<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>28 Perusahaan Bakal Serbu BEI Jelang Akhir Tahun</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih ada 28 perusahaan yang bisa  melantai di bursa melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/03/278/2496019/28-perusahaan-bakal-serbu-bei-jelang-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/03/278/2496019/28-perusahaan-bakal-serbu-bei-jelang-akhir-tahun"/><item><title>28 Perusahaan Bakal Serbu BEI Jelang Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/03/278/2496019/28-perusahaan-bakal-serbu-bei-jelang-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/03/278/2496019/28-perusahaan-bakal-serbu-bei-jelang-akhir-tahun</guid><pubDate>Rabu 03 November 2021 12:49 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/03/278/2496019/28-perusahaan-bakal-serbu-bei-jelang-akhir-tahun-ZQowc5Ymyh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">28 Perusahaan antre IPO hingga akhir tahun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/03/278/2496019/28-perusahaan-bakal-serbu-bei-jelang-akhir-tahun-ZQowc5Ymyh.jpg</image><title>28 Perusahaan antre IPO hingga akhir tahun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih ada 28 perusahaan yang bisa melantai di bursa melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO) jelang tutup tahun. Saat ini, 28 perusahaan masih dalam proses evaluasi.
&quot;Saat ini masih ada 28 perusahaan dalam antrian di pipeline saham BEI. Berdasarkan catatan kami, sebagian besar perusahaan tersebut menggunakan Laporan Keuangan tahun 2021, dan saat ini masih dalam proses evaluasi serta kesiapan dari lembaga dan profesi penunjangnya. Tentunya kami mengharapkan semuanya bisa tercatat pada tahun ini,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, Rabu (3/11/2021).
Baca Juga: Saham BOBA Tembus ARA di Perdagangan Perdana
 
Nyoman menyampaikan adanya momentum dan antusiasme para pelaku usaha yang terus berlangsung untuk melakukan penggalangan di pasar modal, diharapkan dapat mendukung pencapaian IPO tahun ini melebihi pencapaian pada tahun lalu.
Sejak awal tahun hingga 1 November 2021 sebanyak 40 perusahaan telah mencatatkan saham di BEI dengan dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp32,27 triliun.
Baca Juga: Formosa Ingredient Factory IPO Hari Ini, Intip Profilnya
Sepanjang kuartal II 2021, lanjut dia, pencatatan saham baru di BEI masih unggul dibandingkan bursa-bursa di ASEAN. Hal itu menunjukkan animo perusahaan dan pasar yang baik dalam kondisi yang dinamis seperti sekarang ini.
&quot;Tentunya hal ini juga didukung oleh kebijakan pemerintah dan regulator pasar modal dalam menciptakan iklim investasi yang baik serta optimisme pasar atas pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Kondisi tersebut diharapkan juga turut sebagai pendukung pencapaian kami di tahun ini,&quot; ujar Nyoman.Sebanyak 28 perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di BEI  diperkirakan akan menghimpun dana sebesar Rp31,27 triliun. Berdasarkan  klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline yang  merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, sebanyak tiga perusahaan aset  skala kecil (aset di bawah Rp50 miliar), sembilan perusahaan aset skala  menengah (aset antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar), dan 16  perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp250 miliar).
Adapun rincian adalah dua perusahaan dari sektor barang baku, dua  perusahaan dari sektor perindustrian, satu perusahaan dari sektor  transportasi &amp;amp; logistik, lima perusahaan dari sektor barang konsumen  primer, delapan perusahaan dari sektor barang konsumen nonprimer, dua  perusahaan dari sektor teknologi, tiga perusahaan dari sektor energi,  satu perusahaan dari sektor keuangan, satu perusahaan dari sektor  properti &amp;amp; real estat, dan tiga perusahaan dari sektor  infrastruktur.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih ada 28 perusahaan yang bisa melantai di bursa melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO) jelang tutup tahun. Saat ini, 28 perusahaan masih dalam proses evaluasi.
&quot;Saat ini masih ada 28 perusahaan dalam antrian di pipeline saham BEI. Berdasarkan catatan kami, sebagian besar perusahaan tersebut menggunakan Laporan Keuangan tahun 2021, dan saat ini masih dalam proses evaluasi serta kesiapan dari lembaga dan profesi penunjangnya. Tentunya kami mengharapkan semuanya bisa tercatat pada tahun ini,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, Rabu (3/11/2021).
Baca Juga: Saham BOBA Tembus ARA di Perdagangan Perdana
 
Nyoman menyampaikan adanya momentum dan antusiasme para pelaku usaha yang terus berlangsung untuk melakukan penggalangan di pasar modal, diharapkan dapat mendukung pencapaian IPO tahun ini melebihi pencapaian pada tahun lalu.
Sejak awal tahun hingga 1 November 2021 sebanyak 40 perusahaan telah mencatatkan saham di BEI dengan dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp32,27 triliun.
Baca Juga: Formosa Ingredient Factory IPO Hari Ini, Intip Profilnya
Sepanjang kuartal II 2021, lanjut dia, pencatatan saham baru di BEI masih unggul dibandingkan bursa-bursa di ASEAN. Hal itu menunjukkan animo perusahaan dan pasar yang baik dalam kondisi yang dinamis seperti sekarang ini.
&quot;Tentunya hal ini juga didukung oleh kebijakan pemerintah dan regulator pasar modal dalam menciptakan iklim investasi yang baik serta optimisme pasar atas pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Kondisi tersebut diharapkan juga turut sebagai pendukung pencapaian kami di tahun ini,&quot; ujar Nyoman.Sebanyak 28 perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di BEI  diperkirakan akan menghimpun dana sebesar Rp31,27 triliun. Berdasarkan  klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline yang  merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, sebanyak tiga perusahaan aset  skala kecil (aset di bawah Rp50 miliar), sembilan perusahaan aset skala  menengah (aset antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar), dan 16  perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp250 miliar).
Adapun rincian adalah dua perusahaan dari sektor barang baku, dua  perusahaan dari sektor perindustrian, satu perusahaan dari sektor  transportasi &amp;amp; logistik, lima perusahaan dari sektor barang konsumen  primer, delapan perusahaan dari sektor barang konsumen nonprimer, dua  perusahaan dari sektor teknologi, tiga perusahaan dari sektor energi,  satu perusahaan dari sektor keuangan, satu perusahaan dari sektor  properti &amp;amp; real estat, dan tiga perusahaan dari sektor  infrastruktur.</content:encoded></item></channel></rss>
