<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Sawit Naik, Intip Prospek Saham Sektor Ini</title><description>Harga komoditas kelapa sawit mengalami tren kenaikan tahun ini. Ini menjadi momentum tepat mengoleksi saham sektor ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/02/278/2495429/harga-sawit-naik-intip-prospek-saham-sektor-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/02/278/2495429/harga-sawit-naik-intip-prospek-saham-sektor-ini"/><item><title>Harga Sawit Naik, Intip Prospek Saham Sektor Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/02/278/2495429/harga-sawit-naik-intip-prospek-saham-sektor-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/02/278/2495429/harga-sawit-naik-intip-prospek-saham-sektor-ini</guid><pubDate>Selasa 02 November 2021 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Hudayanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/02/278/2495429/harga-sawit-naik-intip-prospek-saham-sektor-ini-CtTz8uJEUH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga kelapa sawit alami kenaikan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/02/278/2495429/harga-sawit-naik-intip-prospek-saham-sektor-ini-CtTz8uJEUH.jpg</image><title>Harga kelapa sawit alami kenaikan (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga komoditas kelapa sawit mengalami tren kenaikan tahun ini. Ini menjadi momentum tepat mengoleksi saham&amp;nbsp;perusahaan kelapa sawit baik saham yang dilepas melalui Initial Public Offering (IPO) maupun melalui rights issue bagi perusahaan yang sudah listing di bursa efek Indonesia.
&amp;ldquo;Dalam kondisi harga komoditas sawit yang all time high, tentu menjadi waktu yang tepat bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk memanfaatkan momentum. Sementara bagi investor, ini peluang untuk dapat cuan dari investasi di saham perusahaan kelapa wait,&amp;rdquo; kata Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan, Selasa (2/11/2021).
Baca Juga: Bertemu PM Slovenia, Presiden Jokowi Singgung Diskriminasi Kelapa Sawit
 
Selain dari posisi harga sawit yang saat ini sedang tinggi, karakteristik kelapa sawit yang memiliki produk turunan beragam membuat prospek permintaan CPO akan solid ke depannya.
&amp;ldquo;Dan terakhir, komitmen pemerintah untuk mengembangkan industri turunan CPO di Tanah Air, menjadi peluang yang sangat positif bagi perusahaan CPO di Indonesia,&amp;rdquo; terang Alfred Nainggolan.
Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin RI Punya Peran Tentukan Harga Kelapa Sawit Dunia
Alfred memaparkan setidaknya ada tiga alasan utama mengapa saham perusahaan perkebunan sangat menarik saat ini. Pertama, saat ini industri perkebunan sedang dalam masa booming commodity price, seperti CPO yang menyentuh level tertingginya menembus RM 5.000/ton.
Kedua, dari sisi industri, produk CPO memiliki banyak turunan sehingga bagus untuk stabilitas harga CPO ke depan-nya. Banyaknya produk turunan menjadi potensi pengembangan usaha perusahaan perkebunan sawit sangat besar. Penggunaan CPO untuk produk makanan, kosmetik dan bahan bakar tentu membuat penyerapan produk CPO akan stabil dan meningkat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8yMS80LzE0MDY5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Ketiga, sebagai produsen CPO terbesar di dunia, industri kelapa sawit  Indonesia telah memberlakukan moratorium lahan sawit baru. Tentu ini  kondisi akan menguntungkan harga sawit ke depannya, karena mengerem  supply di tengah kenaikan permintaan sawit global.
Sementara itu secara terpisah, Komisaris PT Nusantara Sawit Sejahtera  Dr Robiyanto, mengatakan PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) berencana  menggelar (IPO) pada Kuartal IV tahun ini. NSS menilai, sekarang adalah  waktu yang tepat untuk melepas saham ke publik. Terutama melihat dari  potensi kenaikan harga CPO menyusul kenaikan kebutuhan minyak nabati  dunia.
Di sisi lain, dari internal perusahaan ada kebutuhan modal untuk  memperkuat kapasitas usaha guna memanfaatkan peluang bisnis di industri  kelapa sawit yang sangat besar, yaitu menambah pabrik kelapa sawit (PKS)  dan kegiatan penelitian dan pengembangan.
&amp;ldquo;Untuk lembar saham masih digodok terus. Kami perkirakan freefloat  sekitar 40%. Kami membidik kapitalisasi pasar setelah IPO sudah mencapai  Rp5 triliun. Dana IPO diperkirakan Rp2 triliun. Harga diperkirakan di  sekitar Rp135 hingga Rp150 per lembar,&amp;rdquo; tambahnya.
Robiyanto mengatakan, penelitian diperlukan untuk meningkatkan  produktivitas lahan milik perusahaan juga milik petani rakyat di sekitar  perusahaan. NSS berupaya meningkatkan produktivitas sawit nasional  tidak hanya di kebun milik sendiri, tetapi juga tanaman petani, yang  saat ini selisihnya masih sangat jauh di bawah kebun perusahaan.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga komoditas kelapa sawit mengalami tren kenaikan tahun ini. Ini menjadi momentum tepat mengoleksi saham&amp;nbsp;perusahaan kelapa sawit baik saham yang dilepas melalui Initial Public Offering (IPO) maupun melalui rights issue bagi perusahaan yang sudah listing di bursa efek Indonesia.
&amp;ldquo;Dalam kondisi harga komoditas sawit yang all time high, tentu menjadi waktu yang tepat bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk memanfaatkan momentum. Sementara bagi investor, ini peluang untuk dapat cuan dari investasi di saham perusahaan kelapa wait,&amp;rdquo; kata Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan, Selasa (2/11/2021).
Baca Juga: Bertemu PM Slovenia, Presiden Jokowi Singgung Diskriminasi Kelapa Sawit
 
Selain dari posisi harga sawit yang saat ini sedang tinggi, karakteristik kelapa sawit yang memiliki produk turunan beragam membuat prospek permintaan CPO akan solid ke depannya.
&amp;ldquo;Dan terakhir, komitmen pemerintah untuk mengembangkan industri turunan CPO di Tanah Air, menjadi peluang yang sangat positif bagi perusahaan CPO di Indonesia,&amp;rdquo; terang Alfred Nainggolan.
Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin RI Punya Peran Tentukan Harga Kelapa Sawit Dunia
Alfred memaparkan setidaknya ada tiga alasan utama mengapa saham perusahaan perkebunan sangat menarik saat ini. Pertama, saat ini industri perkebunan sedang dalam masa booming commodity price, seperti CPO yang menyentuh level tertingginya menembus RM 5.000/ton.
Kedua, dari sisi industri, produk CPO memiliki banyak turunan sehingga bagus untuk stabilitas harga CPO ke depan-nya. Banyaknya produk turunan menjadi potensi pengembangan usaha perusahaan perkebunan sawit sangat besar. Penggunaan CPO untuk produk makanan, kosmetik dan bahan bakar tentu membuat penyerapan produk CPO akan stabil dan meningkat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8yMS80LzE0MDY5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Ketiga, sebagai produsen CPO terbesar di dunia, industri kelapa sawit  Indonesia telah memberlakukan moratorium lahan sawit baru. Tentu ini  kondisi akan menguntungkan harga sawit ke depannya, karena mengerem  supply di tengah kenaikan permintaan sawit global.
Sementara itu secara terpisah, Komisaris PT Nusantara Sawit Sejahtera  Dr Robiyanto, mengatakan PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) berencana  menggelar (IPO) pada Kuartal IV tahun ini. NSS menilai, sekarang adalah  waktu yang tepat untuk melepas saham ke publik. Terutama melihat dari  potensi kenaikan harga CPO menyusul kenaikan kebutuhan minyak nabati  dunia.
Di sisi lain, dari internal perusahaan ada kebutuhan modal untuk  memperkuat kapasitas usaha guna memanfaatkan peluang bisnis di industri  kelapa sawit yang sangat besar, yaitu menambah pabrik kelapa sawit (PKS)  dan kegiatan penelitian dan pengembangan.
&amp;ldquo;Untuk lembar saham masih digodok terus. Kami perkirakan freefloat  sekitar 40%. Kami membidik kapitalisasi pasar setelah IPO sudah mencapai  Rp5 triliun. Dana IPO diperkirakan Rp2 triliun. Harga diperkirakan di  sekitar Rp135 hingga Rp150 per lembar,&amp;rdquo; tambahnya.
Robiyanto mengatakan, penelitian diperlukan untuk meningkatkan  produktivitas lahan milik perusahaan juga milik petani rakyat di sekitar  perusahaan. NSS berupaya meningkatkan produktivitas sawit nasional  tidak hanya di kebun milik sendiri, tetapi juga tanaman petani, yang  saat ini selisihnya masih sangat jauh di bawah kebun perusahaan.</content:encoded></item></channel></rss>
