<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS: Inflasi Oktober 2021 Tembus 0,12%</title><description>Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Oktober 2021 terjadi inflasi sebesar 0,12%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/01/320/2494776/bps-inflasi-oktober-2021-tembus-0-12</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/01/320/2494776/bps-inflasi-oktober-2021-tembus-0-12"/><item><title>BPS: Inflasi Oktober 2021 Tembus 0,12%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/01/320/2494776/bps-inflasi-oktober-2021-tembus-0-12</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/01/320/2494776/bps-inflasi-oktober-2021-tembus-0-12</guid><pubDate>Senin 01 November 2021 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/01/320/2494776/bps-inflasi-oktober-2021-tembus-0-12-Djl6L4Agc5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPS soal Inflasi Oktober 2021 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/01/320/2494776/bps-inflasi-oktober-2021-tembus-0-12-Djl6L4Agc5.jpg</image><title>BPS soal Inflasi Oktober 2021 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Oktober 2021 terjadi inflasi sebesar 0,12%. Inflasi Oktober 2021 dipicu oleh kenaikan  harga sejumlah komoditas pangan.

Adapun tingkat inflasi secara tahun kalender (month-on-month/mom) sebesar 0,93% dan mencapai 1,66% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, inflasi terjadi dikarenakan adanya kenaikan harga di beberapa komoditas.

&quot;Perkembangan harga di beberapa komoditas di bulan Oktober terjadi kenaikan. Berdasarkan pemantauan BPS terjadi inflasi 0,12%, atau terjadi kenaikan indeks keyakinan konsumen 106,53 pada bulan Septemver menjadi 106,66 pada Oktober 2021&quot; kata Margo Yuwono dalam video virtual, Jakarta, Senin (1/11/2021).

Baca Juga: Inflasi Oktober 2021 Diprediksi 0,10%


Dari 90 kota yang terdata IHK (Indeks Harga Konsumen), terdapat 68  kota mengalami inflasi  dan 22 kota mengalami deflasi.

Rinciannya, inflasi tertinggi terjadi di Sampit sebesar 2,06% dan terendah di daerah Sumenep dan Banyuwangi 0,02%.

&quot;Deflasi tertinggi di Kendari sebesar 0,70% lalu terendah pada Bengkulu sebesar 0,02%,&quot; katanya.

Inflasi tahun 2020 hingga tahun 2021 secara month to month dan year on year juga lebih tinggi dibandingkan bulan September 2021 yang mengalami deflasi

&quot; Dibandingkan kondisi Oktober 2020 lebih tinggi dibandingkan Oktober tahun 2021,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Oktober 2021 terjadi inflasi sebesar 0,12%. Inflasi Oktober 2021 dipicu oleh kenaikan  harga sejumlah komoditas pangan.

Adapun tingkat inflasi secara tahun kalender (month-on-month/mom) sebesar 0,93% dan mencapai 1,66% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, inflasi terjadi dikarenakan adanya kenaikan harga di beberapa komoditas.

&quot;Perkembangan harga di beberapa komoditas di bulan Oktober terjadi kenaikan. Berdasarkan pemantauan BPS terjadi inflasi 0,12%, atau terjadi kenaikan indeks keyakinan konsumen 106,53 pada bulan Septemver menjadi 106,66 pada Oktober 2021&quot; kata Margo Yuwono dalam video virtual, Jakarta, Senin (1/11/2021).

Baca Juga: Inflasi Oktober 2021 Diprediksi 0,10%


Dari 90 kota yang terdata IHK (Indeks Harga Konsumen), terdapat 68  kota mengalami inflasi  dan 22 kota mengalami deflasi.

Rinciannya, inflasi tertinggi terjadi di Sampit sebesar 2,06% dan terendah di daerah Sumenep dan Banyuwangi 0,02%.

&quot;Deflasi tertinggi di Kendari sebesar 0,70% lalu terendah pada Bengkulu sebesar 0,02%,&quot; katanya.

Inflasi tahun 2020 hingga tahun 2021 secara month to month dan year on year juga lebih tinggi dibandingkan bulan September 2021 yang mengalami deflasi

&quot; Dibandingkan kondisi Oktober 2020 lebih tinggi dibandingkan Oktober tahun 2021,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
