<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Tumbuh 3,48% di Kuartal III-2021   </title><description>Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 diperkirakan mencapai 3,48%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2496995/pertumbuhan-ekonomi-diprediksi-tumbuh-3-48-di-kuartal-iii-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2496995/pertumbuhan-ekonomi-diprediksi-tumbuh-3-48-di-kuartal-iii-2021"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Tumbuh 3,48% di Kuartal III-2021   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2496995/pertumbuhan-ekonomi-diprediksi-tumbuh-3-48-di-kuartal-iii-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2496995/pertumbuhan-ekonomi-diprediksi-tumbuh-3-48-di-kuartal-iii-2021</guid><pubDate>Jum'at 05 November 2021 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/05/320/2496995/pertumbuhan-ekonomi-diprediksi-tumbuh-3-48-di-kuartal-iii-2021-JLWI6FqiBT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III Diprediksi 3,48%. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/05/320/2496995/pertumbuhan-ekonomi-diprediksi-tumbuh-3-48-di-kuartal-iii-2021-JLWI6FqiBT.jpg</image><title>Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III Diprediksi 3,48%. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 diperkirakan mencapai 3,48% (year on year /yoy). Namun capaian tersebut turun jika dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 7,07% yoy.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan berkisar 3,44% yoy dari kuartal sebelumnya 5,93% yoy. Perlambatan laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh penurunan mobilitas masyarat sepanjang kuartal III dibandingkan dengan kuartal II, mengingat pemerintah memberlakukan PPKM Darurat yang dilanjutkan PPKM Level 3&amp;amp;4 pada kuartal III.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mendag Sebut Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Masa Datang Adalah Digital
&quot;Penurunan mobilitas masyarakat tersebut berpengaruh terhadap penurunan indeks kepercayaan konsumen dan penjualan eceran,&quot; katanya saat dihubungi MNC Jakarta, Jumat (5/11/2021).
Dari konsumsi barang tahan lama/durable goods, pertumbuhan penjualan mobil ritel tercatat naik sekitar 82% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 194% yoy. Penjualan motor sepanjang kuartal II-2021 juga mengalami pertumbuhan signifikan yakni 32% yoy dari kuartal sebelumnya 269% yoy.
Meskipun demikian, impor barang konsumsi sepanjang kuartal III tahun 2021 tercatat tumbuh positif sebesar 54,7% yoy, meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tumbuh 31,5% yoy.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4%-5% di Kuartal III
Pertumbuhan PMTB/Investasi pada kuartal ketiga 2021 diperkirakan tumbuh di kisaran 5,6%yoy, melambat dari kuartal sebelumnya yang tercatat 7,54%. Perlambatan ini dapat terindikasi pertumbuhan konsumsi semen yang tercatat 3,3% yoy pada Jul hingga September dari kuartal sebelumnya sebesar 12,2% yoy.
&quot;Meskipun demikian, investasi non-bangunan cenderung meningkat terindikasi dari penjualan alat berat pada 3Q21 yang tercatat 179%yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 107,3%yoy,&quot; katanyaKonsumsi pemerintah diperkirakan cenderung melambat menjadi -2,72%yoy sejalan dengan belanja pemerintah pada Juli-September 21 yang tercatat -17,5%yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 5%yoy.
Laju pertumbuhan belanja barang, belanja modal dan belanja pegawai cenderung melambat dari laju pertumbuhannya pada kuartal sebelumnya. Hanya belanja pembayaran bunga utang yang tercatat meningkat pada kuartal III-2021.
Sementara itu, net expor juga diperkirakan tumbuh solid sejalan dengan laju pertumbuhan ekspor non-migas yang meningkat ditopang oleh tren kenaikan harga komoditas global. Jadi, pendorong utama perekonomian kuartal III-2021 masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi dan net ekspor.
Lebih lanjut, sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat pada awal kuartal IV-2021 dan didukung juga oleh kebijakan penurunan PPKM level oleh pemerintah di berbagai daerah, maka pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2021 diperkirakan akan meningkat dibandingkan kuartal III-2021. Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi masih berada di kisaran 3,4-3,8%.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 diperkirakan mencapai 3,48% (year on year /yoy). Namun capaian tersebut turun jika dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 7,07% yoy.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan berkisar 3,44% yoy dari kuartal sebelumnya 5,93% yoy. Perlambatan laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh penurunan mobilitas masyarat sepanjang kuartal III dibandingkan dengan kuartal II, mengingat pemerintah memberlakukan PPKM Darurat yang dilanjutkan PPKM Level 3&amp;amp;4 pada kuartal III.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mendag Sebut Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Masa Datang Adalah Digital
&quot;Penurunan mobilitas masyarakat tersebut berpengaruh terhadap penurunan indeks kepercayaan konsumen dan penjualan eceran,&quot; katanya saat dihubungi MNC Jakarta, Jumat (5/11/2021).
Dari konsumsi barang tahan lama/durable goods, pertumbuhan penjualan mobil ritel tercatat naik sekitar 82% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 194% yoy. Penjualan motor sepanjang kuartal II-2021 juga mengalami pertumbuhan signifikan yakni 32% yoy dari kuartal sebelumnya 269% yoy.
Meskipun demikian, impor barang konsumsi sepanjang kuartal III tahun 2021 tercatat tumbuh positif sebesar 54,7% yoy, meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tumbuh 31,5% yoy.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4%-5% di Kuartal III
Pertumbuhan PMTB/Investasi pada kuartal ketiga 2021 diperkirakan tumbuh di kisaran 5,6%yoy, melambat dari kuartal sebelumnya yang tercatat 7,54%. Perlambatan ini dapat terindikasi pertumbuhan konsumsi semen yang tercatat 3,3% yoy pada Jul hingga September dari kuartal sebelumnya sebesar 12,2% yoy.
&quot;Meskipun demikian, investasi non-bangunan cenderung meningkat terindikasi dari penjualan alat berat pada 3Q21 yang tercatat 179%yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 107,3%yoy,&quot; katanyaKonsumsi pemerintah diperkirakan cenderung melambat menjadi -2,72%yoy sejalan dengan belanja pemerintah pada Juli-September 21 yang tercatat -17,5%yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 5%yoy.
Laju pertumbuhan belanja barang, belanja modal dan belanja pegawai cenderung melambat dari laju pertumbuhannya pada kuartal sebelumnya. Hanya belanja pembayaran bunga utang yang tercatat meningkat pada kuartal III-2021.
Sementara itu, net expor juga diperkirakan tumbuh solid sejalan dengan laju pertumbuhan ekspor non-migas yang meningkat ditopang oleh tren kenaikan harga komoditas global. Jadi, pendorong utama perekonomian kuartal III-2021 masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi dan net ekspor.
Lebih lanjut, sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat pada awal kuartal IV-2021 dan didukung juga oleh kebijakan penurunan PPKM level oleh pemerintah di berbagai daerah, maka pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2021 diperkirakan akan meningkat dibandingkan kuartal III-2021. Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi masih berada di kisaran 3,4-3,8%.</content:encoded></item></channel></rss>
