<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setelah BSI, BPD Didorong Jadi Bank Syariah</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin ingin peran Bank Syariah di Indonesia harus terus ditingkatkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/09/320/2498969/setelah-bsi-bpd-didorong-jadi-bank-syariah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/09/320/2498969/setelah-bsi-bpd-didorong-jadi-bank-syariah"/><item><title>Setelah BSI, BPD Didorong Jadi Bank Syariah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/09/320/2498969/setelah-bsi-bpd-didorong-jadi-bank-syariah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/09/320/2498969/setelah-bsi-bpd-didorong-jadi-bank-syariah</guid><pubDate>Selasa 09 November 2021 12:18 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/09/320/2498969/setelah-bsi-bpd-didorong-jadi-bank-syariah-Y5al84mP9O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin ingin peran bank syariah di RI lebih besar (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/09/320/2498969/setelah-bsi-bpd-didorong-jadi-bank-syariah-Y5al84mP9O.jpg</image><title>Wapres Maruf Amin ingin peran bank syariah di RI lebih besar (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin ingin peran Bank Syariah di Indonesia harus terus ditingkatkan. Dengan begitu Bank lebih mampu melayani transaksi besar dan bertaraf global.
Hal ini mengingat industri halal yang dibangun saat ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga berorientasi pada pasar global.
Baca Juga: Wapres Colek Rektor UI soal Ekonomi Syariah
 
&amp;ldquo;Tentunya tanpa melupakan pembiayaan para pelaku usaha domestik, khususnya pelaku UMKM. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah menggabungkan tiga bank syariah milik Himbara menjadi Bank Syariah Indonesia,&amp;rdquo; katanya saat menyampaikan Keynote Speech di acara The 2021 Sebelas Maret International Conference on Islamic Economics secara virtual, Selasa (9/11/2021).
Baca Juga: Bicara Ekonomi Syariah, Sri Mulyani Singgung Riba 
 
Selain itu dia juga mendorong bank-bank pembangunan daerah (BPD) yang telah siap agar dikonversi menjadi bank syariah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pembiayaan syariah.
&amp;ldquo;Upaya penguatan bank syariah dilakukan dengan mendorong bank-bank pembangunan daerah (BPD) yang telah siap untuk dikonversi menjadi bank syariah, di samping unit-unit syariah yang ada pada BPD. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pembiayaan syariah oleh bank syariah, baik yang sifatnya bank umum maupun bank daerah,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8wOS8xLzEzNzY2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Maruf menyebut bahwa bank syariah memiliki peran strategis untuk  mencapai cita-cita Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia. Dalam  hal ini bank syariah merupakan pilar penting dalam pengembangan ekonomi  dan keuangan syariah lainnya. Khususnya dalam industri produk halal dan  perluasan usaha syariah.
&amp;ldquo;Bank syariah di masa depan setidaknya memiliki tiga peran penting.  Pertama, memfasilitasi permodalan kepada pelaku yang bergerak di  industri produk halal. Yang kedua, memberikan akses kepada seluruh  pelaku bisnis, baik yang besar, menengah, maupun yang kecil. Dan yang  ketiga, dapat melayani transaksi besar dan bertaraf global,&amp;rdquo; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin ingin peran Bank Syariah di Indonesia harus terus ditingkatkan. Dengan begitu Bank lebih mampu melayani transaksi besar dan bertaraf global.
Hal ini mengingat industri halal yang dibangun saat ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga berorientasi pada pasar global.
Baca Juga: Wapres Colek Rektor UI soal Ekonomi Syariah
 
&amp;ldquo;Tentunya tanpa melupakan pembiayaan para pelaku usaha domestik, khususnya pelaku UMKM. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah menggabungkan tiga bank syariah milik Himbara menjadi Bank Syariah Indonesia,&amp;rdquo; katanya saat menyampaikan Keynote Speech di acara The 2021 Sebelas Maret International Conference on Islamic Economics secara virtual, Selasa (9/11/2021).
Baca Juga: Bicara Ekonomi Syariah, Sri Mulyani Singgung Riba 
 
Selain itu dia juga mendorong bank-bank pembangunan daerah (BPD) yang telah siap agar dikonversi menjadi bank syariah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pembiayaan syariah.
&amp;ldquo;Upaya penguatan bank syariah dilakukan dengan mendorong bank-bank pembangunan daerah (BPD) yang telah siap untuk dikonversi menjadi bank syariah, di samping unit-unit syariah yang ada pada BPD. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pembiayaan syariah oleh bank syariah, baik yang sifatnya bank umum maupun bank daerah,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8wOS8xLzEzNzY2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Maruf menyebut bahwa bank syariah memiliki peran strategis untuk  mencapai cita-cita Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia. Dalam  hal ini bank syariah merupakan pilar penting dalam pengembangan ekonomi  dan keuangan syariah lainnya. Khususnya dalam industri produk halal dan  perluasan usaha syariah.
&amp;ldquo;Bank syariah di masa depan setidaknya memiliki tiga peran penting.  Pertama, memfasilitasi permodalan kepada pelaku yang bergerak di  industri produk halal. Yang kedua, memberikan akses kepada seluruh  pelaku bisnis, baik yang besar, menengah, maupun yang kecil. Dan yang  ketiga, dapat melayani transaksi besar dan bertaraf global,&amp;rdquo; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
