<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan Meroket, Indofarma (INAF) Raup Laba Bersih Rp2,82 Miliar</title><description>Penjualan PT Indofarma Tbk (INAF) mengalami kenaikan signifikan hingga 99,91% menjadi Rp1,49 tiliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/01/278/2494905/pendapatan-meroket-indofarma-inaf-raup-laba-bersih-rp2-82-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/01/278/2494905/pendapatan-meroket-indofarma-inaf-raup-laba-bersih-rp2-82-miliar"/><item><title>Pendapatan Meroket, Indofarma (INAF) Raup Laba Bersih Rp2,82 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/01/278/2494905/pendapatan-meroket-indofarma-inaf-raup-laba-bersih-rp2-82-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/01/278/2494905/pendapatan-meroket-indofarma-inaf-raup-laba-bersih-rp2-82-miliar</guid><pubDate>Senin 01 November 2021 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/01/278/2494905/pendapatan-meroket-indofarma-inaf-raup-laba-bersih-rp2-82-miliar-boc6hgDSXY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendapatan dan laba INAF alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/01/278/2494905/pendapatan-meroket-indofarma-inaf-raup-laba-bersih-rp2-82-miliar-boc6hgDSXY.jpg</image><title>Pendapatan dan laba INAF alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Penjualan PT Indofarma Tbk (INAF) mengalami kenaikan signifikan hingga 99,91% menjadi Rp1,49 tiliun. Pada periode yang sama tahun lalu pendapatan INAF sebesar Rp749,25 miliar.
Sedangkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp2,82 miliar. Berdasarkan laporan keuangan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (1/11/2021), beban pokok penjualan tercatat Rp1 triliun hingga kuartal III 2021.
Baca Juga: Indofarma Dapat Pinjaman Rp199 Miliar dari Biofarma, untuk Apa?
 
Beban pokok penjualan ini naik 76,94% dari periode sama tahun sebelumnya Rp565,74 miliar. Dengan demikian, laba bruto tumbuh 170,71% menjadi Rp496,78 miliar hingga kuartal III 2021. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan mencatat laba bruto Rp183,50 miliar.
Baca Juga: Pengadaan Vaksin Covid-19 dari India, Indofarma Dikawal KPK
 
Perseroan mencatat beban penjualan naik dari Rp95,94 miliar hingga September 2020 menjadi Rp115,84 miliar hingga September 2021. Beban umum dan administrasi naik dari Rp75,24 miliar hingga September 2020 menjadi Rp115,84 miliar hingga September 2021.
Laba usaha perseroan naik 599,26% menjadi Rp48,48 miliar hingga September 2021. Pada periode sama tahun sebelumnya Rp6,93 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yNS80LzEyMjkwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Melihat kondisi itu, PT Indofarma Tbk membukukan laba bersih yang  diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp2,82 miliar. Kondisi ini  berbeda dari kuartal III 2020 yang rugi Rp18,88 miliar. Laba per saham  menjadi Rp0,91 hingga kuartal III 2021 dari periode sama tahun  sebelumnya rugi Rp6,09.
Total liabilitas naik menjadi Rp1,90 triliun hingga September 2021  dari periode Desember 2020 sebesar Rp1,28 triliun. Total ekuitas naik  menjadi Rp433,16 miliar hingga September 2021 dari Desember 2020 sebesar  Rp430,32 miliar.
Total aset naik menjadi Rp2,33 triliun hingga kuartal III 2021 dari  Desember 2020 sebesar Rp1,71 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara  kas Rp350,54 miliar hingga September 2021 dari Desember 2020 sebesar  Rp158,17 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Penjualan PT Indofarma Tbk (INAF) mengalami kenaikan signifikan hingga 99,91% menjadi Rp1,49 tiliun. Pada periode yang sama tahun lalu pendapatan INAF sebesar Rp749,25 miliar.
Sedangkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp2,82 miliar. Berdasarkan laporan keuangan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (1/11/2021), beban pokok penjualan tercatat Rp1 triliun hingga kuartal III 2021.
Baca Juga: Indofarma Dapat Pinjaman Rp199 Miliar dari Biofarma, untuk Apa?
 
Beban pokok penjualan ini naik 76,94% dari periode sama tahun sebelumnya Rp565,74 miliar. Dengan demikian, laba bruto tumbuh 170,71% menjadi Rp496,78 miliar hingga kuartal III 2021. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan mencatat laba bruto Rp183,50 miliar.
Baca Juga: Pengadaan Vaksin Covid-19 dari India, Indofarma Dikawal KPK
 
Perseroan mencatat beban penjualan naik dari Rp95,94 miliar hingga September 2020 menjadi Rp115,84 miliar hingga September 2021. Beban umum dan administrasi naik dari Rp75,24 miliar hingga September 2020 menjadi Rp115,84 miliar hingga September 2021.
Laba usaha perseroan naik 599,26% menjadi Rp48,48 miliar hingga September 2021. Pada periode sama tahun sebelumnya Rp6,93 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yNS80LzEyMjkwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Melihat kondisi itu, PT Indofarma Tbk membukukan laba bersih yang  diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp2,82 miliar. Kondisi ini  berbeda dari kuartal III 2020 yang rugi Rp18,88 miliar. Laba per saham  menjadi Rp0,91 hingga kuartal III 2021 dari periode sama tahun  sebelumnya rugi Rp6,09.
Total liabilitas naik menjadi Rp1,90 triliun hingga September 2021  dari periode Desember 2020 sebesar Rp1,28 triliun. Total ekuitas naik  menjadi Rp433,16 miliar hingga September 2021 dari Desember 2020 sebesar  Rp430,32 miliar.
Total aset naik menjadi Rp2,33 triliun hingga kuartal III 2021 dari  Desember 2020 sebesar Rp1,71 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara  kas Rp350,54 miliar hingga September 2021 dari Desember 2020 sebesar  Rp158,17 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
