<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mobilitas Masyarakat Meningkat, Menko Airlangga: Tetap Waspada dan Percepat Vaksinasi</title><description>Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah  Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali tetap dilakukan setiap minggu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/02/320/2495481/mobilitas-masyarakat-meningkat-menko-airlangga-tetap-waspada-dan-percepat-vaksinasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/02/320/2495481/mobilitas-masyarakat-meningkat-menko-airlangga-tetap-waspada-dan-percepat-vaksinasi"/><item><title>Mobilitas Masyarakat Meningkat, Menko Airlangga: Tetap Waspada dan Percepat Vaksinasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/02/320/2495481/mobilitas-masyarakat-meningkat-menko-airlangga-tetap-waspada-dan-percepat-vaksinasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/02/320/2495481/mobilitas-masyarakat-meningkat-menko-airlangga-tetap-waspada-dan-percepat-vaksinasi</guid><pubDate>Selasa 02 November 2021 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/02/320/2495481/mobilitas-masyarakat-meningkat-menko-airlangga-tetap-waspada-dan-percepat-vaksinasi-DC6podOoFY.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ingatkan tetap waspada penyebaran covid-19 (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/02/320/2495481/mobilitas-masyarakat-meningkat-menko-airlangga-tetap-waspada-dan-percepat-vaksinasi-DC6podOoFY.jpeg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ingatkan tetap waspada penyebaran covid-19 (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali tetap dilakukan setiap minggu. Secara agregat nasional, penanganan pandemi Covid-19 sudah cukup terkendali, dengan jumlah kasus aktif yang terus menurun. Namun demikian, kita harus mewaspadai terjadinya tren kenaikan kasus di 131 Kabupaten/Kota dalam beberapa hari terakhir.
Kasus aktif yang terus turun dan terkendali serta pelonggaran aturan PPKM, membuat mobilitas masyarakat dan aktivitas sosial ekonomi meningkat. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto mengatakan hal itu perlu tetap diwaspadai.
Baca Juga: Jakarta PPKM Level 1, Wagub Ingatkan Potensi Penyebaran Covid-19
 
&amp;ldquo;Mobilitas masyarakat dan aktivitas sosial ekonomi meningkat, perlu kewaspadaan tinggi dan terus mendorong percepatan vaksinasi, serta kepatuhan penerapan protokol kesehatan,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua KPC-PEN.
Dalam keterangan tertulisnya Airlangga menjelaskan, secara agregat nasional, penanganan pandemi Covid-19 cukup terkendali dan jumlah kasus terus menurun. Namun demikian, Airlangga mewaspadai terjadinya tren kenaikan kasus di 131 Kabupaten/Kota dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Pandemi Covid-19 Melandai, Wapres: Tetap Waspada! 
Kasus Aktif secara nasional per 31 Oktober tercatat sebesar 12.318 kasus atau 0,3% dari total kasus, sudah turun 97,85% dari puncak 24 Juli 2021 (574.135 kasus), dan angka ini jauh di bawah rata-rata Global yang sebesar 7,4%. Kasus Konfirmasi Harian per tanggal 1 November sebanyak 403 kasus, turun dari 523 kasus pada Minggu 31 Oktober kemarin, dengan rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 619 kasus, dan tren penurunan 99,1% dari puncak kasus konfirmasi harian di 15 Juli 2021 (56.757 kasus).
Sementara, untuk perkembangan di Luar Jawa-Bali, Kasus Konfirmasi Harian per 31 Oktober 2021 adalah 129 kasus dan rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 209 kasus, dengan tren penurunan yang konsisten. Hal ini menyebabkan jumlah Kasus Aktif per 31 Oktober sebesar 6.816 kasus atau 0,4% dari total kasus, dan turun sebesar 96,9% dari puncak kasus aktif yang terjadi pada 6 Agustus 2021 lalu sebanyak 221.412 kasus.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8wMi8xLzE0MTE4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sejak awal PPKM berdasarkan level asesmen, data 9 Agustus &amp;ndash; 31  Oktober di luar Jawa-Bali menurun, dan persentase penurunan tertinggi  terjadi di wilayah Nusa Tenggara sebesar -97,97%. Untuk Tingkat  Kesembuhan (RR), persentase secara nasional adalah 96,33%, lebih tinggi  dari Global sebesar 90,56%. RR di Jawa-Bali adalah 96,30% dan Luar  Jawa-Bali adalah 96,39%. Sedangkan, Tingkat Kematian (CFR) secara  nasional yakni 3,38%, masih lebih tinggi daripada Global sebesar 2,02%.  CFR di Jawa-Bali sebesar 3,50% dan Luar Jawa-Bali yaitu 3,12%.
Apabila dilihat dari setiap wilayah pulau di Indonesia, terutama di  Luar Jawa-Bali, jumlah kasus yang sembuh (RR), kasus kematian (CFR), dan  penurunan jumlah total kasus aktif total, adalah sbb:
Sumatera: RR = 96,05% dan CFR = 3,57%, dengan penurunan (jumlah total kasus aktif) -97,47%
Nusa Tenggara: RR = 97,37% dan CFR = 2,34% dengan penurunan -97,97%
Kalimantan: RR = 96,46% dan CFR = 3,17% dengan penurunan -97,27%
Sulawesi: RR = 96,94% dan CFR = 2,63% dengan penurunan -97,00%
Maluku dan Papua: RR = 96,07% dan CFR = 1,75% dengan penurunan -90,27%
Meninjau Level Asesmen per 30 Oktober 2021 dari 27 Provinsi di Luar  Jawa-Bali tercatat bahwa tidak ada Provinsi Level 4; tidak ada Provinsi  Level 3; 24 Provinsi Level 2; serta 3 Provinsi Level 1 yaitu Sumatera  Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau.
Sementara, jika dilihat masing-masing Kabupaten/Kota, maka tidak ada  Kabupaten/Kota yang masuk Level 4; 12 Kabupaten/Kota Level 3; 238  Kabupaten/Kota Level 2; dan 136 Kabupaten/Kota masuk di Level 1.</description><content:encoded>JAKARTA - Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali tetap dilakukan setiap minggu. Secara agregat nasional, penanganan pandemi Covid-19 sudah cukup terkendali, dengan jumlah kasus aktif yang terus menurun. Namun demikian, kita harus mewaspadai terjadinya tren kenaikan kasus di 131 Kabupaten/Kota dalam beberapa hari terakhir.
Kasus aktif yang terus turun dan terkendali serta pelonggaran aturan PPKM, membuat mobilitas masyarakat dan aktivitas sosial ekonomi meningkat. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto mengatakan hal itu perlu tetap diwaspadai.
Baca Juga: Jakarta PPKM Level 1, Wagub Ingatkan Potensi Penyebaran Covid-19
 
&amp;ldquo;Mobilitas masyarakat dan aktivitas sosial ekonomi meningkat, perlu kewaspadaan tinggi dan terus mendorong percepatan vaksinasi, serta kepatuhan penerapan protokol kesehatan,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua KPC-PEN.
Dalam keterangan tertulisnya Airlangga menjelaskan, secara agregat nasional, penanganan pandemi Covid-19 cukup terkendali dan jumlah kasus terus menurun. Namun demikian, Airlangga mewaspadai terjadinya tren kenaikan kasus di 131 Kabupaten/Kota dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Pandemi Covid-19 Melandai, Wapres: Tetap Waspada! 
Kasus Aktif secara nasional per 31 Oktober tercatat sebesar 12.318 kasus atau 0,3% dari total kasus, sudah turun 97,85% dari puncak 24 Juli 2021 (574.135 kasus), dan angka ini jauh di bawah rata-rata Global yang sebesar 7,4%. Kasus Konfirmasi Harian per tanggal 1 November sebanyak 403 kasus, turun dari 523 kasus pada Minggu 31 Oktober kemarin, dengan rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 619 kasus, dan tren penurunan 99,1% dari puncak kasus konfirmasi harian di 15 Juli 2021 (56.757 kasus).
Sementara, untuk perkembangan di Luar Jawa-Bali, Kasus Konfirmasi Harian per 31 Oktober 2021 adalah 129 kasus dan rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 209 kasus, dengan tren penurunan yang konsisten. Hal ini menyebabkan jumlah Kasus Aktif per 31 Oktober sebesar 6.816 kasus atau 0,4% dari total kasus, dan turun sebesar 96,9% dari puncak kasus aktif yang terjadi pada 6 Agustus 2021 lalu sebanyak 221.412 kasus.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8wMi8xLzE0MTE4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sejak awal PPKM berdasarkan level asesmen, data 9 Agustus &amp;ndash; 31  Oktober di luar Jawa-Bali menurun, dan persentase penurunan tertinggi  terjadi di wilayah Nusa Tenggara sebesar -97,97%. Untuk Tingkat  Kesembuhan (RR), persentase secara nasional adalah 96,33%, lebih tinggi  dari Global sebesar 90,56%. RR di Jawa-Bali adalah 96,30% dan Luar  Jawa-Bali adalah 96,39%. Sedangkan, Tingkat Kematian (CFR) secara  nasional yakni 3,38%, masih lebih tinggi daripada Global sebesar 2,02%.  CFR di Jawa-Bali sebesar 3,50% dan Luar Jawa-Bali yaitu 3,12%.
Apabila dilihat dari setiap wilayah pulau di Indonesia, terutama di  Luar Jawa-Bali, jumlah kasus yang sembuh (RR), kasus kematian (CFR), dan  penurunan jumlah total kasus aktif total, adalah sbb:
Sumatera: RR = 96,05% dan CFR = 3,57%, dengan penurunan (jumlah total kasus aktif) -97,47%
Nusa Tenggara: RR = 97,37% dan CFR = 2,34% dengan penurunan -97,97%
Kalimantan: RR = 96,46% dan CFR = 3,17% dengan penurunan -97,27%
Sulawesi: RR = 96,94% dan CFR = 2,63% dengan penurunan -97,00%
Maluku dan Papua: RR = 96,07% dan CFR = 1,75% dengan penurunan -90,27%
Meninjau Level Asesmen per 30 Oktober 2021 dari 27 Provinsi di Luar  Jawa-Bali tercatat bahwa tidak ada Provinsi Level 4; tidak ada Provinsi  Level 3; 24 Provinsi Level 2; serta 3 Provinsi Level 1 yaitu Sumatera  Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau.
Sementara, jika dilihat masing-masing Kabupaten/Kota, maka tidak ada  Kabupaten/Kota yang masuk Level 4; 12 Kabupaten/Kota Level 3; 238  Kabupaten/Kota Level 2; dan 136 Kabupaten/Kota masuk di Level 1.</content:encoded></item></channel></rss>
