<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Blue Bird Masih Rugi Rp66,3 Miliar, Emiten Miliarder Milik Miliarder Purnomo Prawiro Tertekan Pandemi</title><description>Kinerja keuangan PT Blue Bird Tbk (BIRD) hingga kuartal III 2021 masih terdampak pandemi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/02/278/2495504/blue-bird-masih-rugi-rp66-3-miliar-emiten-miliarder-milik-miliarder-purnomo-prawiro-tertekan-pandemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/02/278/2495504/blue-bird-masih-rugi-rp66-3-miliar-emiten-miliarder-milik-miliarder-purnomo-prawiro-tertekan-pandemi"/><item><title>Blue Bird Masih Rugi Rp66,3 Miliar, Emiten Miliarder Milik Miliarder Purnomo Prawiro Tertekan Pandemi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/02/278/2495504/blue-bird-masih-rugi-rp66-3-miliar-emiten-miliarder-milik-miliarder-purnomo-prawiro-tertekan-pandemi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/02/278/2495504/blue-bird-masih-rugi-rp66-3-miliar-emiten-miliarder-milik-miliarder-purnomo-prawiro-tertekan-pandemi</guid><pubDate>Selasa 02 November 2021 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/02/278/2495504/blue-bird-masih-rugi-rp66-3-miliar-emiten-miliarder-milik-miliarder-purnomo-prawiro-tertekan-pandemi-oDdFJQFuyK.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Blue Bird masih mengalami kerugian (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/02/278/2495504/blue-bird-masih-rugi-rp66-3-miliar-emiten-miliarder-milik-miliarder-purnomo-prawiro-tertekan-pandemi-oDdFJQFuyK.jpeg</image><title>Blue Bird masih mengalami kerugian (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kinerja keuangan PT Blue Bird Tbk (BIRD) hingga kuartal III 2021 masih terdampak pandemi. Pasalnya, emiten taksi ini membukukan rugi bersih sebesar Rp66,3 miliar atau berhasil ditekan 58% dibandingkan kerugian di priode yang sama tahun lalu Rp158 miliar.
Selain itu, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp1,45 triliun, atau terkoreksi 6,6% dibandingkan pada kuartal tiga 2020 di mana Bluebird berhasil membukukan Rp1,55 triliun.
Baca Juga: Bisnis Transportasi Kian Ketat, KAI Gandeng Blue Bird
 
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono mengatakan, performa perseroan tahun ini masih sangat dipengaruhi oleh pandemi. Namun perbaikan signifikan pada kinerja keuangan perseroan YoY terlihat dari  rugi bersih perseroan di kuartal III 2021 membaik sekitar 58% dibandingkan kuartal III 2020.
&amp;rdquo;Kami telah belajar banyak dari tahun 2020 dalam menyikapi pembatasan mobilitas masyarakat melalui berbagai program efisiensi untuk mengurangi beban perseroan. Namun di sisi lain kami juga terus memberikan layanan yang aman nyaman dan higienis dengan menjalankan protokol kesehatan yang sangat ketat, serta memberikan kemudahan bagi customer untuk melakukan pemesanan taksi kami di berbagai platform dan semakin mengembangkan alternatif pembayaran cashless yang semakin diminati oleh masyarakat,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Gantikan Noni Purnomo, Sigit Djokosoetono Jadi Dirut Baru Blue Bird 
Perseroan memiliki EBITDA meningkat, di mana pada periode kuartal III 2021 EBITDA yang dihasilkan adalah Rp248 miliar atau naik Rp12,5 miliar dibandingkan tahun lalu. Menurut Sigit, perbaikan kinerja perseroan didukung oleh beberapa faktor antara lain, pertama, beban langsung perseroan turun 9,6% atau Rp125,3 miliar di kuartal III 2021 dibandingkan tahun lalu sebagai hasil dari efisiensi operasional perseroan.
Kedua, strategi efisiensi perseroan juga diterapkan dalam lini pendukung operasi perseroan sehingga beban usaha juga turun Rp46,2 miliar di kuartal III 2021 dibandingkan tahun lalu sehingga rugi usaha perseroan di kuartal III 2021 jauh membaik dari yang sebelumnya -Rp177 miliar di tahun lalu menjadi -Rp108 miliar di tahun ini.Ketiga, salah satu lini bisnis perseroan yaitu Mobil Go yang bergerak  pada penjualan mobil bekas eks armada Bluebird, menunjukkan kinerja  yang sangat baik. Laba atas penjualan aset naik sangat signifikan dari  yang sebelumnya mencatat kerugian sebesar -Rp5,4 miliar di 9M20 menjadi  laba sebesar RP48,6 miliar di 9M21. Hal itu didorong dari peningkatan  volume dan juga perbaikan di harga jual per unit.
Keempat, ekspansi Perseroan dari sisi teknologi dengan diluncurkannya  MyBlueBird 5 dan juga kolaborasi dengan berbagai platform lain untuk  booking channel dan payment channel taksi Perseroan memberikan  fleksibilitas lebih bagi customer dalam melakukan pemesanan dan  pembayaran.
Posisi neraca dan kas perseroan di kuartal III 2021 juga semakin kuat  dibandingkan tahun lalu. Posisi kas perseroan di akhir September 2021  adalah Rp739,9 miliar dibandingkan posisi kas perseroan di 30 September  2020 yaitu sebesar Rp730,9 miliar. Sedangkan debt to equity ratio di 30  September 2021 adalah 0,3x menunjukkan posisi neraca yang sangat sehat  dan Perseroan masih memiliki ruang yang sangat lebar untuk melakukan  ekspansi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kinerja keuangan PT Blue Bird Tbk (BIRD) hingga kuartal III 2021 masih terdampak pandemi. Pasalnya, emiten taksi ini membukukan rugi bersih sebesar Rp66,3 miliar atau berhasil ditekan 58% dibandingkan kerugian di priode yang sama tahun lalu Rp158 miliar.
Selain itu, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp1,45 triliun, atau terkoreksi 6,6% dibandingkan pada kuartal tiga 2020 di mana Bluebird berhasil membukukan Rp1,55 triliun.
Baca Juga: Bisnis Transportasi Kian Ketat, KAI Gandeng Blue Bird
 
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono mengatakan, performa perseroan tahun ini masih sangat dipengaruhi oleh pandemi. Namun perbaikan signifikan pada kinerja keuangan perseroan YoY terlihat dari  rugi bersih perseroan di kuartal III 2021 membaik sekitar 58% dibandingkan kuartal III 2020.
&amp;rdquo;Kami telah belajar banyak dari tahun 2020 dalam menyikapi pembatasan mobilitas masyarakat melalui berbagai program efisiensi untuk mengurangi beban perseroan. Namun di sisi lain kami juga terus memberikan layanan yang aman nyaman dan higienis dengan menjalankan protokol kesehatan yang sangat ketat, serta memberikan kemudahan bagi customer untuk melakukan pemesanan taksi kami di berbagai platform dan semakin mengembangkan alternatif pembayaran cashless yang semakin diminati oleh masyarakat,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Gantikan Noni Purnomo, Sigit Djokosoetono Jadi Dirut Baru Blue Bird 
Perseroan memiliki EBITDA meningkat, di mana pada periode kuartal III 2021 EBITDA yang dihasilkan adalah Rp248 miliar atau naik Rp12,5 miliar dibandingkan tahun lalu. Menurut Sigit, perbaikan kinerja perseroan didukung oleh beberapa faktor antara lain, pertama, beban langsung perseroan turun 9,6% atau Rp125,3 miliar di kuartal III 2021 dibandingkan tahun lalu sebagai hasil dari efisiensi operasional perseroan.
Kedua, strategi efisiensi perseroan juga diterapkan dalam lini pendukung operasi perseroan sehingga beban usaha juga turun Rp46,2 miliar di kuartal III 2021 dibandingkan tahun lalu sehingga rugi usaha perseroan di kuartal III 2021 jauh membaik dari yang sebelumnya -Rp177 miliar di tahun lalu menjadi -Rp108 miliar di tahun ini.Ketiga, salah satu lini bisnis perseroan yaitu Mobil Go yang bergerak  pada penjualan mobil bekas eks armada Bluebird, menunjukkan kinerja  yang sangat baik. Laba atas penjualan aset naik sangat signifikan dari  yang sebelumnya mencatat kerugian sebesar -Rp5,4 miliar di 9M20 menjadi  laba sebesar RP48,6 miliar di 9M21. Hal itu didorong dari peningkatan  volume dan juga perbaikan di harga jual per unit.
Keempat, ekspansi Perseroan dari sisi teknologi dengan diluncurkannya  MyBlueBird 5 dan juga kolaborasi dengan berbagai platform lain untuk  booking channel dan payment channel taksi Perseroan memberikan  fleksibilitas lebih bagi customer dalam melakukan pemesanan dan  pembayaran.
Posisi neraca dan kas perseroan di kuartal III 2021 juga semakin kuat  dibandingkan tahun lalu. Posisi kas perseroan di akhir September 2021  adalah Rp739,9 miliar dibandingkan posisi kas perseroan di 30 September  2020 yaitu sebesar Rp730,9 miliar. Sedangkan debt to equity ratio di 30  September 2021 adalah 0,3x menunjukkan posisi neraca yang sangat sehat  dan Perseroan masih memiliki ruang yang sangat lebar untuk melakukan  ekspansi.</content:encoded></item></channel></rss>
