<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Menguat Tekan Euro hingga Sterling</title><description>Indeks dolar menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2496980/indeks-dolar-as-menguat-tekan-euro-hingga-sterling</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2496980/indeks-dolar-as-menguat-tekan-euro-hingga-sterling"/><item><title>Indeks Dolar AS Menguat Tekan Euro hingga Sterling</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2496980/indeks-dolar-as-menguat-tekan-euro-hingga-sterling</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2496980/indeks-dolar-as-menguat-tekan-euro-hingga-sterling</guid><pubDate>Jum'at 05 November 2021 06:26 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/05/320/2496980/indeks-dolar-as-menguat-tekan-euro-hingga-sterling-v2ke9pqbD1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS menguat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/05/320/2496980/indeks-dolar-as-menguat-tekan-euro-hingga-sterling-v2ke9pqbD1.jpg</image><title>Dolar AS menguat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks dolar menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar menguat karena investor mengatur ulang ekspektasi kebijakan moneter setelah Federal Reserve mengulangi bahwa pihaknya melihat inflasi tinggi.
The Fed mengumumkan pemotongan bulanan 15 miliar dolar AS menjadi 120 miliar dolar AS dalam pembelian aset bulanan, tetapi Ketua Jerome Powell mengatakan dia tidak terburu-buru untuk menaikkan biaya pinjaman.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Melemah Imbas Pengurangan Stimulus The Fed
 
&quot;Pasar benar-benar harus mengatur ulang dirinya sendiri sejauh seberapa cepat beberapa bank sentral utama ini akan mengetatkan kebijakan,&quot; kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda.
Sementara The Fed mungkin masih tertinggal dari beberapa rekan-rekannya dalam menaikkan suku bunga, kebijakan akomodatifnya akan memacu pertumbuhan ekonomi dan melanjutkan tema luar biasa Amerika keluar dari pandemi, mendukung greenback, katanya.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Naik Tipis Menanti Keputusan Fed
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya berayun kembali dari terendah 93,80 tak lama setelah pengumuman Fed pada Rabu (3/11) ke 94.327 pada Kamis (4/11) pukul 15.30 waktu setempat.
&quot;Saya pikir kebanyakan orang akan mencari penurunan untuk membeli dolar,&quot; kata Kit Juckes, ahli strategi makro di Societe Generale.Kurangnya penurunan suku bunga BoE mengirim sterling, yang awalnya  memimpin kenaikan terhadap dolar setelah The Fed, jatuh. Sterling  terakhir merosot 1,33% pada 1,3502 dolar AS, level terendah versus  greenback sejak 1 Oktober, bahkan ketika bank sentral Inggris  mempertahankan prospek kebijakan moneter yang lebih ketat.
&quot;Keputusan suku bunga BoE jauh lebih berdampak di pasar valas  daripada keputusan FOMC,&quot; kata Kathy Lien, direktur pelaksana di BK  Asset Management.
&quot;The Fed memberi pasar banyak waktu untuk mendiskon tapering. Mereka  sangat efektif dalam panduan ke depan mereka. Bank sentral Inggris, di  sisi lain, telah hawkish dan fakta bahwa mereka tidak memberikan  hawkishness hari ini bertentangan dengan harapan pasar,&quot; katanya.
Euro, dengan ECB terlihat jauh di belakang bank sentral utama lainnya  dalam pengetatan, merosot serendah 1,1528 dolar AS, terlemah sejak 12  Oktober, ketika mata uang bersama mencapai level terlemah sejak akhir  Juli 2020, di 1,1522 dolar AS. Euro terakhir turun 0,57% terhadap dolar  di 1,1546 dolar AS.
Dolar Aussie kehilangan 0,62% menjadi 0,7402 dolar AS, tergelincir  lebih jauh dari Selasa (2/11) ketika bank sentral Australia mengadopsi  nada dovish pada pertemuan utamanya.
Di dunia mata uang kripto, bitcoin turun 2,69% pada 61.236,61 dolar  AS, setelah sebagian besar diperdagangkan menyamping sejak mencapai  tertinggi sepanjang masa di atas 67.000 dolar AS bulan lalu.
Ether, uang kripto terbesar kedua, turun 2,75% pada 4.480,34 dolar  AS, setelah mencapai rekor tertinggi 4.670,81 dolar AS pada Rabu (3/11).</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks dolar menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar menguat karena investor mengatur ulang ekspektasi kebijakan moneter setelah Federal Reserve mengulangi bahwa pihaknya melihat inflasi tinggi.
The Fed mengumumkan pemotongan bulanan 15 miliar dolar AS menjadi 120 miliar dolar AS dalam pembelian aset bulanan, tetapi Ketua Jerome Powell mengatakan dia tidak terburu-buru untuk menaikkan biaya pinjaman.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Melemah Imbas Pengurangan Stimulus The Fed
 
&quot;Pasar benar-benar harus mengatur ulang dirinya sendiri sejauh seberapa cepat beberapa bank sentral utama ini akan mengetatkan kebijakan,&quot; kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda.
Sementara The Fed mungkin masih tertinggal dari beberapa rekan-rekannya dalam menaikkan suku bunga, kebijakan akomodatifnya akan memacu pertumbuhan ekonomi dan melanjutkan tema luar biasa Amerika keluar dari pandemi, mendukung greenback, katanya.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Naik Tipis Menanti Keputusan Fed
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya berayun kembali dari terendah 93,80 tak lama setelah pengumuman Fed pada Rabu (3/11) ke 94.327 pada Kamis (4/11) pukul 15.30 waktu setempat.
&quot;Saya pikir kebanyakan orang akan mencari penurunan untuk membeli dolar,&quot; kata Kit Juckes, ahli strategi makro di Societe Generale.Kurangnya penurunan suku bunga BoE mengirim sterling, yang awalnya  memimpin kenaikan terhadap dolar setelah The Fed, jatuh. Sterling  terakhir merosot 1,33% pada 1,3502 dolar AS, level terendah versus  greenback sejak 1 Oktober, bahkan ketika bank sentral Inggris  mempertahankan prospek kebijakan moneter yang lebih ketat.
&quot;Keputusan suku bunga BoE jauh lebih berdampak di pasar valas  daripada keputusan FOMC,&quot; kata Kathy Lien, direktur pelaksana di BK  Asset Management.
&quot;The Fed memberi pasar banyak waktu untuk mendiskon tapering. Mereka  sangat efektif dalam panduan ke depan mereka. Bank sentral Inggris, di  sisi lain, telah hawkish dan fakta bahwa mereka tidak memberikan  hawkishness hari ini bertentangan dengan harapan pasar,&quot; katanya.
Euro, dengan ECB terlihat jauh di belakang bank sentral utama lainnya  dalam pengetatan, merosot serendah 1,1528 dolar AS, terlemah sejak 12  Oktober, ketika mata uang bersama mencapai level terlemah sejak akhir  Juli 2020, di 1,1522 dolar AS. Euro terakhir turun 0,57% terhadap dolar  di 1,1546 dolar AS.
Dolar Aussie kehilangan 0,62% menjadi 0,7402 dolar AS, tergelincir  lebih jauh dari Selasa (2/11) ketika bank sentral Australia mengadopsi  nada dovish pada pertemuan utamanya.
Di dunia mata uang kripto, bitcoin turun 2,69% pada 61.236,61 dolar  AS, setelah sebagian besar diperdagangkan menyamping sejak mencapai  tertinggi sepanjang masa di atas 67.000 dolar AS bulan lalu.
Ether, uang kripto terbesar kedua, turun 2,75% pada 4.480,34 dolar  AS, setelah mencapai rekor tertinggi 4.670,81 dolar AS pada Rabu (3/11).</content:encoded></item></channel></rss>
