<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Pastikan Keamanan Ekosistem Keuangan Digital RI Terjaga</title><description>Bank Indonesia (BI) memastikan ekosistem keuangan digital di Indonesia menjunjung tinggi keamanan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/08/320/2498453/bi-pastikan-keamanan-ekosistem-keuangan-digital-ri-terjaga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/08/320/2498453/bi-pastikan-keamanan-ekosistem-keuangan-digital-ri-terjaga"/><item><title>BI Pastikan Keamanan Ekosistem Keuangan Digital RI Terjaga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/08/320/2498453/bi-pastikan-keamanan-ekosistem-keuangan-digital-ri-terjaga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/08/320/2498453/bi-pastikan-keamanan-ekosistem-keuangan-digital-ri-terjaga</guid><pubDate>Senin 08 November 2021 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/08/320/2498453/bi-pastikan-keamanan-ekosistem-keuangan-digital-ri-terjaga-tSBiYZnX9f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia pastikan keamanan ekosistem keuangan digital terjaga (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/08/320/2498453/bi-pastikan-keamanan-ekosistem-keuangan-digital-ri-terjaga-tSBiYZnX9f.jpg</image><title>Bank Indonesia pastikan keamanan ekosistem keuangan digital terjaga (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan ekosistem keuangan digital di Indonesia menjunjung tinggi keamanan karena digitalisasi dengan berbagai inovasi menjadikan BI sebagai regulator sekaligus fasilitator bagi financial technology (fintech).
&quot;Terutama untuk memastikan lalu lintas pembayaran digital tetap berjalan dengan tertib dan aman, serta mendukung pilar-pilar mencapai visi dan misi BI,&quot; kata Kepala Grup Kebijakan Sistem Pembayaran BI Retno Ponco Windarti dalam Media Briefing Kegiatan Bulan Fintech Nasional (BFN) secara daring di Jakarta, Senin (8/11/2021).
Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD145,5 Miliar per Oktober 2021
 
Dengan demikian, lanjut dia, bank sentral berharap ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang sehat bisa tercapai, terutama di tengah perbankan digital, fintech, e-commerce, dan industri sistem pembayaran.
Ia meyakini inovasi dari teknologi digital mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inklusivitas. Namun pada saat yang sama, digitalisasi juga meningkatkan berbagai risiko, seperti risiko siber, risiko terhadap perlindungan data pribadi, hingga fintech ilegal.
Baca Juga: BI Buka-bukaan soal Biaya Transfer Antar Bank Rp2.500
 
&quot;Oleh karena itu pendekatan yang berimbang antara mendorong inovasi dan memitigasi berbagai risikonya perlu dilakukan secara saksama dan dalam tataran yang tepat,&quot; ucap dia.
Dalam rangka merespons digitalisasi ekonomi dan keuangan, bank sentral telah menginisiasi visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 yang antara lain ditujukan untuk mendorong integrasi dan keuangan digital nasional, mendukung digitalisasi perbankan, dan menjamin interlink antara fintech dengan perbankan.Kemudian menjamin keseimbangan antara inovasi dengan perlindungan  konsumen, integritas, stabilitas, dan persaingan usaha yang sehat, serta  menjamin kepentingan nasional dalam konteks ekonomi keuangan digital  antar negara.
Retno pun mengapresiasi Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan  Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) yang telah bekerja keras  menyelaraskan berbagai instrumen, produk, dan layanan fintech dengan  regulasi serta kebijakan, yang juga sangat mendukung berbagai inisiatif  BI terutama dalam implementasi BSPI 2025.
Otoritas Moneter turut mengapresiasi koordinasi yang baik antara  otoritas terkait, khususnya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan  seluruh pihak lainnya dalam meningkatkan literasi fintech, sehingga  sektor tersebut akan mampu berkontribusi untuk pemulihan ekonomi  nasional.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan ekosistem keuangan digital di Indonesia menjunjung tinggi keamanan karena digitalisasi dengan berbagai inovasi menjadikan BI sebagai regulator sekaligus fasilitator bagi financial technology (fintech).
&quot;Terutama untuk memastikan lalu lintas pembayaran digital tetap berjalan dengan tertib dan aman, serta mendukung pilar-pilar mencapai visi dan misi BI,&quot; kata Kepala Grup Kebijakan Sistem Pembayaran BI Retno Ponco Windarti dalam Media Briefing Kegiatan Bulan Fintech Nasional (BFN) secara daring di Jakarta, Senin (8/11/2021).
Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD145,5 Miliar per Oktober 2021
 
Dengan demikian, lanjut dia, bank sentral berharap ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang sehat bisa tercapai, terutama di tengah perbankan digital, fintech, e-commerce, dan industri sistem pembayaran.
Ia meyakini inovasi dari teknologi digital mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inklusivitas. Namun pada saat yang sama, digitalisasi juga meningkatkan berbagai risiko, seperti risiko siber, risiko terhadap perlindungan data pribadi, hingga fintech ilegal.
Baca Juga: BI Buka-bukaan soal Biaya Transfer Antar Bank Rp2.500
 
&quot;Oleh karena itu pendekatan yang berimbang antara mendorong inovasi dan memitigasi berbagai risikonya perlu dilakukan secara saksama dan dalam tataran yang tepat,&quot; ucap dia.
Dalam rangka merespons digitalisasi ekonomi dan keuangan, bank sentral telah menginisiasi visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 yang antara lain ditujukan untuk mendorong integrasi dan keuangan digital nasional, mendukung digitalisasi perbankan, dan menjamin interlink antara fintech dengan perbankan.Kemudian menjamin keseimbangan antara inovasi dengan perlindungan  konsumen, integritas, stabilitas, dan persaingan usaha yang sehat, serta  menjamin kepentingan nasional dalam konteks ekonomi keuangan digital  antar negara.
Retno pun mengapresiasi Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan  Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) yang telah bekerja keras  menyelaraskan berbagai instrumen, produk, dan layanan fintech dengan  regulasi serta kebijakan, yang juga sangat mendukung berbagai inisiatif  BI terutama dalam implementasi BSPI 2025.
Otoritas Moneter turut mengapresiasi koordinasi yang baik antara  otoritas terkait, khususnya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan  seluruh pihak lainnya dalam meningkatkan literasi fintech, sehingga  sektor tersebut akan mampu berkontribusi untuk pemulihan ekonomi  nasional.</content:encoded></item></channel></rss>
