<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Rebound USD29,6</title><description>Harga emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2497014/harga-emas-berjangka-rebound-usd29-6</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2497014/harga-emas-berjangka-rebound-usd29-6"/><item><title>Harga Emas Berjangka Rebound USD29,6</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2497014/harga-emas-berjangka-rebound-usd29-6</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2497014/harga-emas-berjangka-rebound-usd29-6</guid><pubDate>Jum'at 05 November 2021 07:59 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/05/320/2497014/harga-emas-berjangka-rebound-usd29-6-FgCC1TnzA6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/05/320/2497014/harga-emas-berjangka-rebound-usd29-6-FgCC1TnzA6.jpg</image><title>Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas bangkit dari penurunan dua sesi sebelumnya dan bersiap untuk hari terbaiknya dalam tiga minggu setelah Federal Reserve AS dan bank sentral Inggris (BoE) mengindikasikan bahwa mereka tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD29,6 atau 1,68%, menjadi ditutup pada USD1.793,50 per ounce.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Lagi, Kini Dipatok Rp927.000/Gram
 
The Fed mengindikasikan bahwa mereka mungkin tidak akan mengacaukan suku bunga, dan itu bullish untuk logam mulia, kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
Bank sentral AS pada Rabu (3/11) mengisyaratkan bahwa mereka akan tetap bersabar tentang kenaikan suku bunga dan akan mulai memangkas program pembelian obligasi besar-besaran bulan ini.
Baca Juga: Harga Emas Berjangka Anjlok 1%
Setelah itu, bank sentral Inggris mempertahankan suku bunga tak berubah pada Kamis (4/11), mematahkan ekspektasi untuk kenaikan yang akan menjadikannya bank sentral besar pertama di dunia yang menaikkan suku bunga setelah pandemi.&quot;Bank sentral Inggris membiarkan suku bunga tidak berubah semalam  menunjukkan bank sentral saat ini tidak memiliki selera untuk suku bunga  yang lebih tinggi,&quot; kata Haberkorn, menambahkan bahwa emas pada Jumat  bisa bergerak menuju 1.800 dolar AS hanya berdasarkan sentimen dan  teknis.
Kebijakan moneter AS yang sangat longgar telah membantu mendorong  emas naik tajam sejak krisis keuangan akhir 2000-an, karena suku bunga  rendah mengurangi peluang kerugian memegang aset yang tidak memberikan  imbal hasil dan kekhawatiran inflasi memicu permintaan untuk lindung  nilai.
Analis independen Ross Norman mengatakan permintaan fisik yang kuat  untuk emas juga mendukung pasar, karena festival Diwali India umumnya  meningkatkan penjualan logam mulia.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 68 sen atau  2,93%, menjadi ditutup pada USD23,911 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Januari naik USD6,8 atau 0,67%, menjadi ditutup pada  USD1.029,3 per ounce.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas bangkit dari penurunan dua sesi sebelumnya dan bersiap untuk hari terbaiknya dalam tiga minggu setelah Federal Reserve AS dan bank sentral Inggris (BoE) mengindikasikan bahwa mereka tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD29,6 atau 1,68%, menjadi ditutup pada USD1.793,50 per ounce.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Lagi, Kini Dipatok Rp927.000/Gram
 
The Fed mengindikasikan bahwa mereka mungkin tidak akan mengacaukan suku bunga, dan itu bullish untuk logam mulia, kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
Bank sentral AS pada Rabu (3/11) mengisyaratkan bahwa mereka akan tetap bersabar tentang kenaikan suku bunga dan akan mulai memangkas program pembelian obligasi besar-besaran bulan ini.
Baca Juga: Harga Emas Berjangka Anjlok 1%
Setelah itu, bank sentral Inggris mempertahankan suku bunga tak berubah pada Kamis (4/11), mematahkan ekspektasi untuk kenaikan yang akan menjadikannya bank sentral besar pertama di dunia yang menaikkan suku bunga setelah pandemi.&quot;Bank sentral Inggris membiarkan suku bunga tidak berubah semalam  menunjukkan bank sentral saat ini tidak memiliki selera untuk suku bunga  yang lebih tinggi,&quot; kata Haberkorn, menambahkan bahwa emas pada Jumat  bisa bergerak menuju 1.800 dolar AS hanya berdasarkan sentimen dan  teknis.
Kebijakan moneter AS yang sangat longgar telah membantu mendorong  emas naik tajam sejak krisis keuangan akhir 2000-an, karena suku bunga  rendah mengurangi peluang kerugian memegang aset yang tidak memberikan  imbal hasil dan kekhawatiran inflasi memicu permintaan untuk lindung  nilai.
Analis independen Ross Norman mengatakan permintaan fisik yang kuat  untuk emas juga mendukung pasar, karena festival Diwali India umumnya  meningkatkan penjualan logam mulia.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 68 sen atau  2,93%, menjadi ditutup pada USD23,911 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Januari naik USD6,8 atau 0,67%, menjadi ditutup pada  USD1.029,3 per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
