<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dian Swastatika (DSSA) Gelontokan Rp19,1 Triliun Akuisisi Tambang Batu Bara di Australia</title><description>PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melalui anak usahanya Golden  Energy and Resources Limited (GEAR) melakukan ekspansi bisnis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/09/320/2499008/dian-swastatika-dssa-gelontokan-rp19-1-triliun-akuisisi-tambang-batu-bara-di-australia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/11/09/320/2499008/dian-swastatika-dssa-gelontokan-rp19-1-triliun-akuisisi-tambang-batu-bara-di-australia"/><item><title>Dian Swastatika (DSSA) Gelontokan Rp19,1 Triliun Akuisisi Tambang Batu Bara di Australia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/11/09/320/2499008/dian-swastatika-dssa-gelontokan-rp19-1-triliun-akuisisi-tambang-batu-bara-di-australia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/11/09/320/2499008/dian-swastatika-dssa-gelontokan-rp19-1-triliun-akuisisi-tambang-batu-bara-di-australia</guid><pubDate>Selasa 09 November 2021 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/09/320/2499008/dian-swastatika-dssa-gelontokan-rp19-1-triliun-akuisisi-tambang-batu-bara-di-australia-txYnVpS0VO.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">DSSA akuisisi tambang batu bara di Australia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/09/320/2499008/dian-swastatika-dssa-gelontokan-rp19-1-triliun-akuisisi-tambang-batu-bara-di-australia-txYnVpS0VO.jpeg</image><title>DSSA akuisisi tambang batu bara di Australia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melalui anak usahanya Golden Energy and Resources Limited (GEAR) melakukan ekspansi bisnis. DSSA mengakuisisi 80% saham BHP  Mitsui Coal Pty Ldt (BMC) dengan nilai transaksi mencapai USD1,35 miliar atau setara dengan Rp19,17 triliun dengan asumsi kurs Rp14.200 per dolar AS.
Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Sentosa Susan Chandra menyebutkan, pembayaran atas rencana transaksi senilai USD1,35 miliar tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan kombinasi pendanaan internal dan eksternal.
Baca Juga: Anak Usaha Dian Swastatika Sentosa Dapat Pinjaman Rp256 Miliar
 
&amp;ldquo;Adapun ketentuan pembayarannya yakni USD1,1 miliar jatuh tempo saat penyelesaian rencana transaksi, USD100 juta jatuh tempo enam bulan setelah penyelesaian rencana transaksi, dan hingga maksimum USD150 juta berdasarkan mekanisme bagi hasil atas pendapatan jika harga jual rata-rata berada di atas ambang tertentu selama periode dua tahun, jatuh tempo dalam waktu tiga bulan setelah akhir periode pengujian yang diperkirakan tahun 2024,&amp;rdquo; ungkapnya.
Di mana, harga pembelian akan tunduk pada penyesuaian lazimnya saat penyelesaian rencana transaksi. Penyelesaian rencana transaksi, lanjutnya, diperkirakan akan terlaksana pada pertengahan tahun 2022, yang mana penyelesaiannya masih tunduk pada pemenuhan syarat-syarat pendahuluan.
Baca Juga: DSSA Dapatkan Fasilitas Pembiayaan Rp200 Miliar dari Mandiri
 
Untuk diketahui, BMC saat ini memiliki tambang aset batu bara metalurgi yang terletak di Queensland, Australia, yang terdiri dari South Walker Creek dan tambang Poitrel, dengan total produksi batu bara metalurgi sekitar 10 metrik ton (Mt) per tahun dan total cadangan sebanyak 171 Mt, serta proyek batu bara Wards Well yang belum dikembangkan.
&amp;ldquo;Perseroan berharap bahwa dengan terealisasinya rencana transaksi ini, perseroan melalui entitas anak akan memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku bisnis dalam usaha batu bara metalurgi di wilayah Asia dan Oseania yang selanjutnya dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham,&amp;rdquo; ungkap Susan.Sementara itu, Presiden BHP Minerals Australia Edgar Basto  mengatakan, penjualan aset ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk  melakukan transisi dari emisi karbon besar. &amp;ldquo;Transaksi ini sesuai dengan  strategi BHP, memberikan nilai bagi perusahaan dan pemegang saham kami,  serta memberikan kepastian bagi tenaga kerja BMC dan masyarakat  setempat,&quot; ujarnya.
Sebagai informasi, perusahaan pertambangan Australia, BHP Minerals  Pty Ltd (BHP) melepas 80% kepemilikan sahamnya di BHP Mitsui Coal Pty  Ltd (BMC) kepada perusahaan pertambangan milik Sinar Mas Group, Stanmore  SMC Holdings Pty Ltd (SMC), anak usaha dari Golden Energy and Resources  Limited (GEAR) pada 8 November 2021. Di mana aksi korporasi tersebut  dilakukan melalui akuisisi seluruh saham Dampier Coal (Qld) Pty Ltd oleh  SMC.
Rencana transaksi telah diumumkan oleh GEAR pada situs bursa efek  Singapura dan oleh Stanmore pada situs bursa efek Australia, mengingat  bahwa GEAR adalah perusahaan publik di Singapura dan Stanmore adalah  perusahaan publik di Australia. GEAR secara rinci merupakan perusahaan  asal Singapura yang 86,87% sahamnya dikuasai Grup Sinar Mas lewat PT  Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Aset BMC yang dilepas adalah tambang batu bara metalurgi Poitrel dan  South Walker Creek, ditambah infrastruktur Red Mountain, dan  pengembangan sumur Wards Well. Semuanya di Queensland, Australia.  Poitrel dan South Walker Creek memiliki produksi batu bara metalurgi  total sekitar 10 juta ton per tahun dan cadangan lebih dari 135 juta  ton.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melalui anak usahanya Golden Energy and Resources Limited (GEAR) melakukan ekspansi bisnis. DSSA mengakuisisi 80% saham BHP  Mitsui Coal Pty Ldt (BMC) dengan nilai transaksi mencapai USD1,35 miliar atau setara dengan Rp19,17 triliun dengan asumsi kurs Rp14.200 per dolar AS.
Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Sentosa Susan Chandra menyebutkan, pembayaran atas rencana transaksi senilai USD1,35 miliar tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan kombinasi pendanaan internal dan eksternal.
Baca Juga: Anak Usaha Dian Swastatika Sentosa Dapat Pinjaman Rp256 Miliar
 
&amp;ldquo;Adapun ketentuan pembayarannya yakni USD1,1 miliar jatuh tempo saat penyelesaian rencana transaksi, USD100 juta jatuh tempo enam bulan setelah penyelesaian rencana transaksi, dan hingga maksimum USD150 juta berdasarkan mekanisme bagi hasil atas pendapatan jika harga jual rata-rata berada di atas ambang tertentu selama periode dua tahun, jatuh tempo dalam waktu tiga bulan setelah akhir periode pengujian yang diperkirakan tahun 2024,&amp;rdquo; ungkapnya.
Di mana, harga pembelian akan tunduk pada penyesuaian lazimnya saat penyelesaian rencana transaksi. Penyelesaian rencana transaksi, lanjutnya, diperkirakan akan terlaksana pada pertengahan tahun 2022, yang mana penyelesaiannya masih tunduk pada pemenuhan syarat-syarat pendahuluan.
Baca Juga: DSSA Dapatkan Fasilitas Pembiayaan Rp200 Miliar dari Mandiri
 
Untuk diketahui, BMC saat ini memiliki tambang aset batu bara metalurgi yang terletak di Queensland, Australia, yang terdiri dari South Walker Creek dan tambang Poitrel, dengan total produksi batu bara metalurgi sekitar 10 metrik ton (Mt) per tahun dan total cadangan sebanyak 171 Mt, serta proyek batu bara Wards Well yang belum dikembangkan.
&amp;ldquo;Perseroan berharap bahwa dengan terealisasinya rencana transaksi ini, perseroan melalui entitas anak akan memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku bisnis dalam usaha batu bara metalurgi di wilayah Asia dan Oseania yang selanjutnya dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham,&amp;rdquo; ungkap Susan.Sementara itu, Presiden BHP Minerals Australia Edgar Basto  mengatakan, penjualan aset ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk  melakukan transisi dari emisi karbon besar. &amp;ldquo;Transaksi ini sesuai dengan  strategi BHP, memberikan nilai bagi perusahaan dan pemegang saham kami,  serta memberikan kepastian bagi tenaga kerja BMC dan masyarakat  setempat,&quot; ujarnya.
Sebagai informasi, perusahaan pertambangan Australia, BHP Minerals  Pty Ltd (BHP) melepas 80% kepemilikan sahamnya di BHP Mitsui Coal Pty  Ltd (BMC) kepada perusahaan pertambangan milik Sinar Mas Group, Stanmore  SMC Holdings Pty Ltd (SMC), anak usaha dari Golden Energy and Resources  Limited (GEAR) pada 8 November 2021. Di mana aksi korporasi tersebut  dilakukan melalui akuisisi seluruh saham Dampier Coal (Qld) Pty Ltd oleh  SMC.
Rencana transaksi telah diumumkan oleh GEAR pada situs bursa efek  Singapura dan oleh Stanmore pada situs bursa efek Australia, mengingat  bahwa GEAR adalah perusahaan publik di Singapura dan Stanmore adalah  perusahaan publik di Australia. GEAR secara rinci merupakan perusahaan  asal Singapura yang 86,87% sahamnya dikuasai Grup Sinar Mas lewat PT  Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Aset BMC yang dilepas adalah tambang batu bara metalurgi Poitrel dan  South Walker Creek, ditambah infrastruktur Red Mountain, dan  pengembangan sumur Wards Well. Semuanya di Queensland, Australia.  Poitrel dan South Walker Creek memiliki produksi batu bara metalurgi  total sekitar 10 juta ton per tahun dan cadangan lebih dari 135 juta  ton.</content:encoded></item></channel></rss>
