<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berantas Mafia Tanah, Sofyan Djalil: dari Sekeranjang Apel Pasti Ada Satu yang Busuk</title><description>Pemberantasan mafia tanah terus dilakukan pemerintah. Apalagi pemerintah saat ini tengah gencar melakukan pemerataan pembangunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/04/470/2496593/berantas-mafia-tanah-sofyan-djalil-dari-sekeranjang-apel-pasti-ada-satu-yang-busuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/04/470/2496593/berantas-mafia-tanah-sofyan-djalil-dari-sekeranjang-apel-pasti-ada-satu-yang-busuk"/><item><title>Berantas Mafia Tanah, Sofyan Djalil: dari Sekeranjang Apel Pasti Ada Satu yang Busuk</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/04/470/2496593/berantas-mafia-tanah-sofyan-djalil-dari-sekeranjang-apel-pasti-ada-satu-yang-busuk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/04/470/2496593/berantas-mafia-tanah-sofyan-djalil-dari-sekeranjang-apel-pasti-ada-satu-yang-busuk</guid><pubDate>Kamis 04 November 2021 13:15 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/04/470/2496593/berantas-mafia-tanah-sofyan-djalil-dari-sekeranjang-apel-pasti-ada-satu-yang-busuk-JBHjx4PsDX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ATR sebut pemerintah berantas mafia tanah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/04/470/2496593/berantas-mafia-tanah-sofyan-djalil-dari-sekeranjang-apel-pasti-ada-satu-yang-busuk-JBHjx4PsDX.jpg</image><title>Menteri ATR sebut pemerintah berantas mafia tanah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemberantasan mafia tanah terus dilakukan pemerintah. Apalagi pemerintah saat ini tengah gencar melakukan pemerataan pembangunan hingga daerah.
Pemerataan pembangunan yang sedang digencarkan pemerintah memberikan ruang gerak luas pada para mafia-mafia tanah yang menggangu kelangsungan pembangunan tersebut.
Baca Juga: Sofyan Djalil Akui Sulit Berantas Mafia Tanah jika Ada Oknum Pejabat Terlibat
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A Djalil mengatakan mafia tanah saat ini merajalela karena luas jaringannya dari berbagai pihak, baik jaringan dari dalam tubuh pemerintah, kementerian, penegak hukum, sampai pengadilan.
&quot;BPN ini cukup besar organisasinya, ada 40 ribu orang, dalam organisasi besar seperti ini, pepatah mengatakan, dalam keranjang apel yang besar pasti ada satu dua apel yang busuk,&quot; ujarnya dalam Market Review IDXChanel, Kamis (4/11/2021).
Baca Juga: Polisi Tangkap Sindikat Mafia Tanah di Tangsel, Kuras Harta Korban Rp805 Juta
Sofyan Djalil mengatakan banyak ASN di Kementerian ATR/BPN mencari penghasilan samping dengan bekerja sama oleh mafia tanah. Dirinya memberikan contoh semisal sertifikat warga milik A diubah menjadi milik B, kemudian mafia ini mengajak ke pengadilan, namun dipengadilan juga sudah ada oknum hakim yang kadang kongkalikong dengan mafia tanah, seperti mengadili tanpa menghadirkan para pihak terkait.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8xOS8xLzE0MDU4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Jadi mafia tanah juga bekerjasama dengan oknum hakim, kemudian  mengadili sebuah perkara, namun yang bersangkutan tidak dipanggil  kepengadilan, dengan alasan teknis seperti tidak diketahui alamat,  padahal itu adalah bagian skenario mafia tanah, anda dua kali siang  tidak ada, diketok (palu pengadilan),&quot; sambung Sofyan Djalil.
Hal itu merupakan salah satu contoh yang diberikan Sofyan Djalil  bagaimana cara kerja mafia tanah, selanjutnya ada lagi oknum mafia tanah  yang sudah bekerjasama dengan para pengacara.
&quot;Jadi oknum mafia ini terjadi di semua lini, memang ada oknum-oknum  yang membacking, jadi memang negeri kita ini masih jauh dari tertib yang  kita inginkan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemberantasan mafia tanah terus dilakukan pemerintah. Apalagi pemerintah saat ini tengah gencar melakukan pemerataan pembangunan hingga daerah.
Pemerataan pembangunan yang sedang digencarkan pemerintah memberikan ruang gerak luas pada para mafia-mafia tanah yang menggangu kelangsungan pembangunan tersebut.
Baca Juga: Sofyan Djalil Akui Sulit Berantas Mafia Tanah jika Ada Oknum Pejabat Terlibat
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A Djalil mengatakan mafia tanah saat ini merajalela karena luas jaringannya dari berbagai pihak, baik jaringan dari dalam tubuh pemerintah, kementerian, penegak hukum, sampai pengadilan.
&quot;BPN ini cukup besar organisasinya, ada 40 ribu orang, dalam organisasi besar seperti ini, pepatah mengatakan, dalam keranjang apel yang besar pasti ada satu dua apel yang busuk,&quot; ujarnya dalam Market Review IDXChanel, Kamis (4/11/2021).
Baca Juga: Polisi Tangkap Sindikat Mafia Tanah di Tangsel, Kuras Harta Korban Rp805 Juta
Sofyan Djalil mengatakan banyak ASN di Kementerian ATR/BPN mencari penghasilan samping dengan bekerja sama oleh mafia tanah. Dirinya memberikan contoh semisal sertifikat warga milik A diubah menjadi milik B, kemudian mafia ini mengajak ke pengadilan, namun dipengadilan juga sudah ada oknum hakim yang kadang kongkalikong dengan mafia tanah, seperti mengadili tanpa menghadirkan para pihak terkait.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8xOS8xLzE0MDU4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Jadi mafia tanah juga bekerjasama dengan oknum hakim, kemudian  mengadili sebuah perkara, namun yang bersangkutan tidak dipanggil  kepengadilan, dengan alasan teknis seperti tidak diketahui alamat,  padahal itu adalah bagian skenario mafia tanah, anda dua kali siang  tidak ada, diketok (palu pengadilan),&quot; sambung Sofyan Djalil.
Hal itu merupakan salah satu contoh yang diberikan Sofyan Djalil  bagaimana cara kerja mafia tanah, selanjutnya ada lagi oknum mafia tanah  yang sudah bekerjasama dengan para pengacara.
&quot;Jadi oknum mafia ini terjadi di semua lini, memang ada oknum-oknum  yang membacking, jadi memang negeri kita ini masih jauh dari tertib yang  kita inginkan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
