<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astra Otoparts (AUTO) Jajal Bisnis Baru di Luar Suku Cadang</title><description>PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) akan menjajal bisnis baru di luar suku cadang otomotif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/09/278/2499022/astra-otoparts-auto-jajal-bisnis-baru-di-luar-suku-cadang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/09/278/2499022/astra-otoparts-auto-jajal-bisnis-baru-di-luar-suku-cadang"/><item><title>Astra Otoparts (AUTO) Jajal Bisnis Baru di Luar Suku Cadang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/09/278/2499022/astra-otoparts-auto-jajal-bisnis-baru-di-luar-suku-cadang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/09/278/2499022/astra-otoparts-auto-jajal-bisnis-baru-di-luar-suku-cadang</guid><pubDate>Selasa 09 November 2021 13:29 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/09/278/2499022/astra-otoparts-auto-jajal-bisnis-baru-di-luar-suku-cadang-4U27wcH0AC.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Astra Otoparts bakal merambah bisnis baru (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/09/278/2499022/astra-otoparts-auto-jajal-bisnis-baru-di-luar-suku-cadang-4U27wcH0AC.jpeg</image><title>Astra Otoparts bakal merambah bisnis baru (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) akan menjajal bisnis baru di luar suku cadang otomotif. Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdani Zulkarnaen mengatakan, perseroan akan merambah bisnis non otomotif.
Disampaikannya, terdapat sedikitnya tiga produk non otomotif yang dihadirkan, yakni faceshield, masker transparan dan helm sepeda. Hamdani menuturkan, bila helm sepeda menjadi salah satu pilihan karena banyaknya masyarakat yang semakin peduli dengan kesehatan sehingga memilih menggunakan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda.
Baca Juga: Astra Otoparts Suntik Modal Anak Usaha Rp23,2 Miliar 
 
&quot;Memang tahun lalu adalah titik terberatnya di mana bulan April Mei seluruh OEM tutup dan tak beroperasi,&quot; ujar Hamdani.
Hingga akhir tahun ini, lanjutnya, perseroan optimis bila kuartal IV akan lebih baik dan target yang ditetapkan perusahaan dapat tercapai. Menurutnya, di kuartal IV semua menunjukan trend positif dan salah satunya roda empat sangat positif karena penghapusan PPNBM. Di samping itu, AUTO juga bakal merambah pengembangan manufaktur suku cadang kendaraan listrik mulai tahun depan.
Baca Juga: Laba Astra Otoparts Melonjak 42,87% di Kuartal I-2021
 
Tidak hanya itu, kabarnya perseroan juga bersiap rambah alat kesehatan, industri, dan alat berat. &quot;Kami terikat dengan non disclosure agreement dengan partner dan calon partner, jadi tak bisa ekspos detil. Namun, kami di kondisi mempersiapkan proses diversifikasi dan inovasi baik terkait kendaraan elektrifikasi dan segmen baru itu kesehatan,&quot; kata Hamdani.
Dia menerangkan, hingga saat ini fokus produksi komponen suku cadangnya untuk mesin ICE (internal combustion engine). Selanjutnya, AUTO juga tengah menyiapkan komponen kendaraan listrik (electric vehicle) saat era baru tersebut datang. &quot;Ketika era itu datang, bateria EV, jumlah komponen kendaraan jadi jauh lebih sedikit, ada komponen baru lithium baterai, inverter, electro motor, kami tetap berusaha untuk jadi pemasok utama komponen dibutuhkan, dan ketika kesempatan itu datang,&quot; terangnya.Selain itu, perseroan juga masuk ke lini bisnis suku cadang di luar  otomotif, seperti industri, alat berat, juga kebutuhan alat kesehatan.  Kesempatan ini akan dimanfaatkan lebih jauh mengingat secara kompetensi  AUTO memilikinya. Lebih lanjut, perseroan mempersiapkan strategi jangka  panjang dengan meningkatkan penetrasinya di pasar bisnis perdagangan  suku cadang dengan mengembangkan situs penjualan suku cadang  astraotoshop, jaringan shop and drive, shop and bike, hingga Astra  Otoservice.
Menurutnya, perdagangan umum lebih tahan banting dibandingkan dengan  bisnis penjualan manufaktur ke Original Equipment Manufacturer (OEM).  Mengingat, saat pandemi sejumlah pabrikan sempat tutup sehingga lini  bisnis ini sempat turun.
Saat ini, jumlah kendaraan roda dua di masyarakat sudah lebih dari 70  juta unit dan roda empat lebih dari 11 juta unit. Pasar ini dianggap  cukup besar. Selain itu, AUTO juga tetap menargetkan menjadi produsen  suku cadang penyuplai utama bagi OEM baik di dalam negeri maupun  internasional.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) akan menjajal bisnis baru di luar suku cadang otomotif. Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdani Zulkarnaen mengatakan, perseroan akan merambah bisnis non otomotif.
Disampaikannya, terdapat sedikitnya tiga produk non otomotif yang dihadirkan, yakni faceshield, masker transparan dan helm sepeda. Hamdani menuturkan, bila helm sepeda menjadi salah satu pilihan karena banyaknya masyarakat yang semakin peduli dengan kesehatan sehingga memilih menggunakan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda.
Baca Juga: Astra Otoparts Suntik Modal Anak Usaha Rp23,2 Miliar 
 
&quot;Memang tahun lalu adalah titik terberatnya di mana bulan April Mei seluruh OEM tutup dan tak beroperasi,&quot; ujar Hamdani.
Hingga akhir tahun ini, lanjutnya, perseroan optimis bila kuartal IV akan lebih baik dan target yang ditetapkan perusahaan dapat tercapai. Menurutnya, di kuartal IV semua menunjukan trend positif dan salah satunya roda empat sangat positif karena penghapusan PPNBM. Di samping itu, AUTO juga bakal merambah pengembangan manufaktur suku cadang kendaraan listrik mulai tahun depan.
Baca Juga: Laba Astra Otoparts Melonjak 42,87% di Kuartal I-2021
 
Tidak hanya itu, kabarnya perseroan juga bersiap rambah alat kesehatan, industri, dan alat berat. &quot;Kami terikat dengan non disclosure agreement dengan partner dan calon partner, jadi tak bisa ekspos detil. Namun, kami di kondisi mempersiapkan proses diversifikasi dan inovasi baik terkait kendaraan elektrifikasi dan segmen baru itu kesehatan,&quot; kata Hamdani.
Dia menerangkan, hingga saat ini fokus produksi komponen suku cadangnya untuk mesin ICE (internal combustion engine). Selanjutnya, AUTO juga tengah menyiapkan komponen kendaraan listrik (electric vehicle) saat era baru tersebut datang. &quot;Ketika era itu datang, bateria EV, jumlah komponen kendaraan jadi jauh lebih sedikit, ada komponen baru lithium baterai, inverter, electro motor, kami tetap berusaha untuk jadi pemasok utama komponen dibutuhkan, dan ketika kesempatan itu datang,&quot; terangnya.Selain itu, perseroan juga masuk ke lini bisnis suku cadang di luar  otomotif, seperti industri, alat berat, juga kebutuhan alat kesehatan.  Kesempatan ini akan dimanfaatkan lebih jauh mengingat secara kompetensi  AUTO memilikinya. Lebih lanjut, perseroan mempersiapkan strategi jangka  panjang dengan meningkatkan penetrasinya di pasar bisnis perdagangan  suku cadang dengan mengembangkan situs penjualan suku cadang  astraotoshop, jaringan shop and drive, shop and bike, hingga Astra  Otoservice.
Menurutnya, perdagangan umum lebih tahan banting dibandingkan dengan  bisnis penjualan manufaktur ke Original Equipment Manufacturer (OEM).  Mengingat, saat pandemi sejumlah pabrikan sempat tutup sehingga lini  bisnis ini sempat turun.
Saat ini, jumlah kendaraan roda dua di masyarakat sudah lebih dari 70  juta unit dan roda empat lebih dari 11 juta unit. Pasar ini dianggap  cukup besar. Selain itu, AUTO juga tetap menargetkan menjadi produsen  suku cadang penyuplai utama bagi OEM baik di dalam negeri maupun  internasional.</content:encoded></item></channel></rss>
