<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III-2021 Capai 3,51%</title><description>Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 tercatat sebesar 3,51% (yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2497054/breaking-news-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-kuartal-iii-2021-capai-3-51</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2497054/breaking-news-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-kuartal-iii-2021-capai-3-51"/><item><title>Breaking News: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III-2021 Capai 3,51%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2497054/breaking-news-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-kuartal-iii-2021-capai-3-51</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2497054/breaking-news-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-kuartal-iii-2021-capai-3-51</guid><pubDate>Jum'at 05 November 2021 09:23 WIB</pubDate><dc:creator>Zikra Mulia Irawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/05/320/2497054/breaking-news-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-kuartal-iii-2021-capai-3-51-SXJ5CQv7Tx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 capai 3,51% (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/05/320/2497054/breaking-news-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-kuartal-iii-2021-capai-3-51-SXJ5CQv7Tx.jpg</image><title>Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 capai 3,51% (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 tercatat sebesar 3,51% (yoy) jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020. Sementara itu jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021, ekonomi tumbuh 1,55% (qtq).
&quot;Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I sampai dengan III 2021 sebesar 3,24% (yoy),&quot; kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi virtual, Jumat (5/11/2021).
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Tumbuh 3,48% di Kuartal III-2021 
 
Sebelumnya, Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan berkisar 3,44% yoy dari kuartal sebelumnya 5,93% yoy. Perlambatan laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh penurunan mobilitas masyarat sepanjang kuartal III dibandingkan dengan kuartal II, mengingat pemerintah memberlakukan PPKM Darurat yang dilanjutkan PPKM Level 3&amp;amp;4 pada kuartal III.
&quot;Penurunan mobilitas masyarakat tersebut berpengaruh terhadap penurunan indeks kepercayaan konsumen dan penjualan eceran,&quot; katanya.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Diramal 3,9% pada Kuartal-III 2021
Dari konsumsi barang tahan lama/durable goods, pertumbuhan penjualan mobil ritel tercatat naik sekitar 82% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 194% yoy. Penjualan motor sepanjang kuartal II-2021 juga mengalami pertumbuhan signifikan yakni 32% yoy dari kuartal sebelumnya 269% yoy.
Meskipun demikian, impor barang konsumsi sepanjang kuartal III tahun 2021 tercatat tumbuh positif sebesar 54,7% yoy, meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tumbuh 31,5% yoy.
Pertumbuhan PMTB/Investasi pada kuartal ketiga 2021 diperkirakan tumbuh di kisaran 5,6%yoy, melambat dari kuartal sebelumnya yang tercatat 7,54%. Perlambatan ini dapat terindikasi pertumbuhan konsumsi semen yang tercatat 3,3% yoy pada Jul hingga September dari kuartal sebelumnya sebesar 12,2% yoy.&quot;Meskipun demikian, investasi non-bangunan cenderung meningkat  terindikasi dari penjualan alat berat pada 3Q21 yang tercatat 179%yoy  dari kuartal sebelumnya yang tercatat 107,3%yoy,&quot; katanya.
Konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung melambat menjadi -2,72%yoy  sejalan dengan belanja pemerintah pada Juli-September 21 yang tercatat  -17,5%yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 5%yoy.
Laju pertumbuhan belanja barang, belanja modal dan belanja pegawai  cenderung melambat dari laju pertumbuhannya pada kuartal sebelumnya.  Hanya belanja pembayaran bunga utang yang tercatat meningkat pada  kuartal III-2021.
Sementara itu, net expor juga diperkirakan tumbuh solid sejalan  dengan laju pertumbuhan ekspor non-migas yang meningkat ditopang oleh  tren kenaikan harga komoditas global.
Jadi, pendorong utama perekonomian kuartal III-2021 masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi dan net ekspor.
Lebih lanjut, sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat pada  awal kuartal IV-2021 dan didukung juga oleh kebijakan penurunan PPKM  level oleh pemerintah di berbagai daerah, maka pertumbuhan ekonomi  kuartal IV-2021 diperkirakan akan meningkat dibandingkan kuartal  III-2021. Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi  masih berada di  kisaran 3,4-3,8%.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 tercatat sebesar 3,51% (yoy) jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020. Sementara itu jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021, ekonomi tumbuh 1,55% (qtq).
&quot;Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I sampai dengan III 2021 sebesar 3,24% (yoy),&quot; kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi virtual, Jumat (5/11/2021).
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Tumbuh 3,48% di Kuartal III-2021 
 
Sebelumnya, Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan berkisar 3,44% yoy dari kuartal sebelumnya 5,93% yoy. Perlambatan laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh penurunan mobilitas masyarat sepanjang kuartal III dibandingkan dengan kuartal II, mengingat pemerintah memberlakukan PPKM Darurat yang dilanjutkan PPKM Level 3&amp;amp;4 pada kuartal III.
&quot;Penurunan mobilitas masyarakat tersebut berpengaruh terhadap penurunan indeks kepercayaan konsumen dan penjualan eceran,&quot; katanya.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Diramal 3,9% pada Kuartal-III 2021
Dari konsumsi barang tahan lama/durable goods, pertumbuhan penjualan mobil ritel tercatat naik sekitar 82% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 194% yoy. Penjualan motor sepanjang kuartal II-2021 juga mengalami pertumbuhan signifikan yakni 32% yoy dari kuartal sebelumnya 269% yoy.
Meskipun demikian, impor barang konsumsi sepanjang kuartal III tahun 2021 tercatat tumbuh positif sebesar 54,7% yoy, meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tumbuh 31,5% yoy.
Pertumbuhan PMTB/Investasi pada kuartal ketiga 2021 diperkirakan tumbuh di kisaran 5,6%yoy, melambat dari kuartal sebelumnya yang tercatat 7,54%. Perlambatan ini dapat terindikasi pertumbuhan konsumsi semen yang tercatat 3,3% yoy pada Jul hingga September dari kuartal sebelumnya sebesar 12,2% yoy.&quot;Meskipun demikian, investasi non-bangunan cenderung meningkat  terindikasi dari penjualan alat berat pada 3Q21 yang tercatat 179%yoy  dari kuartal sebelumnya yang tercatat 107,3%yoy,&quot; katanya.
Konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung melambat menjadi -2,72%yoy  sejalan dengan belanja pemerintah pada Juli-September 21 yang tercatat  -17,5%yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 5%yoy.
Laju pertumbuhan belanja barang, belanja modal dan belanja pegawai  cenderung melambat dari laju pertumbuhannya pada kuartal sebelumnya.  Hanya belanja pembayaran bunga utang yang tercatat meningkat pada  kuartal III-2021.
Sementara itu, net expor juga diperkirakan tumbuh solid sejalan  dengan laju pertumbuhan ekspor non-migas yang meningkat ditopang oleh  tren kenaikan harga komoditas global.
Jadi, pendorong utama perekonomian kuartal III-2021 masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi dan net ekspor.
Lebih lanjut, sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat pada  awal kuartal IV-2021 dan didukung juga oleh kebijakan penurunan PPKM  level oleh pemerintah di berbagai daerah, maka pertumbuhan ekonomi  kuartal IV-2021 diperkirakan akan meningkat dibandingkan kuartal  III-2021. Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi  masih berada di  kisaran 3,4-3,8%.</content:encoded></item></channel></rss>
