<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III-2021</title><description>Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyebutkan ekspor  merupakan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2497155/ekspor-jadi-mesin-pertumbuhan-ekonomi-ri-kuartal-iii-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2497155/ekspor-jadi-mesin-pertumbuhan-ekonomi-ri-kuartal-iii-2021"/><item><title>Ekspor Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2497155/ekspor-jadi-mesin-pertumbuhan-ekonomi-ri-kuartal-iii-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/05/320/2497155/ekspor-jadi-mesin-pertumbuhan-ekonomi-ri-kuartal-iii-2021</guid><pubDate>Jum'at 05 November 2021 12:07 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/05/320/2497155/ekspor-jadi-mesin-pertumbuhan-ekonomi-ri-kuartal-iii-2021-8EW6CUCVrM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor jadi penggerak ekonomi kuartal III 2021 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/05/320/2497155/ekspor-jadi-mesin-pertumbuhan-ekonomi-ri-kuartal-iii-2021-8EW6CUCVrM.jpg</image><title>Ekspor jadi penggerak ekonomi kuartal III 2021 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 tercatat sebesar 3,51% (yoy). Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyebutkan ekspor merupakan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2021.
Kinerja ekspor pada triwulan III-2021 tercatat sebesar USD61,42 miliar atau tumbuh cukup signifikan dibandingkan triwulan III-2020 yang sebesar USD40,70 miliar.
&amp;ldquo;Ekspor meningkat 50,90% (yoy),&amp;rdquo; katanya, Jumat (5/11/2021).
Baca Juga: Breaking News: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III-2021 Capai 3,51%
 
Kinerja ekspor triwulan III-2021 yang sebesar USD61,42 miliar juga tumbuh sebesar 13,18% (qtq) dibandingkan triwulan II-2021 yang sebesar USD53,97 miliar.
Secara rinci pertumbuhan ekspor tertinggi pada triwulan III-2021 terjadi di sektor pertambangan dan lainnya yakni mencapai 161,2% (yoy) dengan nilai USD10,72 miliar dari USD4,1 miliar pada triwulan III-2020.
Kemudian disusul oleh ekspor migas yang tumbuh 56,13% (yoy) dengan nilai USD3 miliar dari USD1,92 miliar pada periode sama tahun lalu. Untuk ekspor industri pengolahan tumbuh 38,96% (yoy) dengan nilai USD46,63 miliar dari USD33,55 miliar pada triwulan III-2020.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Tumbuh 3,48% di Kuartal III-2021 
 
Di sisi lain, ekspor pertanian mengalami kontraksi sebesar 5,69% (yoy) dengan nilai USD1,04 miliar dari USD1,1 miliar pada periode sama tahun lalu namun tumbuh 14,85% (qtq) dari USD908,8 juta.
Margo mengatakan pencapaian ekspor tersebut seiring dengan ekonomi negara mitra dagang Indonesia yang mengalami perbaikan pada triwulan III-2021 seperti China tumbuh 4,9% dan Amerika Serikat 4,9%. Kemudian Singapura 6,5%, Korea Selatan 4%, Hong Kong 5,4%, dan Uni Eropa 3,9%.Untuk Vietnam terkontraksi 6,2% karena selama Juli sampai Agustus  Pemerintah Vietnam melakukan pengetatan mobilitas sehingga menyebabkan  kontraksi ekonomi.
&amp;ldquo;Perkembangan harga komoditas dan perbaikan negara yang menjadi mitra  dagang kita ini berpengaruh besar pada kinerja ekspor kita,&amp;rdquo; ujarnya.
Sementara untuk impor pada triwulan III-2021 menunjukkan kegiatan  ekonomi domestik membaik terkait dengan impor barang konsumsi, modal,  dan penolong.
&amp;ldquo;Impor kita tercatat USD48,18 miliar meningkat 46,98% dibandingkan triwulan III-2020 sebesar USD32,78 miliar,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 tercatat sebesar 3,51% (yoy). Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyebutkan ekspor merupakan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2021.
Kinerja ekspor pada triwulan III-2021 tercatat sebesar USD61,42 miliar atau tumbuh cukup signifikan dibandingkan triwulan III-2020 yang sebesar USD40,70 miliar.
&amp;ldquo;Ekspor meningkat 50,90% (yoy),&amp;rdquo; katanya, Jumat (5/11/2021).
Baca Juga: Breaking News: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III-2021 Capai 3,51%
 
Kinerja ekspor triwulan III-2021 yang sebesar USD61,42 miliar juga tumbuh sebesar 13,18% (qtq) dibandingkan triwulan II-2021 yang sebesar USD53,97 miliar.
Secara rinci pertumbuhan ekspor tertinggi pada triwulan III-2021 terjadi di sektor pertambangan dan lainnya yakni mencapai 161,2% (yoy) dengan nilai USD10,72 miliar dari USD4,1 miliar pada triwulan III-2020.
Kemudian disusul oleh ekspor migas yang tumbuh 56,13% (yoy) dengan nilai USD3 miliar dari USD1,92 miliar pada periode sama tahun lalu. Untuk ekspor industri pengolahan tumbuh 38,96% (yoy) dengan nilai USD46,63 miliar dari USD33,55 miliar pada triwulan III-2020.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Tumbuh 3,48% di Kuartal III-2021 
 
Di sisi lain, ekspor pertanian mengalami kontraksi sebesar 5,69% (yoy) dengan nilai USD1,04 miliar dari USD1,1 miliar pada periode sama tahun lalu namun tumbuh 14,85% (qtq) dari USD908,8 juta.
Margo mengatakan pencapaian ekspor tersebut seiring dengan ekonomi negara mitra dagang Indonesia yang mengalami perbaikan pada triwulan III-2021 seperti China tumbuh 4,9% dan Amerika Serikat 4,9%. Kemudian Singapura 6,5%, Korea Selatan 4%, Hong Kong 5,4%, dan Uni Eropa 3,9%.Untuk Vietnam terkontraksi 6,2% karena selama Juli sampai Agustus  Pemerintah Vietnam melakukan pengetatan mobilitas sehingga menyebabkan  kontraksi ekonomi.
&amp;ldquo;Perkembangan harga komoditas dan perbaikan negara yang menjadi mitra  dagang kita ini berpengaruh besar pada kinerja ekspor kita,&amp;rdquo; ujarnya.
Sementara untuk impor pada triwulan III-2021 menunjukkan kegiatan  ekonomi domestik membaik terkait dengan impor barang konsumsi, modal,  dan penolong.
&amp;ldquo;Impor kita tercatat USD48,18 miliar meningkat 46,98% dibandingkan triwulan III-2020 sebesar USD32,78 miliar,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
