<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut: Indonesia Siap Kurangi Emisi Karbon hingga 50%</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya target mitigasi yang lebih ambisius dalam mengurangi emisi karbon.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/03/320/2495914/menko-luhut-indonesia-siap-kurangi-emisi-karbon-hingga-50</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/03/320/2495914/menko-luhut-indonesia-siap-kurangi-emisi-karbon-hingga-50"/><item><title>Menko Luhut: Indonesia Siap Kurangi Emisi Karbon hingga 50%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/03/320/2495914/menko-luhut-indonesia-siap-kurangi-emisi-karbon-hingga-50</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/03/320/2495914/menko-luhut-indonesia-siap-kurangi-emisi-karbon-hingga-50</guid><pubDate>Rabu 03 November 2021 09:55 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/03/320/2495914/menko-luhut-indonesia-siap-kurangi-emisi-karbon-hingga-50-7FzXYZlXOi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut tegaskan Indonesia siap kurangi emisi karbon (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/03/320/2495914/menko-luhut-indonesia-siap-kurangi-emisi-karbon-hingga-50-7FzXYZlXOi.jpg</image><title>Menko Luhut tegaskan Indonesia siap kurangi emisi karbon (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya target mitigasi yang lebih ambisius dalam mengurangi emisi karbon. Hal tersebut disampaikan Menko Luhut dalam pidato resmi pertemuan  sesi Ministerial Talks COP 26 di Glasgow, Skotlandia pada Senin (1/11/2021).
Baca Juga: PLN Butuh Duit Rp7.166 Triliun untuk Beralih ke Energi Hijau
&amp;ldquo;Dan ini adalah tantangan baru bagi negara-negara pihak, yang itu berada diluar tanggung jawabnya, demi memenuhi NDC (kontribusi nasional) yang menjadi komitmen ke UNFCCC (Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa,&amp;rdquo; Ujar Menko Luhut pada pidatonya di Glasglow, Dikutip Rabu (3/11/2021).
Baca Juga: Di Hadapan CEO Dunia, Sri Mulyani Tegaskan Komitmen RI Transisi Energi
Menko Luhut menururkan pada kenyataannya, dengan kondisi yang ada saat ini, NDC dari negara-negara pihak diyakini kurang mampu untuk menahan laju pemanasan global bahkan hingga melebihi 2 derajat celcius.
&amp;ldquo;Pertama-tama, saya ingin menekankan bahwa pelaksanaan Perjanjian Paris perlu dipercepat, perlunya upaya-upaya intensif serta investasi pada ekonomi rendah karbon berkelanjutan,&amp;rdquo; ujarnya.


Menko Luhut menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia telah memperbarui  target NDC  untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dan ketahanan terhadap  perubahan iklim.
&amp;ldquo;Indonesia telah siap mengurangi emisi antara 41-50%, dengan syarat  adanya dukungan internasional yang cukup. Dan pemerintah Indonesia telah  melakukan berbagai upaya untuk memperkuat tindakan-tindakan adaptif  serta program konservasi mangrove dan gambut,&amp;rdquo; imbuhnya.
Sebagai informasi, Luhut telah mengomunikasikan strategi pembangunan rendah emisi jangka panjang kepada UNFCCC.
&amp;ldquo;Ke depan ini akan memungkinkan Indonesia mencapai puncak emisi gas  rumah kacanya pada tahun 2030 dan dengan cepat mengurangi tingkat  emisinya untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 atau  sebelumnya,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya target mitigasi yang lebih ambisius dalam mengurangi emisi karbon. Hal tersebut disampaikan Menko Luhut dalam pidato resmi pertemuan  sesi Ministerial Talks COP 26 di Glasgow, Skotlandia pada Senin (1/11/2021).
Baca Juga: PLN Butuh Duit Rp7.166 Triliun untuk Beralih ke Energi Hijau
&amp;ldquo;Dan ini adalah tantangan baru bagi negara-negara pihak, yang itu berada diluar tanggung jawabnya, demi memenuhi NDC (kontribusi nasional) yang menjadi komitmen ke UNFCCC (Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa,&amp;rdquo; Ujar Menko Luhut pada pidatonya di Glasglow, Dikutip Rabu (3/11/2021).
Baca Juga: Di Hadapan CEO Dunia, Sri Mulyani Tegaskan Komitmen RI Transisi Energi
Menko Luhut menururkan pada kenyataannya, dengan kondisi yang ada saat ini, NDC dari negara-negara pihak diyakini kurang mampu untuk menahan laju pemanasan global bahkan hingga melebihi 2 derajat celcius.
&amp;ldquo;Pertama-tama, saya ingin menekankan bahwa pelaksanaan Perjanjian Paris perlu dipercepat, perlunya upaya-upaya intensif serta investasi pada ekonomi rendah karbon berkelanjutan,&amp;rdquo; ujarnya.


Menko Luhut menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia telah memperbarui  target NDC  untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dan ketahanan terhadap  perubahan iklim.
&amp;ldquo;Indonesia telah siap mengurangi emisi antara 41-50%, dengan syarat  adanya dukungan internasional yang cukup. Dan pemerintah Indonesia telah  melakukan berbagai upaya untuk memperkuat tindakan-tindakan adaptif  serta program konservasi mangrove dan gambut,&amp;rdquo; imbuhnya.
Sebagai informasi, Luhut telah mengomunikasikan strategi pembangunan rendah emisi jangka panjang kepada UNFCCC.
&amp;ldquo;Ke depan ini akan memungkinkan Indonesia mencapai puncak emisi gas  rumah kacanya pada tahun 2030 dan dengan cepat mengurangi tingkat  emisinya untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 atau  sebelumnya,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
