per 25 Oktober 2021,  Perseroan mencatatkan kelebihan pemesanan atau oversubscribe hingga  5,25x dari porsi pooling yang ditawarkan atau 2,63x dari keseluruhan  pemesanan.
PT Formosa Ingredient Factory Tbk merupakan perusahaan yang  memproduksi produk tapioca pearl, topping jelly, popping boba, premium  sauce, syrup dan premix powder yang berlokasi di Tangerang, Banten.  Berdiri sejak 2016, Perseroan memproduksi berbagai varian produk dengan  merek Boba King.
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan memiliki visi untuk memproduksi  berbagai macam produk berkualitas tinggi dan aman untuk dikonsumsi yang  didukung oleh kapasitas pabrik yang masif, fasilitas produksi yang  canggih serta higienis.
Lebih lanjut, Perseroan memiliki berbagai pelanggan kunci yang  terkemuka dengan jaringan yang tersebar diseluruh Indonesia seperti  XiBoBa, Family Mart, Kokumi, Gulu-Gulu, Kopi Kenangan, Haus, Kopi Soe,  Kopi Lain Hati, KFC, Hokben, Excelso, Alfa X, Indomaret Point dan McD  serta beberapa pelanggan lainnya. Hal tersebut dibuktikan dengan  pertumbuhan penjualan Perseroan dari tahun 2017 &amp;ndash; 2020 yang tumbuh  secara CAGR sebesar 203%.</content:encoded></item></channel></rss>
